
Bisma masih menggenggam erat tangan Maura, Maura melirik pada Bisma dan Bisma tersenyum tipis lalu menggangguk pelan pada Istrinya.
Rama dan Dinar menatap Bisma dan Maura yang saling pandang dan menautkan jemarinya, Rama pun tersenyum kecut dan Dinar hanya tersenyum miring menatap tajam pada Maura.
Dinar yang memang membenci Maura karena Suaminya yang selalu memikirkan nya, hingga membuat rumah tangganya tak jarang mengalami keributan.
Bisma tersenyum pada Rama dan Dinar, pria itu mencoba untuk mencairkan suasana tegang di antara dirinya juga Rama dan Istrinya.
"Hai Ram, Di sini juga lo!" Bisma mengepalkan tangan nya bertos dengan Rama.
"Iya. Nih nemenin Istri dan anak gue main!" jawab Rama, ekor matanya tidak lepas melirik pada Maura lalu tersenyum " Hai Ra. apa kabar?" Rama menyodorkan tangannya pada Maura.
Maura melirik pada Suaminya dan Bisma mengangguk mengijinkan hanya sekedar bersalaman saja. Maura pun menyambut uluran tangan Rama untuk bersalaman.
"Baik Kak" dengan datar Maura menatap Rama dan melirik pada Istrinya Rama.
"Hai, kak Dinar apa kabar?" Maura beralih menyodorkan tangan pada Dinar.
Dinar menatap intens pada Maura kemudian menerima uluran tangan Maura dengan terpaksa karna tidak enak hati pada Bisma.
"Baik juga!" jawab Dinar tersenyum sangat tipis.
"Hai Boy, makin ganteng aja kamu"Bisma menjawil pipi Leon anak dari Rama yang kebetulan di gendong oleh Rama "Anak lo lucu ya Ram" sambung Bisma menatap gemas pada Leon
Bayi yang usianya hampir 7 bulan itu tersenyum lucu pada Bisma.
"Sebentar lagi juga lo bakalan punya baby sendiri, pasti nggak kalah lucu dari Leon" Ujar Rama menatap Bisma lalu menatap sendu pada Maura.
Maura yang tidak enak hati sejak tadi dengan Dinar, Wanita hamil itu menundukkan kepala masih dengan menggenggam tangan Suaminya dengan kuat. Bisma melirik pada Istrinya dan merasakan tangan Maura berkeringat menggenggam tangannya begitu kuat. Bisma pun mengerti kalau Istrinya tidak nyaman saat ini.
Bisma kembali menatap Bisma dan Dinar bergantian sambil tersenyum tipis.
"Do'ain aja ya semoga lancar sampai persalinannya nanti, dan jangan lupa hari minggu jam 2 datang ke acara empat bulanan Istri gue ya, Dinar kamu juga datang ya sama Leon" ujar Bisma sambil tersenyum, mengundang langsung Sahabat nya ke acara Empat bulanan Istrinya.
Rama lagi-lagi tersenyum kecut dan mengangguk mengiyakan. padahal dalam hati Rama merasakan sakit dan tidak rela kalau Maura bahagia bersama sahabatnya, namun Rama tidak akan menjadi benalu lagi dalam rumah tangga mantan kekasih dan sahabat nya sendiri.
__ADS_1
Rama akan menyimpan dengan baik kenangan masa lalu nya bersama Maura di dalam satu ruangan di hatinya, yang tidak ada satu orang pun mampu membuka ruangan itu. termasuk Dinar istrinya sendiri.
"Gue usahain dateng ya" ujar Rama.
"Ya udah kalau gitu, kita duluan ya, have fun deh lo sama keluarga kecil lo" Bisma akhirnya pamit untuk duluan pergi dari tempat itu, karena Istrinya sudah merasa tidak nyaman. Bisma tentu sangat menjaga mood Istrinya.
Maura mengangguk sopan pada Rama dan Dinar, Maura dan Bisma keluar dari area pusat perbelanjaan. Mereka berjalan ke tempat lain, sampai Maura melihat game capit boneka dan Maura menghentikan langkah nya tepat di depan game itu.
Rama melirik game capit itu lalu menoleh pada Istrinya sambil mengerutkan alisnya.
"Kamu bisa main game itu kan Mas?" tanya Maura sambil tersenyum pada Bisma "Dapetin guritanya buat aku ya" dengan semangat Maura menarik tangan Suaminya untuk mendekati game capit itu.
Bisma melongo menatap tak percaya pada Maura yang dalam sekejap berubah sikap seperti anak kecil yang merengek pada Ayah nya. Bisma pun menghela nafas dan menuruti keinginan Istrinya.
