
Arfan dan Gerry mencoba untuk menengahi pertengkaran dua sahabatnya. Arfan dan Gerry tidak habis pikir kedua sahabat yang selama ini tidak pernah bersitegang. malam ini mereka menyaksikan perkelahian yang amat sengit antara Bisma dan Rama.
"Kalian udah tenang sekarang?" tanya Gerry melirik Bisma dan Rama bergantian
Bisma dan Rama terdiam masih saling tatap penuh kebencian.
"Kenapa sih. kalian sampe berantem gini hah. nggak bisa ya selesaikan dengan kepala dingin" ujar Arfan tak habis pikir.
"Dia yang mulai. bikin hura hara dalam rumah tangga gue" Bisma menyahut melayangkan tatapan sengit pada Rama.
Arfan dan Gerry menoleh ke Rama dan Rama menghela nafas sambil menunduk. Rama menyadari Kenapa Bisma sampai semarah itu. kini Rama tahu pasti Bisma mengetahui pertemuannya dengan Maura tadi pagi!
"Lo bikin masalah apa lagi Ram?" tanya Gerry ikutan geram
"Ram. lo itu seorang ayah nggak seharusnya lo bersikap kayak bocah. dan lo Bis, lo juga calon Ayah. harusnya lo bisa bersikap dewasa dalam menghadapi masalah. kalian bukan anak kecil yang harus berantem-berantem kayak gini. mau jadi jagoan kalian berdua?" Arfan benar-benar kesal dengan sikap dua sahabatnya. tanpa Arfan tahu akar permasalahan nya seperti apa.
Rama Terdiam. Arfan melirik Bisma dan Bisma mengeluarkan ponsel nya dari saku lalu memberikannya pada Arfan. mata Arfan hampir saja keluar saking kaget nya dengan isi vidio yang di kirim oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab pada nomor Bisma. Gerry melongok mengintip apa yang di lihat oleh Arfan.
Gerry reflek saja menoleh pada Rama melayangkan tatapan tajam
"Sekarang lo paham kan. kenapa gue emosi banget. emang tuh anak Brengsek,!" Bisma kembali terpancing emosi dan hendak bangun tangan nya sudah hampir mendekati Rama.
Arfan dengan sigap menahan tubuh Bisma dan Bisma kembali duduk di samping nya.
"Rama. sekarang lo jelasin semuanya!" ujar Arfan serius. dan Gerry menyikut pinggang Rama memberi kode.
Rama mengangkat wajah nya menatap Bisma. Bisma membuang Muka dengan nafas yang masih terengah-engah.
"Bis. gue minta ma'af. gue tahu gue salah. tolong lo jangan marah sama Maura Bis. gue yang memintanya buat nemuin gue di taman itu. dan soal tindakan gue ke Maura itu karna gue sedang mabuk!" jelaskan Rama panjang lebar berharap Bisma bisa mengerti.
Bisma menatap tajam pada Rama. Bisma memilih diam saja tak ada satu katapun yang keluar dari mulut Bisma. lidah nya terasa kelu hatinya begitu hancur tidak terima Istrinya di nikmati oleh laki-laki lain meski itu hanya sebuah pelukan dan ciuman. terlebih lagi Maura terkesan tidak menolak.
Dada Bisma kembang kempis bergumuruh merasakan sesak dan panas.
__ADS_1
Tiba-tiba Bisma bangun dari duduk nya. Bisma mengusap bibir mya yang berdarah dan menatap Rama dengan tatapan membunuh!
Bisma lalu beranjak keluar. Arfan yang melihat itu segera menyusul Bisma. Arfan menyentuh lutut Gerry menginterupsi agar tetap tinggal bersama Rama di dalam!
"Bisma!" panggil Arfan menghampiri Bisma yang sudah hampir membuka pintu mobil.
Bisma menoleh.
"Bis. ingat jangan sampai lo kasar sama Istri lo, Maura gak sepenuh nya salah. dia cuma korban keegoisan nya Rama. ingat Istri lo lagi hamil anak lo Bis!" ujar Arfan menasehati. Arfan menepuk punggung Bisma.
Bisma mengangguk pasti. lalu membuka pintu mobilnya.
"Gue balik ya" Bisma masuk ke dalam mobil sambil menoleh ke arah Arfan.
"Hati-hati lo. inget pesan gue!" Ujar Arfan mengingatkan kembali Sahabat nya yang mungkin saja di luar kendali nantinya.
Bisma kembali mengangguk dan menyalakan mesin mobilnya lalu meninggalkan tempat itu.
