Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 11


__ADS_3

Maura melotot tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh suaminya. baginya ini terlalu mendadak


Bisma melepaskan ciuman nya dan mengelap sisa saliva di bibir Maura dengan jari jempol nya.


Bisma tersenyum menatap Maura, begitupun dengan Maura, perempuan itu tersenyum tipis lalu memalingkan wajah nya ke jendela mobil, Jantung y berdebar tak karuan di buat salah tingkah oleh suaminya sendiri.


Bisma mengelus rambut panjang Maura dengan lembut lalu tersenyum tipis. pria itu kembali menginjak pedal gas dan meninggalkan jalanan yang di pakai untuk parkir sembarangan, untung saja jalanan sedang sepi jadi tidak mengganggu pengendara lain.


Sesampainya di rumah sederhana milik orangtua Maura


Bisma dan Maura segera masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam dan di jawab oleh tuan rumah.


"Ayah, gimana kabar Ayah?" Maura langsung menghampiri Sang Ayah dan mencium punggung tangan Ayah nya dengan takzim.


"Alhamdulillah Ayah baik nak, kalian sendiri gimana sehat kan?" pak Samsul menyambut putri dan menantunya dengan senyum hangat.


"Kami sehat Yah," Bisma menyalami mertuanya.


"Silahkan duduk nak" pak Samsul mempersilahkan putri dan menantunya untuk duduk.


Maura dan Bisma duduk bersebelahan di kursi panjang yang hanya muat untuk dua orang saja.


"Ibu mana Yah?" tanya Maura celingukan mencari keberadaan sang Ibu.


"Ada di kamar sedang tidur, Ibu kamu sakit Ra" jawab Pak Samsul.


"Ada siapa Yah?" Bu Tati Keluar dari bilik kamar nya.


"Ibu!" Maura langsung menghampiri Ibu nya yang terlihat lemah.


Maura mencium tangan Ibunya dan menuntun untuk duduk bersama. dan Bisma langsung berdiri untuk mencium tangan ibu mertuanya lalu duduk kembali.


"Ibu sakit apa?" tanya Maura menatap sang Ibu kasihan.


"Ibu cuma kecapean aja kok Ra" Bu Tati mengelus tangan putrinya.


"Tapi Ibu pucat banget loh ini, Ibu udah ke dokter?" Maura khawatir melihat kondisi Ibu nya.


"Ibu sudah minum obat kok" jawab Bu Tati.


"Ma'af Ayah, Ibu, ini ada sedikit rezeki untuk Ayah dan Ibu dari Maura" Bisma mencairkan suasana tegang dengan menyodorkan semua belanjaan yang tadi di belinya untuk mertuanya, pria itu menyebutkan nama Istrinya bukan dirinya.


"MasyaAllah Nak Bisma kenapa harus repot-repot bawa belanjaan segini banyak nya!" ucap Pak Samsul melihat ada beberapa kresek yang penuh dengan sembako dan lain-lain.


"Tidak apa-apa Yah, itu dari Maura putri Ayah, mohon di terima Yah!" Bisma menyerahkan belanjaan nya pada Ayah mertuanya.


"Terimakasih ya Nak, Ayah cuma bisa do'akan kalian yang terbaik" ucap pak Samsul terharu.

__ADS_1


Bu Tati berkaca-kaca menatap putrinya, putri sulung yang sering dia sakiti, tapi justru dia yang menyayangi orangtuanya dengan tulus.


Maura mengusap air mata ibunya, "Ibu jangan nangis, itu gak sebanding dengan pengorbanan Ibu dan Ayah membesarkan aku , Ijinkan aku berbakti pada Kalian" Maura ikut berkaca-kaca mengingat masa kecil nya bersama orangtua dan adiknya.


Bisma hanya diam menjadi pendengar , pria itu ikut terharu melihat Istrinya yang begitu menyayangi kedua orangtuanya.


"Terimakasih nak" Ibu Maura memeluk Maura.


"Ma'af Ayah, Ibu, kedatangan kami kesini sebenarnya Untuk membahas soal Alesha" Bisma mulai bicara dengan tujuan nya.


Ibu dan Ayah Maura secara bersamaan menoleh pada Bisma.


"Ada apa dengan Alesha Nak Bisma?" Ibu Maura langsung panik takut terjadi sesuatu pada putri bungsunya.


Bisma melirik Maura memberi kode pada Istrinya untuk bicara.


"Jadi gini Bu, Papa Arga menyarankan untuk membawa Alesha lanjut pengobatan di luar negeri yang fasilitas nya lebih baik daripada di sini" Ujar Maura.


Ayah dan Ibu Maura saling pandang.