Bisma berusaha keras untuk mendapatkan boneka gurita ping yang lucu itu namun sangat susah untuk di gapai. hampir dapat tapi lagi-lagi terlepas.
Bisma menghela nafas panjang melirik Istrinya, Maura memberengut menatap sang Suami,
"Sayang ini susah banget loh, gimana kalau kita beli di toko aja boneka guritanya!" Bisma mencoba merayu Istrinya berharap Maura mau menyerah.
Maura melipatkan tangannya di dada sambil menatap tajam pada Bisma. Bisma menggigit bibir bawah nya memohon pada sang Istri.
"Oke, tapi ya enggak satu toko juga, kamu mau jualan?" Finally akhirnya Maura mau menyerah juga.
Bisma terkekeh, lalu berjalan merangkul bahu Istrinya mencari toko Boneka yang ada guritanya.
"kalau Nggak ada gurita, yang lainnya Nggak apa-apa kan?" Bisma melirik Istrinya dari samping.
"Ya nggak usah jadi beli lah!" jawab Maura.
"Kok gitu?"
"Karena aku maunya gurita ping kayak yang tadi Mas," ujar Maura menekankan.
"Kenapa harus itu, kan banyak boneka yang lain yang lebih bagus!" ujar Bisma
__ADS_1
"Pokoknya aku tetep mau yang gurita. Anak kamu loh yang minta" Ujar Maura beralibi menjadikan janin nya untuk sebuah alasan.
Bisma menoleh dan terkekeh. "Bisa aja nih Mommy ya, jadiin kamu alasan sayang!" Bisma mengelus perut Maura sambil berjalan memasuki area toko boneka.
Maura terkekeh menatap Suaminya.
Maura dan Bisma mencari boneka gurita yang di inginkan Maura, namun tidak juga menemukan nya.
Maura merasa lelah dan menyerah.
"Pulang aja yuk, kayak nya emang nggak ada deh. Capek nih" Maura mengeluh capek.
Bisma menatap Istrinya kasihan, Akhirnya pria itu pun mengajak Istrinya untuk pulang saja. karena apa yang di cari tidak ada, Bisma sempat mengajak nya ke toko lain namun Maura sudah mengeluh capek, akhirnya Bisma tidak tega dan memilih untuk pulang saja.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Bisma menatap Pada Sang Istri, terbesit untuk kembali lagi ke dalam dan mengusahakan apa yang menjadi keinginan Istrinya bisa terwujud. Bisma pun meminta ijin pada Maura untuk ke kamar mandi sebentar, hanya sebuah alibi saja Bisma mengatakan dirinya ingin ke kamar mandi. pada kenyataan nya Bisma berusaha mewujudkan keinginan Istrinya untuk mendapatkan boneka gurita itu.
Bisma pun mendekati petugas di arena bermain anak-anak yang tadi di datanginya bersama Istrinya. Bisma meminta petugas itu mengambilkan gurita di dalam game capit itu dengan cara membongkarnya.
Setelah Bisma memberi uang dan berjanji bertanggung jawab atas apa yang sudah di langgar nya, Akhirnya petugas itu mau membantu Bisma untuk mengambil gurita ping itu setelah mendapat ijin dari sang manager Mall.
Gurita itu akhirnya berhasil di ambil dan kini sudah ada di tangan Bisma dengan mudah. Bisma menggumamkan kata terimakasih kemudian segera keluar menemui Istrinya yang sudah menunggunya.
Bisma berjalan sambil tersenyum bangga masuk ke mobil.
"Coba lihat ini!" Bisma mengangkat Gurita itu ke hadapan Istrinya
Maura melebarkan matanya tak percaya, bagaimana bisa Suaminya mendapatkan boneka gurita itu, Maura menatap curiga pada Bisma.
"Kok bisa kamu dapetin ini Mas?" Maura menerima gurita lucu itu sambil tersenyum sumringah.
"Bisa dong, apa sih yang Enggak buat kamu Sayang!" Ujar Bisma sambil mengusap lembut rambut panjang Maura yang terurai.
"Ya Ampun, makasih ya Mas" Maura mengusap lengan Suaminya sambil tersenyum manis menatap sang Suami.
Maura tidak perduli lagi bagaimana Suaminya bisa mendapatkan boneka itu, yang penting sekarang Maura senang telah mendapatkan gurita yang sangat lucu itu menurutnya.
__ADS_1
Bisma tersenyum mengingat aksi nekad nya yang mengharuskan membobol game capit demi Istrinya. Bisma menekan bibirnya menahan senyum.
Malam sudah semakin larut, Bisma pun segera menginjak pedal gas mobilnya dan pergi meninggalkan Mall.