Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 29


__ADS_3

Setelah Sarapan dan berbincang-bincang hangat seputar kehamilan dan juga bercerita saat honeymoon kemarin pada sang ibu mertua, Maura kembali ke kamar nya.


Lana asisten rumah tangga yang bertugas membereskan bekas makan majikan nya.


Maura saat ini sedang bersantai di kamar nya sambil memainkan ponsel, ketika Mama Tania mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk.


"Masuk aja Ma" sahut Maura menginterupsi.


"Sayang, kamu bosen gak?" tanya Mama Tania.


"Bosen sih Ma, gak ada yang bisa aku kerjain juga semenjak Mas Bisma nyuruh aku berhenti kerja!" jawab Maura, perempuan itu menggeser duduk nya agar Ibu mertua nya bisa duduk di samping nya.


"Gimana kalau kita keluar jalan-jalan" usul Mama Tania


"Mau kemana Ma?" Tanya Maura.


"Kemana aja, ke mall atau ke salon juga boleh, biar kamu gak bosen kan!" kata Mama Tania semangat, meski sudah tidak lagi muda namun wanita paruh baya itu selalu merawat tubuh dan wajah nya agar tetap terlihat segar dan cantik.


"Boleh juga Ma" Maura setuju dengan usul Sang Ibu mertua,


"Kita ke salon aja ya, biar kamu tambah cantik, bikin Suamimu terkagum-kagum nanti sepulang dari salon" Mama Tania terkekeh


Maura tersenyum dan mengangguk setuju.


"Kalau gitu aku ijin Mas Bisma dulu ya Ma!" ujar Maura, biar bagaimana pun Maura tetap harus meminta ijin Suaminya demi menghormati sang Suami.


"Iya sayang di telepon aja" kata Mama Tania.


Maura pun mengambil ponsel nya dan menghubungi sang suami namun Suara berdering handphone Suaminya justru memekik di dalam ruangan kamar, Maura menjauh kan ponsel nya dari telinganya lalu melirik Ibu Mertuanya dengan dahi berkerut.


"Loh itu kan suara handphone nya Bisma" Mama Tania celingukan mencari keberadaan sumber suara dering ponsel Bisma yang tertinggal.


Maura merasakan getaran di balik bantal di samping nya, perempuan itupun membuka tumpuan bantal itu dan benar saja ponsel Suaminya tertinggal di kasur.


"Ya ampun bisa-bisa nya barang sepenting ini ketinggalan" Cetus mama Tania demi melihat ponsel putranya di tangan menantunya.


"Mas Bisma pasti bingung nyariin handphone nya, gimana kalau kita ke kantor dulu Ma, sekalian aku minta ijin secara langsung aja, handphone mas Bisma pasti sangat penting isi nya!" usul Maura.


"Ya sudah, kamu siap-siap ya Mama tunggu di bawah" Ujar Mama Tania sambil mengusap rambut Menantunya lalu beranjak keluar kamar.

__ADS_1


Maura pun segera bersiap berganti pakaian dan memakai make up tipis-tipis di wajah nya tidak lupa memakai lipstin agar tidak terlihat pucat di bibir. setelah selesai Maura segera keluar menemui ibu mertuanya, membawa tas selempang nya memasukan ponsel Suaminya dan ponsel milik nya sendiri.


Maura dan mertuanya segera pergi menggunakan taxi online yang sebelum nya sudah di pesan oleh Maura.


Sesampainya di kantor Maura dan Mama Tania memisahkan diri ke ruangan yang berbeda, Mama Tania menuju ke ruangan komisaris di mana ada papa Arga yang menempati ruangan itu dan Maura berjalan menuju ruangan Ceo sang Suami.


Setelah bicara dengan sekertaris Suaminya Maura langsung Masuk tanpa menolah ke kanan kiri. wanita itu fokus pada satu objek di depan nya yaitu Suaminya sendiri yang duduk Serius di kursi kebesaran nya.


Di sopa ada Arfan dan Rama yang memang sedang ada pembahasan masalah kerjasama bersama Bisma.


Rama terkejut menatap Maura intens.


Pria itu tidak menyangka akan bertemu lagi dengan gadis yang masih menempati hatinya hingga saat ini.


"Sayang kamu kesini?" Bisma menghampiri Istrinya dan merangkul Istrinya, Maura menoleh ke kanan dimana ada Arfan dan Rama yang sedang duduk menatap nya.


Maura melebarkan bola matanya dengan mulut sedikit menganga melihat Rama yang juga sedang menatap nya intens.


Maura dan Rama saling tatap, hatinya berperang tak karuan, Rama menatap sendu pada Maura dan Maura justru sangat kaget tak percaya takdir benar-benar mempermainkan hidup nya. di saat hatinya sudah mulai terbuka dan menerima Suaminya tiba-tiba dia harus di pertemukan lagi dengan masa lalu nya.


