
Malam Harinya Maura yang sudah selesai makan malam bersama Bisma. memutuskan untuk naik ke atas lebih dulu. perempuan itu mengeluh lelah dan pegal di kakinya. jadi Bisma membiarkan saja Istrinya untuk naik duluan.
Sedangkan Bisma sendiri Membuatkan susu hamil dulu untuk Maura sebelum menyusul naik ke atas.
Bisma beranjak berjalan ke kamar nya setelah selesai membuat Susu. dengan segelas susu hamil di tangan nya Bisma masuk membuka pintu kamar dan menemukan Istrinya yang sedang duduk bersandar pada kepala ranjang dengan kaki di luruskan.
Bisma tersenyum dan meletakan gelas susu itu di nakas.
"Pegal ya Sayang?" Bisma tanpa di minta tangan nya berinisiatif sendiri memijat kaki sang Istri.
"Iya Mas. padahal cuma belanja aja di satu tempat, tapi terasa capek banget. apa karna hamil ya, semenjak hamil aku ngerasa tubuh aku tuh jadi mudah lelah!" ujar Maura.
"Mungkin, bisa jadi Sayang. makanya Mas pijitin ya!" ujar Bisma tersenyum menatap Istrinya.
"Makasih Mas!" ucap Maura membalas tersenyum pada Bisma.
"Kenapa Nggak bilang sama Mas kalau mau belanja. kan bisa Mas temenin Sayang biar nggak capek" Bisma menatap lekat pada Istrinya sambil tangannya tetap memijat kaki Maura.
"Aku Nggak mau ganggu kamu kerja lah Mas, lagian tadinya cuma niat beli pakan Pussy sama Nemo aja kok. tapi ternyata kata Mbak Lana isi kulkas sudah habis dan keperluan dapur juga hampir habis semua, ya udah aku pikir sekalian aja belanja bulanan kan" Maura bercerita panjang lebar pada Suaminya.
Bisma tersenyum menanggapi Istrinya. Bisma bisa merasakan kini Istrinya jauh lebih terbuka dan begitu santai untuk bercerita padanya.
"Minum dulu susu nya Dek!" Bisma mengambil gelas susu di nakas dan memberikannya pada Istrinya.
"Makasih Mas" ucap Maura.
"Sama-sama Sayang. Lain kali kalau mau keluar bilang Mas ya. biar Mas bisa temenin kamu. Mas nggak mau kamu terlalu capek Dek" Ujar bisma menatap Istrinya.
"Iya Mas" jawab Maura.
Bisma tiba-tiba beringsut berjongkok di bawah di hadapan Maura yang duduk miring masih dengan meluruskan kaki nya di atas ranjang . Bisma mengelus lembut perut Maura dan tersenyum simpul. pria itu mendekatkan wajah nya pada perut sang Istri yang sudah terlihat membuncit itu.
"Sayang. Hallo anak Daddy. sehat-sehat ya di perut Mommy sampai kita bertemu nanti" Bisma mengajak bicara pada janin yang baru saja di beri nyawa di dalam rahim sang istri.
Usia kandungan Maura kini sudah berjalan 4 bulan. Bisma sangat bersyukur dan tentunya sangat bahagia. pria itu berkaca-kaca. Bisma dengan gemas menciumi perut Istrinya dengan penuh perasaan.
Maura yang merasakan ketulusan sang Suami. perempuan itu tersenyum menatap sang Suami sambil mengelus-ngelus rambut Suaminya.
Bisma mendongak menatap Maura. Maura mengusap air mata yang hampir jatuh di ujung mata Suaminya.
Mereka sama-sama tersenyum simpul. di balik senyum itu ada sebuah kata yang tidak bisa di deskripsikan kebahagiaannya!
"Oh iya Sayang, tadi siang Mama Chat Mas Dek" Bisma teringat akan pesan Mamanya. pria itu kembali duduk di samping Istrinya.
__ADS_1
"Chat gimana Mas?" tanya Maura
"Mama tanya soal 4 bulanan kamu sayang. kamu maunya konsep yang seperti apa. kata Mama nanti lebih baik di musyawarahkan sama dua keluarga di rumah ini" ujar Bisma.
"Ya udah, besok biar pada kumpul aja dulu di sini. besok kamu libur kan Mas?" Maura menatap lekat pada Suaminya
"Iya Sayang, ya sudah nanti Mas bilang Mama ya. dan kamu kasih tahu ibu dan Ayah juga Alesha untuk datang kesini besok. sekalian makan siang bareng aja!" ujar Bisma menginterupsi Istrinya untuk menghubungi orangtuanya juga Adiknya.
"Iya Mas" jawab Maura.
Bisma menatap dalam pada Istrinya. Ada rasa ingin menggaulinya namun Bisma tak sampai hati karna Maura tadi mengeluh capek. Bisma pun Ikut merebahkan diri di samping Istrinya memeluknya posesif. Maura menyembunyikan wajahnya pada Dada Bidang Suaminya. Perempuan itu tertidur begitu cepat dalam dekapan Suaminya.
