Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 33


__ADS_3

Bisma dan Maura terlalu fokus dan menikmati adegan demi adegan dalam film itu. mereka belum menyadari atau curiga dengan seseorang yang duduk di sebelah Maura sejak film baru di putar.


Rama melirik Maura dan tersenyum di balik masker nya. Ada rasa tidak rela melihat Perempuan yang masih menempati hatinya itu begitu dekat dengan Sahabat nya meski itu adalah Suaminya.


Ya Rama diam-diam telah mengikuti Bisma Dan Maura sejak Mereka keluar dari rumah satu jam yang lalu.


FLASHBACK ON


Entah apa yang membawanya ke rumah Bisma. Rama dengan pikiran yang kacau tanpa sadar membawa mobilnya berhenti di depan rumah Sahabat nya. secara bersamaan Maura keluar bersama Bisma Mereka seperti mau pergi.


Rama melihat Maura yang tersenyum sumringah menatap sang Suami, hatinya merasakan panas kembali, pria itu masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Maura adalah Istri dari sahabat nya sendiri.


Mobil Bisma melaju keluar gerbang. dan Rama mengikuti mobil Bisma begitu saja. setelah mobil Bisma berhenti di sebuah Mall Rama pun berhenti agak berjarak agar tidak sampai di curigai oleh Bisma. Rama menyamar dengan memakai hoddie hitam, topi dan masker hitam. berharap Bisma atau Maura tidak mengenalinya nanti.


Sampai di dalam Rama masih mengikuti kemana langkah Bisma dan Maura berjalan. lagi-lagi Rama di buat panas oleh perlakuan Bisma terhadap Maura saat Bisma membeli popcorn dan minuman cup.


FLASHBACK OF


Maura melirik ke arah Rama dengan ekor matanya. perempuan itu mulai curiga dan merasa tidak asing dengan seseorang yang duduk di sebelah nya. Maura reflek menautkan tangan nya pada tangan Suaminya dan Bisma pun menoleh lalu menatap Istrinya.


Maura melirik kembali seseorang yang di sebelah nya lalu Bisma pun menyadari ketakutan Istrinya.


Bisma berdiri dan menginterupsi Istrinya agar bertukar tempat duduk.


Kini Bisma dan Maura bertukar tempat, Bisma melirik tajam pada pria di sebelah nya. Rama pun merasa Bisma mencurigai nya tapi sebisa mungkin Rama tetap stay cool menatap lurus ke depan.


2 jam kemudian film pun berakhir.


satu persatu orang-orang mengantri untuk keluar dari studio bioskop itu.


setelah di luar studio Maura ijin untuk ke kamar Mandi pada Suaminya.


"Mas aku ke kamar mandi bentar ya" Ujar Maura.


"Mau mas antar gak?" Bisma menawarkan diri mengingat istrinya sedang hamil muda, Bisma jelas khawatir.


"Gak usah Mas, kamu tunggu di sini aja" sahut Maura.


"Ya sudah Mas tunggu di cafe itu ya!" Bisma menunjuk sebuah cafe tempat para anak-anak muda nongkrong .


Maura mengangguk lalu beranjak meninggalkan Suaminya untuk ke kamar mandi.


Setelah selesai dengan urusan nya di kamar mandi Maura segera keluar menemui suaminya. namun saat baru saja Maura membuka pintu tangan nya ada yang menarik dengan cepat.

__ADS_1


Maura hampir berteriak karna kaget namun Rama dengan sigap menutup mulut Maura dengan tangan lebar nya.


Maura terkesiap dan begitu shok saat Rama membuka topi dan Masker nya.


"Kak Rama, apa yang kamu lakukan?" Maura mengerutkan dahinya


"Maura, rasanya seperti mimpi aku bisa bertemu kamu lagi" Rama dengan kurang ajar nya memeluk tubuh Maura tanpa berpikir konsekuensi nya.


Maura tentu saja kaget dengan apa yang di lakukan oleh Rama, Maura merasa seperti Dejavu, ingin menolak tapi hatinya masih menerima laki-laki masa lalu nya itu.


"Kak tolong lepaskan, jangan seperti ini. aku gak mau ada yang salah paham kak lepas!" Maura berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan sang mantan. namun kalah kuat oleh tenaga Rama yang enggan melepas pelukan nya.


Bisma yang merasa Istrinya terlalu lama di kamar mandi. pria itu khawatir terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, Bisma pun memutuskan menyusul Istrinya ke kamar Mandi.


Namun siapa sangka saat yang bersamaan Bisma justru di suguhkan pemandangan yang tidak mengenakan hatinya.


harus melihat dengan jelas Istrinya di peluk begitu erat oleh pria lain yang tak lain adalah sahabat nya sendiri.


