Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 54


__ADS_3

Tangis pecah mengharukan dalam sebuah pelukan hangat seorang kakak dan adik yang saling merindukan satu sama lain.


Maura melepas pelukan nya dari tubuh Alesha. Maura menatap bahagia pada sang Adik. begitupun dengan Alesha. gadis itu kembali merasakan kehangatan sang kakak yang dia tahu sang kakak selalu menyayanginya.


"Sayang duduk yuk, Sha ayo duduk" ajak Bisma pada dua wanita beda usia itu.


Maura dan Alesha pun duduk. Asisten Robby yang sejak tadi memperhatikan Alesha dan istri dari Bos nya itu pun ikut duduk agak berjarak dari sang majikan.


"Alesha. rasanya kakak nggak bisa berkata-kata lagi. kakak seneng banget Sha, akhirnya kamu bisa melewati masa koma yang berkepanjangan. kakak bangga sama kamu Sha!" Maura mengusap lembut tangan Alesha.


Alesha mengangguk dan tersenyum simpul. "Aku juga bahagia bisa lihat kakak tersenyum seperti ini. ma'afkan aku kak, aku sudah menjadi beban dalam hidup kakak selama ini" Alesha merasa dirinya belum bisa membuat sang kakak bangga justru Alesha merasa kalau dirinya adalah beban untuk sang kakak.


Dengan cepat Maura menggeleng "Tidak Sha. itu Nggak benar. kakak nggak pernah menganggap kamu beban. kakak akan melakukan apapun untuk kamu, karna kakak ingin melihat kamu bahagia Sha. jangan pernah berpikir sedangkal itu! ujar Maura menatap dalam pada sang Adik.


"Terimakasih Kak. Kakak memang terbaik untuk aku, aku sayang sama kakak" Alesha menatap sang kakak dengan mata berkaca-kaca.


Bisma dan asisten Robby yang sejak tadi menyaksikan kakak beradik itu berinteraksi, keduanya tersenyum simpul menatap lekat pada Alesha dan Maura.


Alesha menyadari di dekatnya bukan hanya ada Kakak nya saja tapi juga ada kakak ipar nya yang sejak tadi diam menyaksikan drama adik kakak itu.


Alesha melirik Bisma dan mengangguk sopan. Rasanya Alesha masih kaku untuk menyapa sang kakak Ipar. karna yang Alesha tahu kakak ipar nya itu adalah cucu Rektor kampus yang akan menjadi tempatnya belajar nanti.


Maura merasakan apa yang di rasakan oleh sang Adik yang merasa canggung pada Suaminya.


Maura pun berusaha mencairkan suasana.


"Oh iya Sha. kenalin Suami kakak. namanya Bisma!" Maura memperkenalkan Suaminya pada sang Adik.


Alesha menoleh pada sang kakak lalu melirik Bisma dan tersenyum tipis. Bisma pun mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Adik ipar nya. Alesha menerima uluran tangan Sang kakak ipar.


"Gak perlu kaku gitu kali Sha. kamu juga Mas" Maura merasa gemas dengan adik dan Suaminya.


Bisma terkekeh dan Alesha tersenyum kecil.

__ADS_1


"Kamu sama Asisten Robby sudah makan belum?" tanya Maura menatap Adiknya dan Asisten Robby bergantian.


"Belum Nyonya. tadi Nona Alesha langsung minta di antar kesini setiba di bandara!" jawab Asisten Robby.


"Hmmm. Nggak sabar ya mu ketemu Kakak!" Maura melirik sang Adik sambil tersenyum menggoda


"Banget. Aku udah kangen banget sama kakak. apalagi sekarang kan kita udah gak tinggal sama-sama lagi. pasti kakak jarang ada waktu buat aku!" Alesha menatap sang kakak dengan tatapan sendu.


"Alesha meskipun kita tinggal terpisah kakak tetap kakak mu Sha, datanglah kalau kamu merasa rindu dengan kakak. dan kakak juga akan sering ke rumah untuk bertemu kamu, ayah dan Ibu tentunya!" ujar Maura mengusap punggung Sang adik penuh kelembutan.


"Iya kak. aku tahu kok. yang penting kakak bahagia di sini. dan jaga baik-baik calon keponakan aku ya" Alesha tersenyum dan mengelus lembut perut sang Kakak yang sudah terlihat membesar.


Maura tersenyum simpul menatap sang Adik.


Setelah berbincang-bincang mengobrol kesana kemari dengan penuh keharuan dan senyum bahagia di antara kakak beradik itu dan juga senyum mereka menular pada orang yang melihatnya yaitu Bisma dan asisten Robby tentu ikut bahagia dengan pertemuan kedua kakak beradik itu.


