Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 63


__ADS_3

Maura dan Bisma beristirahat sejenak di kamar sambil mengobrol santai. Mereka melipir ke balkon kamar menikmati udara di sore hari.


Bisma memeluk Maura dari belakang, melingkarkan tangannya pada perut buncit Sang Istri sambil sesekali menciumi Rambut Maura dengan gemas. begitupun tangannya yang dengan lembut mengelus-elus perut sang Istri.


"Sayang!" panggil Bisma lirih tepat di telinga Maura.


Maura menoleh ke samping pada sang Suami "Hmmmm?" gumam Maura


"Kamu tahu Gak?" Bisma menatap lurus ke depan.


"Apa?"


"Mas Bahagia banget dengan semua yang sudah kita jalani selama hampir lima bulan ini, begitu banyak rintangan di awal tapi sekarang Mas bisa merasakan tenang dan ketulusan kamu membalas Cintanya Mas, terimakasih sayang!" Ucap Bisma sambil tersenyum melirik pada Istrinya.


Maura yang mendengarkan sambil tersenyum menatap dalam pada Sang Suami.


"Terimakasih juga atas semua yang kamu berikan padaku Mas" Ujar Maura, wanita hamil itu tidak dapat mendeskripsikan rasa syukur nya memiliki Suaminya seperti Bisma.


Maura selalu di ratukan dan di nomor satukan oleh Suaminya. Bisma selalu melakukan apapun untuk Maura, semua yang di inginkan oleh Istrinya Dia akan berusaha mewujudkan nya. Setulus dan sedalam itu seorang Bisma jika sudah mencintai satu wanita dalam hidup nya, Apalagi Maura adalah calon Ibu dari anak nya.


Hari sudah mulai petang, Bisma mengajak Istrinya untuk segera masuk kembali ke kamar. Bisma berencana akan mengajak Istrinya untuk sekedar jalan-jalan atau belanja di Mall sehabis Magrib nanti.


Dengan Senang hati Maura tentu saja Mau, Maura tentu merasa bosan setiap hari di rumah tanpa ada aktivitas apapun selain ke dapur dan ke belakang menemui Pussy dan Nemo,


Tidak lama kemudian Adzan magrib berkumandang, pasangan halal yang sebentar lagi akan menjadi orangtua itu pun segera menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Maura dan Bisma menjalankan ibadah shalat Magrib bersama seperti biasa.


Selesai shalat Bisma berdo'a menengadahkan kedua tangannya meminta kebaikan pada sang pencipta yang di aminkan oleh Maura yang menjadi ma'mum nya di belakang. Bisma memutar tubuhnya menyodorkan tangannya pada Maura dan Maura meraih tangan Suaminya lalu mencium punggung tangan Bisma dengan takzim, Bisma mengusap lembut kepala Maura dan mencium kening nya penuh kasih sayang.


Mereka saling melempar senyum, kemudian beringsut melipat kembali sajadah dan mukenah nya,


"Sekarang siap-siap ya, Mas Mau merokok sebentar di balkon" Ujar Bisma menginterupsi Istrinya untuk siap-siap, sedangkan dirinya melipir ke balkon untuk merokok sebentar.


Maura mengangguk lalu berjalan ke ruang ganti, Maura memilih outfit yang panjang karena udara malam sangat dingin di luar. Sedangkan untuk Suaminya Maura menyiapkan kaos lengan panjang dan Chinos panjang lengkap dengan sepatu sneakers warna putih, Begitupun untuk dirinya sendiri. Maura lebih suka pakai sepatu di bandingkan High heel.


Maura kembali ke kamar dan berkutat di meja rias, perempuan itu mengaplikasikan make up tipis-tipis di wajah nya, Usai make up Maura melirik Suaminya yang berjalan ke arah nya.


Bisma tersenyum mendekati Maura, "Mmmm wangi banget sih Istrinya Mas, udah siap aja. kenapa Cantik gini, hemmm" Bisma dengan gemas hendak merusuh pada Maura yang sudah rapi, Namun Maura segera menahan pergerakan Suaminya dan menggelengkan kepala menginterupsi Bisma tidak boleh merusuh.


Bisma mengerutkan Alisnya menatap Istrinya intens.

__ADS_1


"Cepat ganti baju Mas, udah aku siapin di ruang ganti, jangan lupa sikat gigi dulu, mulut kamu bau rokok!" Ujar Maura sambil mendorong pelan dada bidang Suaminya.


"Iya Iya, Cantik!" Bisma pun mundur teratur dan segera ke kamar mandi untuk menggosok gigi kemudian kembali lagi ke ruang ganti berganti pakaian dengan yang sudah di siapkan oleh Maura.


Setelah Selesai bersiap-siap, Maura dan Bisma segera meninggalkan rumah menuju Mall tempat yang sudah di pilih oleh keduanya. Bisma mengajak Istrinya untuk makan malam terlebih dulu di salah satu restoran yang terletak di Mall itu.


Maura menurut saja karena dirinya pun sudah merasa lapar, Maura dan Bisma memilih meja yang agak sepi pengunjung. Bisma selalu memastikan kenyamanan untuk Istrinya.