Bisma pun menciumi pucuk kepala Istrinya lalu memejamkan matanya menyusul Maura ke alam Mimpi.
Pasangan halal yang sebentar lagi akan menjadi orangtua muda itu terlelap damai dengan saling memeluk memberi kehangatan satu sama lain.
Di jam yang sudah larut malam. Maura terbangun karna merasa dirinya ingin ke kamar mandi. Maura pun memindahkan tangan Suaminya yang melingkar di perutnya. Maura beringsut pelan-pelan agar tidak sampai membuat Bisma terusik.
Namun Bisma ternyata terusik oleh pergerakan Istrinya kemudian pria itu membuka matanya perlahan dan terjaga menatap Istrinya yang hendak turun dari ranjang.
"Mau kemana Dek?" Bisma mengucek matanya yang terasa lengket
"Mau pipis Mas!" Maura beranjak berjalan ke kamar Mandi.
Bisma pun mengekor dengan setengah mengumpulkan nyawanya. Bisma merasa sangat mengantuk tapi khawatir dengan Istrinya yang tengah malam terbangun.
"Mas. ngapain kamu ngikutin aku!" ujar Maura menatap Suaminya yang dengan mata setengah terpejam berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Nungguin kamu sayang. Udah selesai?" tanya Bisma.
"udah, ayo!" Maura Menggandeng lengan Suaminya dan berjalan kembali ke Ranjang.
"Mas. aku lapar!" Cetus Maura.
Bisma membuka lebar matanya sambil berkedip-kedip menatap sang Istri.
"Jam segini mana ada delivery makanan Dek" ujar Bisma melirik jam di dinding menunjukan pukul 00:45 PM.
"Ya kamu dong Mas yang masak. Bisa kan?" Ujar Maura dengan enteng nya.
"Hah. Mas yang masak?" Bisma menatap Istrinya tak percaya.
Maura mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum manis demi merayu Suaminya agar mau memasak untuk dirinya.
__ADS_1
Bisma menghela nafas kemudian pria itu mengangguk pasrah.
Maura tersenyum sumringah menatap sang Suami.
"Mau makan apa emang nya?" tanya Bisma
"Apa aja Mas, nasi goreng juga boleh!" jawab Maura.
"Mas lihat dulu ya, masih ada nasi apa enggak" ujar Bisma.
"Aku Ikut!" Ujar Maura sudah berdiri lebih cepat dari Bisma.
Bisma mendongak menatap Istrinya lalu mengangguk mengiyakan.
Pasangan halal Itu pun turun ke dapur dan Bisma mencari bahan untuk membuat nasi goreng, kebetulan masih ada sisa nasi bekas makan malam di megicome.
Bisma segera Memasak dengan mata yang di paksakan untuk terjaga demi Istrinya. Maura duduk di kursi meja makan sambil memperhatikan Suaminya.
Maura tersenyum menatap punggung sang Suami yang sibuk bergerak meracik bumbu.
Maura pun dengan iseng memvidio Bisma tanpa sepengetahuan Suaminya sambil menahan senyum. Maura merasa sangat beruntung di jodohkan dengan Bisma. Laki-laki yang awalnya dia tolak. ternyata adalah laki-laki yang tulus mencintainya bahkan Bisma rela melakukan apapun demi dirinya.
Kini Maura lebih bisa menerima dan membalas Cinta sang Suami seperti seharusnya.
Bisma melirik Maura dan tersenyum tipis. Maura segera menurunkan Ponsel nya saat Suaminya menatap nya. Maura balik tersenyum pada Suaminya.
"Kamu vidioin Mas ya!" Bisma tersenyum kecil menatap Istrinya.
Maura nyengir kuda dan terkekeh. Bisma dengan gemas mendekati Istrinya lalu mencubit pipinya sambil tertawa kecil.
"Usil banget sih Istrinya Mas!"
"Ma'af Mas. habis kamu serius banget loh. Aku sampe di cuekin " Maura mendrama membuat Bisma semakin gemas.
"Ya kan Mas fokus Sayang" ujar Bisma kembali ke kitchen melanjutkan nasi goreng yang hampir matang.
"Masih lama Mas?" Tanya Maura.
"Bentar lagi. Sabar ya!" ujar Bisma dengan lembut melirik sekilas pada Istrinya.
Maura pun tidak menyahut lagi. perempuan itu memilih memainkan ponsel nya dan terbesit di pikirannya untuk mengunggah vidio Suaminya tadi ke Instagram nya. Maura tersenyum lucu melirik Suaminya.
Wanita hamil itu pun benar-benar mengunggah vidio Suaminya dengan caption. [Calon Daddy Siaga]
__ADS_1
Maura meletakan Ponsel nya ke meja saat Bisma menghampirinya dengan membawa satu piring nasi goreng pesanan Maura!.
Bisma tersenyum sangat manis pada Istrinya!