
Usai makan malam romantis tanpa gangguan yang berarti, Bisma dan Maura langsung kembali ke kamar hotel.
tadinya Bisma ingin mengajak Istrinya melihat-lihat sekitaran hotel untuk sejenak sekedar berjalan-jalan malam namum Maura mengeluh lelah. Akhirnya Bisma memilih untuk istirahat saja malam Ini.
Setelah berganti pakaian dengan piyama pasangan halal itu merebah ke kasur untuk segera menjemput alam mimpi.
"Mas!" panggil Maura lirih.
Bisma yang sedang merapikan selimut lantas menoleh pada Istrinya "Kenapa Dek?" Bisma beringsut mendekati Maura yang sudah merebahkan tubuhnya namun kembali duduk dan bersandar pada kepala ranjang.
"Kenapa dari tadi siang perut ku rasanya gak nyaman gini ya Mas" Maura mengeluhkan perutnya tidak nyaman semenjak siang tadi setelah menaiki wahana Banana boot.
"Gara-gara naik Banana boot ya, Duh Mas jadi ngerasa bersalah banget nih, ma'afkan Mas Dek" Bisma menatap sendu Istrinya.
"Bukan salah kamu Mas, tapi rasanya emang aneh sih!" Ujar Maura sambil menyentuh perut nya agak meringis.
Bisma yang melihat wajah Istrinya spontan saja ikut menyentuh perut Istrinya. kekhawatiran tampak jelas di wajah pria berusia 26 tahun itu.
"Sakit banget ya?" Bisma menatap Istrinya sendu
"gak kok Mas, aku cuma butuh Istirahat aja kok" Jawab Maura, lalu kembali merebahkan diri dan menarik selimut.
Bisma mengikuti Istrinya merebahkan diri dan memeluk Istrinya dari belakang,
Mereka terlelap damai dalam selimut yang sama.
***
SINGAPURA.
"Nak Robby bagaimana keadaan Alesha, apa kata dokter?" Bu Tati terlihat panik saat tadi Alesha sempat sadar sebentar dan kembali menutup matanya
"Ibu yang tenang ya, Alesha akan baik-baik saja kok bu, setelah tadi sempat membuka mata dan kembali tidak sadarkan diri, dokter bilang kemungkinan Alesha akan melewati masa koma nya., jadi Ibu dan bapak jangan khawatir ya, kita berdo'a saja untuk kesembuhan Alesha" ujar Robby asisten Bisma yang di percaya untuk mengurus Alesha selama di singapura.
"Benar begitu Nak?" tanya Bu Tati sedikit lebih lega.
"Bu, sudah kasihan nak Robby, ma'af ya Nak" Pak Samsul merasa tidak enak hati pada Robby.
Robby pun tersenyum simpul ,"Tidak apa-apa pak, bapak dan Ibu sudah makan belum?" tanya Robby.
"Belum sempat nak, tadi kami sangat panik jadi gak nyempetin buat makan" jawab Bu tati.
"Ya sudah, ikut saya ke kantin ya, kita makan dulu, ingat pesan nyonya Maura kan, Ibu dan bapak harus sehat di sini!" ujar Robby dengan hati-hati agar Mertua dari bos nya itu semangat.
"Ya sudah , mari nak!" Pak samsul mengiyakan lalu bangkit dari duduk nya.
__ADS_1
Bu Tati mengangguk.
"Silahkan Pak, Bu" Robby mempersilahkan Mertua bos nya itu untuk berjalan lebih dulu di depan nya dengan sopan
***
KOREA SELATAN
Keesokan harinya Bisma dan Maura bersiap-siap untuk pergi ke Sauna.
Hari terakhir di korea mereka memilih menghabiskan waktu untuk berkunjung ke Sauna.
gedung tempat yang biasa di gunakan untuk menenangkan diri oleh sebagian orang korea.
mereka mempercayai dengan datang dan menginap di Sauna akan sedikit menghilangkan kecemasan dan masalah yang mereka alami.
Di Sauna ada Rumah perapian dan bermacam tempat untuk olah raga dan kolam kecil untuk berendam.
Pasangan Bisma dan Maura memilih tempat pengapian yang sudah di pesan oleh Bisma hanya untuk dua orang saja, karna Bisma tidak ingin ada yang mengganggu.
pasangan halal itu hanya bersinggah bukan untuk menginap.
"Kok gak ada orang Mas?" Maura mengamati ruangan sempit dan panas itu.