"Di luar negeri apa gak ribet Ra, biaya nya pasti mahal banget nak, di sini saja sudah sangat mahal" Pak Samsul merasa ini sangat berlebihan.


"Iya Ra, udah cukup suamimu keluar banyak uang buat adik kamu" sahut Bu Tati.


Bisma tersenyum "Ibu dan Ayah gak perlu khawatir soal itu, semua sudah di atur kok, tinggal Ijin dari Ayah dan Ibu saja" Bisma menjelaskan dengan hati-hati .


"Bagaimana Yah?" Bu Tati melirik suaminya meminta persetujuan!


Pak Samsul dengan yakin mengangguk setuju!


"Alhamdulillah" ucap Bisma dan Maura bersamaan.


"Ma'af Bu, untuk keberangkatan Ibu, Ayah dan Alesha butuh Visa, untuk mengenali identitas kalian nanti selama di sana, jadi Aku minta berkas-berkas nya ya Bu, nanti biar langsung di urus oleh Asisten ku!" Bisma menjelaskan apa saja keperluan untuk berangkat ke luar negeri.


"Oh iya nak ,biar Ibu ambilkan ya," Bu tati hendak berdiri namun di tahan oleh Maura dan Bu Tati pun menoleh pada Putrinya.


"Biar aku aja Bu, ibu duduk aja, masih di simpan di tempat yang sama kan?" tanya Maura.


"Iya Ra, gak pernah Ibu pindah-pindah kok" jawab Bu Tati kembali duduk.


"Bentar ya Mas!" Maura melirik Suaminya dan Bisma mengangguk mengiyakan.


Maura beranjak ke kamar Ibunya mencari berkas-berkas penting, setelah menemukan map coklat berisi berkas-berkas itu Maura langsung membuka dan mencari apa yang di butuhkan untuk membuat Visa kedua orangtuanya dan juga Adiknya


setelah menemukan apa yang di cari Maura memasukan kembali berkas-berkas itu ke map namun tanpa sengaja Maura menjatuhkan lembaran foto usang, Maura mengambil foto itu, Foto dua bocah kecil yang sudah usang, foto itu adalah gambar dirinya dan sang Adik , tanpa terasa Maura meneteskan air matanya pada foto itu, hatinya kembali merasakan sakit mengingat kebersamaan nya dengan Alesha,


Flashback On

__ADS_1


"Kakak Ayo kejar" teriak gadis kecil berusia 5 tahun itu


"Alesha jangan jauh-jauh kakak capek" Sahut Maura kecil , Maura menjatuhkan tubuh nya pada rerumputan.


Alesha menghampiri kakak nya dan ikut duduk di samping sang kakak.


"Kakak Payah masa gitu aja capek sih" cetus Alesha meledek sang kakak sambil terkekeh.


Maura melirik adiknya dan menggelitiki sang adik dengan gemas.


Maura dan Alesha tertawa bersama.


Flashback Of


Maura mengusap air mata nya,"Alesha sudah lama kakak gak melihat kamu tertawa, kamu harus sembuh Sha, kakak kangen, kamu pasti kuat, kamu hebat Alesha.


Setelah menaruh kembali map coklat itu ke lemari Maura kembali bergabung dengan kedua orangtua juga suaminya di ruang tamu dan menyerahkan berkas itu pada suaminya.


"Ibu di rumah aja ya, hari ini biar Maura yang jagain Alesha biar Ibu bisa istirahat!" ucap Maura.


"Memang nya gak pa-pa Ra?"


"Gak pa-pa Bu, Ibu jaga kesehatan ya, Ayah juga" Maura menatap orangtuanya sendu.


"Ya sudah kalau ada apa-apa langsung kabari Ibu ya!" Bu Tati akhirnya mengijinkan Maura untuk menjaga adik nya hari ini.


"Iya Bu" jawab Maura.


Setelah berpamitan pada orangtuanya.


Maura dan Bisma pergi ke rumah sakit terlebih dulu.


"Kamu gak pa-pa sendirian?" tanya Bisma khawatir.


"Gak pa-pa Mas, kamu ke kantor aja," jawab Maura.


"Ya udah, nanti Mas jemput pulang dari kantor ya," Bisma mengusap kepala Maura.


"kayak nya aku bakalan nginep deh mas, soalnya Ibu masih sakit!" Ucap Maura.


"Hmmm, nanti Mas temenin kamu jaga Alesha,!" Sahut Bisma.


"Ya udah, Mas hati-hati ya" Maura mencium punggung tangan suaminya,


Bisma meninggalkan jejak sayang mencium kening Istrinya lalu Maura keluar dari mobil melambaikan tangan pada Suaminya.


Bisma memutar mobilnya dan pergi meninggalkan area rumah sakit untuk ke kantor

__ADS_1


__ADS_2