Bisma dan Maura mengajak Alesha dan Asisten Robby untuk makan malam bersama. Mereka berempat makan sambil di selingi obrolan ringan mengenai cerita Alesha selama di rumah sakit singapura yang di dampingi oleh asisten Robby.


"Sama-sama Nyonya, sudah menjadi tugas saya. jadi Nyonya tidak perlu khawatir. saya akan bekerja semaksimal mungkin menjalankan tugas dari Tuan Bisma dan Nyonya Maura" Ujar Asisten Robby sambil tersenyum tipis.


"Robby, nanti ke ruangan saya sebentar ya. saya mau bicara!" Bisma menginterupsi Asisten Robby.


"Baik Tuan" jawab Asisten Robby dengan tegas.


Mereka melanjutkan makan dengan tenang. tidak ada yang bersuara selama makan. hanya suara dentingan sendok dan garpu saja yang terdengar.


Sesekali Maura dan Alesha saling lirik dan melempar senyum.


Kakak beradik itu benar-benar merasa sangat bahagia malam itu!


Setelah selesai makan Bisma yang tadi sudah menginterupsi asisten Robby untuk ke ruang kerjanya. segera beranjak di ikuti oleh asisten Robby.


Sementara Maura dan Alesha memilih menepi ke ruang tengah mereka melanjutkan ngobrol berdua saling melepas rindu satu sama lain.

__ADS_1


"Duduklah Rob!" Bisma menyuruh Asisten Robby untuk duduk di sopa


"Terimakasih Tuan" Asisten Robby pun duduk.


"Bagaimana selama di sana, apa Nggak ada masalah?" tanya Bisma memulai pembicaraan.


"Aman Tuan, tidak ada masalah sama sekali dan Nona Alesha memang sangat cepat dalam pemulihan. sangat di luar prediksi Dokter Tuan" Asisten Robby menjelaskan .


"Syukurlah. itu justru bagus kan, tidak sia-sia membawanya ke singapura dan hasilnya memang begitu cepat, dan tugas kamu belum selesai sampai di situ Robby. saya masih ada tugas untuk kamu! ujar Bisma.


"Tugas apa Tuan, saya akan melakukannya untuk Tuan" ujar Asisten Robby serius.


"Besok kamu datang ke kampus nya Opa ya. temui Opa langsung sebagai Rektor kampus. dan bicara pada Opa tentang pendaftaran ulang Alesha. Alesha sudah sempat mendaftarkan diri sebelum kecelakaan. dan Alesha sudah di terima sebagai mahasiswi baru dengan Nem tertinggi dari sekolah nya. kemungkinan besar Alesha akan lebih mudah untuk bisa masuk kembali ke kampus itu" Bisma memberi kembali pekerjaan untuk Asisten Robby untuk mengurus pendaftaran ulang Alesha.


"Baik Tuan. besok Saya akan ke sana untuk menemui Tuan Besar" Ujar Asisten Robby.


"Ajak serta Alesha. karna pasti Alesha akan di butuhkan untuk sebuah tanda tangan nantinya" ingatkan Bisma pada Asisten Robby.


"Baik Tuan!" jawab Asisten Robby.


"Terimakasih ya Rob sudah bekerja dengan baik selama ini" ujar Bisma menatap Asisten Robby dengan wajar datar.


"Sama-sama Tuan, sudah tugas Saya, Saya akan bekerja dengan baik untuk Tuan!" Asisten Robby dengan tulus mengabdi pada Bos nya.


Usia yang hampir sama dengan Bos nya memudahkan Asisten Robby untuk berkomunikasi dengan baik dan tidak terlalu canggung, begitupun dengan Bisma. memiliki asisten seumuran tidak membuatnya merasa canggung jika menyuruh nya melakukan sesuatu. Bisma tersenyum tipis. Bisma selalu bersikap datar dan dingin ketika berhadapan dengan orang lain termasuk dengan asisten Robby. namun Bisma akan berubah 90% jika sedang bersama Istrinya.


"Ya sudah Tuan kalau begitu saya mohon Ijin untuk mengantar Nona Alesha pulang. sudah malam juga, takutnya Pak Samsul dan Bu Tati menunggu lama" ujar Asisten Robby.


"Oh, ya sudah kalau begitu. hati-hati Rob, jangan lupa besok" Bisma mengingatkan kembali asisten Robby.


"Iya Tuan" jawab asisten Robby


Bisma dan Asisten Robby keluar menemui Maura dan Alesha yang masih asyik bercanda dan tertawa bersama. Bisma melihat Istrinya tertawa lepas. hatinya merasa bahagia hanya karna melihat Istrinya tertawa tanpa beban. Bisma tersenyum tipis menatap sang Istri yang belum menyadari keberadaan dirinya yang semakin mendekat.

__ADS_1


__ADS_2