Bisma mengepal kan tangan nya, hatinya memanas. matanya memerah menahan emosi


Tapi Bisma menahan diri untuk tidak langsung menghampiri Istri dan sahabat nya itu.


Bisma ingin tahu apa hubungan antara Istri dan sahabat nya yang Bisma sendiri sudah curiga sejak Pertemuan Istri dan sahabat nya di kantor kemarin.


"Jangan seperti ini kak, tolong mengertilah hubungan kita sudah berakhir, jadi tolong lepaskan kak, bahkan Kamu tahu suamiku adalah sahabat kamu sendiri, jadi tolong hargai itu" maura masih berusaha untuk melepaskan diri namun Rama begitu kuat memeluk tubuh mungil Maura.


Rama menggeleng lemah di balik punggung Maura sambil menangis pilu.


Bisma yang sejak tadi berdiri tak jauh dari mereka akhirnya tidak bisa menahan emosinya lagi. Bisma mengepal dengan kuat tangan nya. Pria itu berjalan cepat menghampiri Istri dan sahabat nya.


Bisma menarik hoddie yang di pakai Rama lalu dengan cepat pria itu memukul keras wajah Rama.


Rama yang belum siap menerima serangan dadakan yang di layangkan oleh Bisma, membuat Rama terhuyung ke belakang membentur tembok.


BUGH.


Bisma kembali membogem Rama dengan penuh emosi. kilatan amarah yang membuncah membuat Bisma kesetanan ingin menghabisi sahabat nya sendiri


"Brengsek lo Ram!" Bisma menarik Kerah hoddie Rama menatap tajam pada Rama.


"Bis, gue bisa jelasin tolong jangan gini" Rama berusaha menenangkan Bisma.


namun Bisma justru menarik lebih kuat lagi kerah Hoddie Rama.

__ADS_1


"Mas stop, tolong jangan kayak gini Mas!" teriak Maura sambil terisak. perempuan itu ketakutan melihat Suaminya semarah itu.


Bisma melirik ke arah Istrinya yang terisak menangis sambil memegangi perut nya, Bisma pun langsung melepaskan cengkraman nya pada Rama lalu menghampiri Istrinya.


"Dek, kamu gak pa-pa?" Bisma berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan Istrinya yang menahan sakit di perut nya


Maura mencengkram kuat tangan Suaminya sambil meringis kesakitan.


Rama yang melihat itu segera menghampiri Maura , tidak perduli dengan Bisma yang masih marah dengan nya.


"Maura kamu gak pa-pa" Rama hendak berjongkok namun di tahan oleh Bisma.


"Pergi loh sekarang!" Tekankan Bisma menatap tajam pada Rama


"Bis please tunda dulu marah lo sama gue, Maura sedang kesakitan sekarang" ujar Rama mencoba memberi pengertian pada Bisma.


"Ini semua gara-gara lo, kalau lo gak ngikutin gue, Istri gue gak akan kayak gini, mau lo apa hah!" Bisma menyalahkan Rama dengan penuh emosi


"Ma'af Bis" Rama sadar tindakan nya memang salah.


"Stoopp. bisa gak sih kalian gak ribut dulu!" Maura benar-benar gemas dengan kelakuan suami dan mantan kekasih nya itu.


Bisma dan Rama melirik Maura bersamaan lalu mereka saling tatap penuh kebencian.


"Kita ke rumah sakit ya" Bisma menuntun Istrinya untuk bangun dan membawanya keluar dari area toilet.


Bisma menuntun Istrinya untuk duduk sejenak.


"Minum dulu" Bisma memberikan sebotol air mineral yang sudah dia buka tutup nya


"Masih sakit?, kita ke rumah sakit aja ya" Bisma khawatir pada Istri dan calon anak nya.


"Gak perlu Mas, cuma keram aja kok, ini udah mendingan" ujar Maura menyerahkan kembali botol air mineral yang sudah dia minum sedikit pada Suaminya.


"Yakin?" tanya Bisma sambil menutup kembali botol itu dan menaruh nya di pinggir.


Maura mengangguk pelan.


Rama memperhatikan Bisma dan Maura dari balik tembok toilet, Hatinya terenyuh melihat wanita yang sangat di cintainya kini semakin sulit untuk dia gapai.


Rama merasa bersalah telah membuat huru hara dalam rumah tangga Sahabat nya. Rama sadar tindakan nya memang salah. tapi pria itu tidak bisa memungkiri kalau dirinya begitu merindukan Mantan kekasih nya. meskipun Rama tahu konsekuensi nya. Bisma pasti sangat membencinya saat ini.


Setelah melihat keadaan Maura lebih baik. Rama pun pergi meninggalkan Mall itu dengan hati dan pikiran yang hancur!.

__ADS_1


__ADS_2