"Tunggu di sini ya, biar Mas pesan langsung ke sana, kamu mau makan apa Sayang?" Ujar Bisma berdiri sambil membungkukkan tubuh nya ke Maura.


"Apa aja deh Mas, samain aja sama kamu!" jawab Maura mendongak pada Suaminya.


"Oke, tunggu ya!" Ujar Bisma mengusap lembut rambut Maura lalu beranjak ke kasir untuk memesan menu.


Perlakuan Bisma yang selalu lembut, berhasil merebut hati Maura sepenuh nya, Maura tersenyum menatap punggung Suaminya yang sedang memesan menu di stand depan.


Bisma kembali lagi ke Maura dengan membawa dua minuman di tangannya. Bisma tersenyum dan meletakan minuman itu di meja.


"Minum dulu sayang!" Bisma menyodorkan satu minuman rasa Stroberry pada Istrinya.


"Makasih Mas!" Maura menerimanya dan minum sedikit.


Maura dan Bisma menikmati makan malam dengan tenang. sesekali Bisma menyuapi Istrinya sambil bergurau. Maura pun tanpa canggung menyuapi Bisma di tempat ramai seperti ini, mereka sudah tidak lagi ada rasa malu-malu untuk bermesraan.


Setelah Makan selesai, Bisma segera membayar makanan ke kasir dan mengajak Maura untuk berkeliling Mall itu. Bisma mengajak Istrinya untuk belanja baju dan aksesoris lainnya yang biasa di gemari para wanita.


Maura menurut saja dan mengikuti langkah suaminya yang membawanya ke pusat perbelanjaan.


"Coba yang ini, kayaknya cocok buat kamu sayang?" Bisma memilihkan gaun berwarna peace untuk Istrinya.


"Mas, ini tuh kecil, kamu lupa perut aku makin besar!" Maura memberengut, suaminya tanpa melihat sikon asal ambil saja.


"Oh iya ya, Ma'af sayang, kita cari yang lain oke!" Bisma menaruh kembali gaun itu pada tempat semula.


Bisma menggandeng lengan Istrinya mencari baju yang pas untuk ibu hamil.


pada Saat Maura berjalan mendahului Bisma, pria itu berjalan pelan di belakang Istrinya, Bisma mengetikkan sesuatu pada ponsel nya dan menoleh pada Pelayan yang tadi berdiri di stand gaun yang Bisma pilih, Pelayan itu pun mengangguk mengerti.


"Mas, ini gimana?" Maura menoleh pada Suaminya sambil menunjukan satu gaun yang ukuran nya lebih besar dari yang tadi

__ADS_1


Bisma segera memasukan kembali ponsel nya ke dalam saku dan mendekati Istrinya.


"Bagus, kamu suka?" Tanya Bisma


Maura mengangguk namun Saat melihat harga nya Maura menaruh kembali gaun itu membuat Bisma mengerutkan alisnya hingga bertaut.


"Kenapa Sayang kok di taruh lagi?" Bisma bingung dengan Istrinya yang banyak milih tapi tidak segera di ambil.


"Harga nya mahal banget Mas, kita cari yang lain saja!" ujar Maura hendak pergi.


"Sudah Dek, ambil saja, kamu mau cari yang seperti apa lagi, jangan di lihat harganya Sayang, kalau kamu suka langsung ambil saja, beres kan?" Ujar Bisma


Maura mendongak pada sang Suami dan menatap Bisma dengan tatapan tajam.


"Mas salah ngomong ya!" Lirih Bisma menatap takut pada Istrinya.


Maura tidak menjawab, namun perempuan itu mengambil kembali gaun yang tadi di pegang nya, lalu beranjak ke tempat lain mencari aksesoris.


Bisma di buat melongo dengan sikap Istrinya yang tidak terduga. Bisma menatap punggung Istrinya yang berjalan pelan di depan nya. Bisma menghela nafas panjang.


'Kayak nya salah lagi nih gue' gumam Bisma lirih,


Bisma pun menyusul Istrinya mensejajarkan langkahnya di samping Istrinya. Maura menoleh pada Bisma sekilas lalu fokus kembali ke depan.


Maura dan Bisma memilah dan memilih apa yang mereka cari di Mall itu, sampai pada akhirnya Mereka bertemu seseorang secara tidak sengaja, seseorang yang sudah mulai Maura lupakan, dan mereka sudah saling tidak berkomunikasi lewat apapun


namun lagi-lagi takdir mempertemukan mereka di saat yang tidak tepat.


tepat di hadapan nya. Maura berhenti menatap Seseorang yang juga berhenti melangkah tepat di hadapannya. mereka saling menatap dalam satu sama lain.


Bisma yang merasakan aura tidak mengenakan hatinya, pria itu menggenggam tangan Maura dengan sangat erat, meyakinkan Istrinya bahwa sekarang dia miliknya!


***


Hallo semuanya sehat-sehat ya


Ma'af kemarin sempat mangkir sehati di karenakan Anakku rewel jadi gak bisa nulis.


Mohon dukungannya, terimakasih🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2