Arfan yang menyadari Sahabat nya menatap Maura begitu intens, tatapan yang sangat dalam mengartikan bahwa laki-laki itu masih merindukan mantan kekasih nya. Arfan merangkul bahu Rama menyadarkan Rama agar tidak berlarut menatap Istri dari sahabat nya itu.


Rama pun menoleh Pada Arfan dan mengangguk pelan memberi isyarat kalau dia baik-baik saja. Rama menggigit bibir bawah nya, hatinya merasakan sakit luar biasa menyaksikan pemandangan di depan matanya, melihat dengan jelas bagaimana cara Bisma memperlakukan Maura dengan sangat lembut penuh ketulusan. Rama menepis semua perasaan nya berusaha tenang dan bersikap profesional agar Bisma tidak mencurigai nya.


Bisma yang menyadari ada kecanggungan di antara Istri dan Sahabat nya. Bisma mengerutkan alisnya hingga bertaut.


Bisma curiga ada sesuatu yang janggal namun pria itu berusaha menetralkan hatinya kembali tidak ingin berasumsi buruk terhadap Istri dan sahabat nya.


"Ma'af mas aku gak tahu kalau ada tamu" Maura menoleh pada Suaminya merasa tak enak hati.


"Gak papa Sayang, mereka sahabat nya Mas kok, yang itu kamu kenal kan?" Bisma menunjuk pada Arfan.


Maura melirik sekilas ke arah Arfan dan melirik ke Rama. Rama melirik Arfan mengerutkan dahinya. kemudian Rama kembali menatap Maura, mata mereka bertemu saling tatap penuh arti.


Bisma menuntun Istrinya untuk mendekat "kenalin sayang, ini Rama, Ram kenalin ini Maura istri gue?" Bisma mengenalkan Maura pada Rama , pria itu menekan kan kata Istri membuat hati Rama menciut, Rama sadar kini Maura yang di cintai nya bukan lagi milik nya!


Rama menyodorkan tangan nya dan Maura menerima uluran tangan Rama, kini tangan yang sudah lama tidak saling bersentuhan di pertemukan kembali dalam situasi yang menegangkan. Rama tersenyum simpul pada Maura.


"Rama" ucap Rama memperkenalkan diri sangat profesional dan formal.

__ADS_1


"Maura" Maura tersenyum tipis


"Hai Ra apa kabar, sudah lama ya gak ketemu" Arfan menyodorkan tangan pada Maura untuk mencairkan suasana tegang agar tidak membuat Bisma curiga.


"Alhamdulillah baik, kak Arfan sendiri bagaimana?" Maura menerima uluran tangan Arfan.


"Kaka juga baik, by the way selamat ya atas pernikahan kalian, selamat juga atas kehamilan nya, gak nyangka seorang Bisma secepat itu jatuh cinta lagi setelah lama menjomblo" ujar Arfan tersenyum menatap Bisma.


Bisma melotot pada Arfan, sedangkan Rama tersenyum kecut. sesekali Rama masih mencuri-curi pandang Maura.


Maura tersenyum tipis "Terimakasih kak!"


"Jangan dengerin Arfan sayang, Kamu duduk di sana aja dulu ya, sebentar lagi Mas selesai kok!" ujar Bisma hendak menuntun Istrinya ke kursi kerja nya namun Maura menahan lengan Bisma dan menggeleng.


"Aku kesini cuma mau nganterin ini Mas, sekalian mau minta Ijin buat pergi sama Mama" Maura menyerahkan ponsel milik Suaminya sekaligus meminta ijin pada Bisma.


"Handphone mas kok bisa ketinggalan, makasih ya sayang, kamu sama Mama mau kemana?"


"Ke salon!" jawab maura singkat.


"Hmmm ya sudah , hati-hati ya" Bisma mengijinkan Istrinya untuk pergi.


"Ya udah aku pergi sekarang ya Mas!"


"Ayo mas Antar ke depan" Bisma merangkul bahu Istrinya penuh perhatian.


Maura membungkuk sopan pada Rama dan Arfan lalu beranjak keluar bersama Bisma.


Rama menatap Maura dan Bisma, pada kenyataan nya Rama sama sekali tidak kuat melihat Mantan kekasih nya hidup bahagia bersama sahabat nya sendiri.


"Ram, lo baik-baik aja kan?" tanya Arfan setelah Bisma dan Maura tak terlihat lagi dari balik pintu


Rama tersenyum miring dan mengangguk , Rama merasa seperti dejavu.


Setelah mengantar Istrinya Bisma kembali ke ruangan nya, pria itu menatap Rama dengan tatapan penuh tanda tanya, Bisma mencurigai ada sesuatu yang tidak dia ketahui antara Istri dan sahabat nya itu!


'kenapa gue ngerasa ada yang janggal' batin Bisma


Bisma menghampiri kedua sahabat nya dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.

__ADS_1


ketiga nya sama-sama fokus dan profesional.


jangan lupa kembang kopi nya ya🙏🥰


__ADS_2