Giliran Rama yang di sidang oleh Arfan dan Gerry. Rama hanya diam tertunduk. pria itu merasa sangat bodoh telah bertindak jauh pada mantan kekasih nya. Rama merutuki dirinya sendiri tapi pria itu juga kepikiran bagaimana keadaan Maura saat ini. apakah Bisma akan melakukan kekerasan dan menghukum nya
Rama juga berpikir siapa yang sudah berani memvidio dan mengirimkan vidio itu pada Bisma secara gamblang!
Rama memejamkan matanya mengusap wajahnya dan menjatuhkan wajah nya pada lutut. tangan nya melingkar di leher mengacak rambutnya frustrasi.
Arfan dan Gerry memperhatikan Sahabat nya yang terlihat sangat frustrasi. Mereka pun menghela nafas dan menyandarkan kepalanya pada sandaran sopa.
Maura mengerjapkan matanya membuka mata dan terjaga sepenuhnya. Maura melirik samping tidak ada Suaminya. perempuan itu mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut kamar tidak menemukan Suaminya.
Maura pun beringsut dan membersihkan diri ke kamar mandi. setelah selesai mandi Maura naik kembali ke ranjang dan melirik jam dinding menunjukan jam 00:50 PM.
Maura merasa ada yang aneh. tidak biasanya Tengah malam seperti ini Suaminya tidak di rumah. Maura merasa khawatir. perempuan hamil itu mengambil ponsel nya dan hendak menghubungi Suaminya. namun baru saja Maura menyentuh ponsel nya pintu kamar terbuka dan Bisma masuk begitu saja dengan wajah datar.
"Mas!" panggil Maura. perempuan itu beringsut menghampiri Suaminya yang berjalan pelan.
__ADS_1
"Mas. kamu darimana?. kenapa penampilan kamu kayak gini. kamu berantem Mas?" Maura melihat memar keunguan dan bekas darah di bibir Suaminya. perempuan itu menyentuh Wajah Suaminya namun dengan cepat Bisma menepisnya.
Maura mengerutkan alisnya bingung. Bisma duduk di ranjang dengan tatapan kosong.
Maura tak ambil pusing dengan sikap Suaminya. perempuan itu beranjak keluar untuk mengambilkan kompresan untuk Suaminya
3 menit kemudian Maura kembali dengan membawa baskom kecil berisi air es dan washlap untuk mengkompres wajah Bisma yang tampak memar karna pukulan keras dari Rama.
"Kenapa bisa kayak gini sih Mas?" Maura dengan hati-hati mengelap sisa darah yang sudah mengering di bibir Bisma dan mengelap pipi Bisma yang keunguan di samping matanya.
Bisma menatap sendu pada Maura. lalu menurunkan tangan Istrinya pelan. Bisma lalu berdiri dan masuk ke kamar mandi begitu saja. membuat Maura bingung dengan sikap dingin Suaminya yang tiba-tiba.
'Mas Bisma kenapa sih. kenapa sikapnya jadi dingin gitu' gumam Maura dalam hati. Maura menatap pintu kamar Mandi yang tertutup rapi dan terdengar gemercik air Shower dari dalam.
Maura menghela nafas dan beranjak mengembalikan bekas kompresan tadi ke dapur.
Sementara Bisma di dalam kamar mandi. pria itu merasakan sesak dalam dadanya. hatinya begitu sakit dan hancur. namun Bisma tidak bisa marah pada Istrinya.
sesakit itu. Bisma sampai menangis tersedu di bawah kucuran air Shower yang membasahi tubuh nya. Bisma memukul pilu dada bidang nya. merasakan sakit hati yang begitu dalam.
'Kebodohan ku adalah. aku terlalu dalam mencintaimu Maura. sampai aku tidak sadar kalau kamu tidak mencintaiku dengan tulus. aku memang bodoh. aku terlalu mencintai kamu Maura!" Bisma merutuki dirinya sendiri bermonolog dengan sangat lirih.
Sesakit itu sampai-sampai Seorang Bisma menangis tersedu. menangisi perasaan nya sendiri terhadap Istrinya. mencintai Sendiri itu sungguh sakit.
Maura yang sejak tadi menunggu Suaminya merasa Bisma terlalu lama di dalam kamar mandi. perempuan itu pun menghampiri kamar mandi yang masih tertutup rapat.
"Mas, jangan terlalu lama mandinya. ini sudah malam nggak baik untuk kesehatan loh" Sahut Maura khawatir.
"Iya!" Bisma menyahut dari dalam dengan datar.
Maura kembali di buat bingung oleh sikap Suaminya yang tidak biasanya bersikap dingin seperti ini.
lagi-lagi Maura menghela nafas berat dan beranjak ke ruang ganti untuk mengambilkan baju ganti untuk Suaminya!
__ADS_1