"Kamu booking tempat ini Mas?" tanya Maura lagi.
Bisma menggangguk dan dengan santai pria itu duduk sambil menarik Istrinya agar ikut duduk.
"Ini berlebihan Mas, gak boleh kayak gitu lain kali" Protes Maura menatap Suaminya.
Bisma nyengir kuda, "Iya iya, kan cuma sehari aja gak apa-apa Sayang." Jawab Bisma tersenyum kecil.
Maura menggeleng-geleng kan kepalanya, mau heran tapi itu Bisma suaminya yang dengan mudah melakukan apapun dengan uang nya.
"Mau tiduran gak?" Bisma menepuk-nepuk bantal kecil di samping nya.
"Gak ah, di sini hangat ya, padahal di luar sangat dingin" ujar Maura mengamati api yang berkobar di depan nya di ruangan khusus itu.
"Di luar masih hujan Salju sayang jadi dingin nya lebih terasa" sahut Bisma sambil merebahkan tubuh nya, dengan santai nya tiduran pada paha Istrinya di jadikan untuk bantalan.
Maura kaget dan melotot, Namun Bisma justru malah tersenyum menggoda.
"Mas, jangan gini, malu di lihat orang" ujar Maura menengok ke belakang pintu kecil.
"Mana ada yang berani masuk ke sini, kan udah Mas Booking, jadi biarkan seperti ini sayang, ini membuat Mas sangat nyaman" Sahut Bisma sambil memeluk pinggang Istrinya dan menyembunyikan wajah nya pada perut Istrinya. secara tidak sadar Maura mengelus-ngelus kepala Suaminya hingga membuat Bisma tertidur dalam pangkuan Istrinya dengan nyaman.
__ADS_1
"Ya Ampun Mas, bisa-bisa nya kamu tidur senyaman ini" Maura geleng-geleng kepala melihat Suaminya yang dengan nyaman tidur sambil memeluk pinggang Istrinya.
Maura pun membiarkan saja Suaminya tidur , mungkin suaminya Lelah Maura tidak tega untuk membangunkan nya.
30 menit kemudian Maura merasakan pegal dan kesemutan.
perempuan itu pun mengambil bantal yang ada di samping nya lalu dengan perlahan memindahkan kepala Suaminya pada Bantal kecil itu.
Maura menggerak-gerakan kakinya yang terasa pegal lalu beringsut keluar sebentar untuk membeli minuman, perempuan itu merasa kehausan di dalam ruangan sempit itu terasa sangat panas.
namun tidak tega membangunkan Suaminya yang masih tertidur pulas.
Tidak lama kemudian Maura kembali dengan membawa 2 botol minuman dingin.
Bisma yang sudah bangun langsung menatap Istrinya .
"Sudah bangun Mas?" Maura duduk di samping Suaminya.
"Hemmm, kamu darimana kok Mas di tinggalin" Bisma dengan manja menatap Istrinya masih dengan muka bantal nya menatap Maura.
Maura tersenyum merasa lucu dengan wajah Suaminya yang menggemaskan.
"Nih minum dulu" Maura menyodorkan minuman pada Bisma.
Bisma pun menerimanya.
"Tadi aku keluar sebentar buat beli minum, aku kehausan di sini panas!" Sambung Maura.
"hmmm, Ma'af Mas lupa beli minuman dulu tadi!" ucap Bisma setelah menenggak setengah minuman dingin dari botol nya.
"Gak papa Mas," sahut Maura
"Mau pulang sekarang atau mau keliling Sauna dulu?" tanya Bisma.
"Udah cukup Mas, pulang aja deh, aku juga capek, kita juga harus berkemas kan," Ujar Maura.
Bisma pun mengangguk dan Mereka keluar berganti pakaian seperti semula saat datang, lalu pergi meninggalkan Sauna setelah menaiki taxi untuk kembali ke hotel.
Sore ini juga Bisma dan Maura akan kembali ke tanah Air.
Bulan Madu singkat itu cukup berkesan bagi mereka berdua.
tanpa mereka sadari keduanya kini sudah saling membuka hati terutama Maura yang sulit untuk menerima pernikahan itu.
namun sekarang tanpa dia sadari, dirinya sudah lebih dekat dan menerima Bisma sebagai Suaminya, hanya saja Maura belum bisa mengakui perasaan nya seperti Bisma yang justru terang-terangan mengakui dirinya sangat mencintai Istrinya.
__ADS_1