Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 53


__ADS_3

Setelah selesai bersih-bersih Bisma langsung menghampiri Istrinya yang sudah menyiapkan sajadah untuk nya. Bisma tersenyum dan segera menempati shop di depan Maura untuk mengimami Istrinya.


Maura dan Bisma menunaikan ibadah shalat ashar dengan khusuk. Setelah selesai Shalat keduanya seperti biasa Maura mencium punggung tangan Suaminya dengan takzim dan Bisma selalu mencium kening Istrinya dengan sayang.


Maura segera melipat mukenah nya dan Bisma melipat sajadah dan sarung nya.


Bisma berjalan ke ranjang dan merebahkan tubuh nya yang terasa lelah. Maura melirik Suaminya sekilas dan menyusulnya ke ranjang.


"Capek ya Mas?" Maura duduk di depan Suaminya yang sedang rebahan. tangan nya terulur memijat kaki Suaminya.


"Hu'um. tapi Capek Mas ilang kalau lihat kamu senyum" ujar Bisma bernada guyonan.


"Hmmmm gombal!" Maura melirik sinis dan tersenyum kecil pada Suaminya.


Bisma tertawa kecil menatap Istrinya.


"Tadi dari kantor Mas, langsung pulang atau mampir kemana dulu?" tanya Bisma


"Tadi aku mampir ke Galeri nya kak Gerry" jawab Maura.


"Oh ya. tadi siang peluncuran lukisan terbarunya ya. Mas sampai lupa gak datang!" Bisma menepuk jidatnya mendrama


"Mas di undang?"


"Iya. Mas di undang tapi Mas lupa gara-gara banyak kerjaan. hehe!' Bisma sama sekali tidak merasa bersalah pada Gerry


"Padahal kak Rama tadi datang loh!" ujar Maura.


"Apa. Rama?" Bisma kaget dan langsung beringsut duduk di samping Istrinya.


Maura mengangguk menatap Bisma.


"Katanya habis meeting sama kamu dan kak Arfan. kok kamu Nggak ikut sekalian?"


"Kenapa juga kamu nggak menghubungi Mas Dek" ujar Bisma bernada sinis.


"Kok aku.!"


"Iyalah, harusnya kamu telpon atau chat Mas buat jemput kamu di sana, sengaja kan biar bisa ketemu sama mantan berlama-lama tanpa pantauan Suami!" Bisma tiba-tiba merasa kesal dan cemburu ketika Tahu Istrinya bertemu dengan Rama di Galeri.

__ADS_1


Maura mengerutkan alisnya. perempuan itu merasakan hawa dingin kembali di tunjukan oleh Suaminya. sepertinya Maura salah bicara.


"Aku pikir kamu sudah pulang Mas. jadi aku langsung pulang aja. lagian nggak ngobrol banyak kok. ada kak Gerry juga di situ, kami ngobrol bersama sebentar, Kamu cemburu?" Maura malah memancing Bisma.


Bisma menoleh dan menatap tajam pada Maura.


"Tentu saja Aku cemburu Dek. kamu pikir siapa yang nggak cemburu kalau Istrinya ketemu sama mantan?" Bisma benar-benar kesal.


Maura justru tersenyum dalam hati. Maura mengusap lembut punggung tangan Suaminya sambil menatap nya lekat.


"Jadi Suami aku cemburu nih. lucu banget sih kalau lagi cemburu gini, Sini deh aku kasih tahu!" Maura mendekatkan wajah nya pada Wajah Bisma. dan Bisma begitu menurut saja dengan Istrinya.


"Kamu percaya kan. kalau aku mencintai kamu Mas!" ucap Maura berbisik lirih ke telinga Suaminya.


Bisma menahan senyum dan beringsut kembali ke posisi semula.


"Kamu juga tempo hari ketemu sama kak Irene kan?" cetus Maura menatap Bisma.


Bisma melebarkan bola matanya. pria itu kaget kenapa Istrinya bisa tahu.


"Kok kamu tahu. Sayang sumpah Mas Nggak ada maksud buat gak bilang sama kamu. Mas juga gak lama kok cuma saling nyapa biasa aja!" Bisma menggenggam tangan Istrinya menatap Maura dengan tatapan khawatir istrinya akan marah.


"Kok Bisa?" tanya Bisma.


"Dia yang lebih dulu datang di sana. tapi memang tujuan nya ke jakarta itu untuk bertemu sama kamu Mas!" ujar Maura menatap sendu pada Suaminya.


Bisma mengerutkan alisnya hingga bertaut.


"Dia sendiri yang bilang begitu. dan kamu Mas, aku minta kamu berhati-hati sama kak Irene. aku merasa kak Irene punya rencana lain untuk mendekati kamu lagi. cara dia menatap aku seperti orang yang tidak suka. bahkan saat aku ajak bersalaman saja dia buang muka" ujar Maura merasa sedih dan merasa di remehkan oleh mantan kekasih suaminya itu.


"Masa sih Irene seperti itu?" Bisma kaget dengan penuturan Istrinya. rasanya Bisma tak percaya Irene bersikap tidak sopan pada Istrinya.


"Kamu gak percaya Mas" Maura menatap tajam pada Bisma.


"Bukan gitu sayang. ya sudah lah yang penting kan kamu sudah tahu dan bisa berhati-hati kalau nanti ketemu lagi" ujar Bisma tidak ingin berdebat


"Kata-kata itu lebih tepat buat kamu Mas" ujar Maura sinis.


Bisma menghela nafas berat dan mengangguk "Iya sayang. Mas akan berhati-hati jika bertemu Irene. jangan khawatir Mas gak mungkin membuka hati kembali untuk nya. hati Mas sudah penuh di isi oleh namamu Maura Putri Anesha binti Ayah Samsul!" Bisma membawa tangan Maura ke dada bidang nya sambil tersenyum menampilkan deretan giginya.

__ADS_1


Maura menahan Senyum dan menurunkan tangan nya dari dada Suaminya.


"Jangan khawatir Dek. Mas gak mungkin macem-macem. ada Dia di sini yang harus Mas jaga!" Bisma mengusap lembut perut Maura yang sudah terlihat buncit.


Maura mengangguk dan tersenyum tipis.


Tok tok tok.


Tiba-tiba terdengar pintu di ketuk dari luar. Bisma dan Maura menoleh bersamaan ke arah pintu.


"Permisi Tuan, Nyonya ada tamu di luar ingin bertemu dengan Nyonya!" Lana melongok dari balik pintu yang terbuka sedikit memberitahu majikan nya kalau ada tamu di bawah.


"Sudah hampir petang, siapa yang bertamu jam segini?" Bisma melirik ke arah Lana.


"Seorang gadis bersama seorang laki-laki kira-kira seumuran dengan Tuan" jawab Lana.


"Baiklah suruh tunggu saja. nanti kita turun ke bawah!" Bisma menginterupsi Lana


"Baik Tuan. saya permisi!" ujar Lana menutup kembali pintu kamar sang majikan lalu turun untuk menyampaikan pesan majikan nya pada tamu tidak di undang itu.


"Ayo Sayang!" ajak Bisma untuk turun.


Bisma dan Maura Turun beriringan. dan betapa kaget nya Maura saat menyadari siapa yang bertamu.


"Alesha!" pekik Maura segera berjalan cepat menghampiri sang adik Rasa rindu yang begitu dalam membuat Maura lupa dengan dirinya sendiri yang sedang hamil.


Alesha dan asisten Robby menoleh dan Alesha tersenyum menatap sang kakak!


Bisma panik melihat pergerakan Istrinya yang terlalu cepat berjalan. Bisma segera meraih pinggang Istrinya agar tetap berjalan pelan di samping nya.


"Kamu lupa. hati-hati sayang pelan-pelan saja" Bisma berbisik lirih pada Maura


"Ma'af Mas" Akhirnya Maura berjalan pelan menghampiri Alesha di ruang tamu.


Maura merasa langkah nya Begitu lama dan berat. perempuan itu berkaca-kaca menahan tangis haru melihat sang adik yang sudah melewati masa sulitnya selama satu tahun lebih berbaring koma.


Maura langsung menubruk tubuh Alesha memeluknya posesif. Maura dan Alesha menangis haru saling memeluk penuh kasih sayang antara seorang kakak beradik.


kakak beradik itu menumpahkan semua kerinduannya dalam sebuah pelukan hangat. Maura dan Alesha menangis sesegukan saling memeluk erat!

__ADS_1


Bisma dan Asisten Robby melihat betapa tulusnya cinta seorang kakak kepada adiknya. begitu juga sebaliknya. Bisma dan Asisten Robby ikut berkaca-kaca menyaksikan pertemuan dua bersaudara itu dengan penuh keharuan.


__ADS_2