
"Bu Maura, silahkan masuk" perawat keluar memanggil Maura.
Maura melepaskan diri dari pelukan suaminya dan menoleh pada Perawat itu.
"Iya suster, gimana Adik saya sus" Maura berdiri menghampiri perawat dengan wajah yang terlihat jelas sangat khawatir.
"Tenang ya Bu, Mbak Alesha mungkin mendengar apa yang ibu bicarakan tadi dia merespon karna itu mbak Alesha menangis dalam keadaan koma" kata perawat itu menjelaskan kondisi Alesha.
Bisma mendekati Istrinya dan merangkul pundak Maura.
"kamu dengar sendiri kan, kemungkinan Alesha untuk sembuh sangat besar" ucap Bisma.
"Benar itu Bu, Bu Maura dan keluarga berdo'a saja semoga Allah beri kemudahan!" ucap perawat itu.
Maura menghela nafas lega.
"Kalau begitu saya permisi Bu, pak," pamit perawat itu dengan sopan.
Bisma mengajak Maura untuk masuk ke dalam melihat keadaan Alesha setelah perawat itu pergi.
"Alesha kamu bikin kakak khawatir!" Maura menatap sang adik yang terbaring lemah di berangkar
Bisma menuntun Istrinya untuk duduk di sopa.
"Mas bawain baju ganti nih, kamu mandi dulu sayang, Mas juga udah beliin kamu makanan nanti makan bareng ya, sekarang mandi dulu gih!" Bisma menyodorkan paper bag berisi pakaian ganti untuk Istrinya.
Maura memperhatikan Suaminya yang sudah berpakaian casual, Maura tersenyum menatap Bisma.
Bisma mengerutkan alisnya "Kenapa, kok lihatin Mas kayak gitu" Bisma mencolek dagu Maura dengan gemas.
"Apa sih Mas, tangan kamu usil aja" Maura melipir ke kamar mandi sambil terkekeh.
Bisma tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.
Setelah Selesai membersihkan tubuh nya, Maura duduk di samping Suaminya, Bisma memperhatikan Maura dengan Intens.
"Mas!" Maura mengagetkan Bisma.
"Hah?"
Maura mengerutkan Dahi dengan muka cute nya.
"Ini, ayo makan, makan yang banyak ya" kata Bisma menyodorkan nasi kotak kepada Maura.
Maura menerimanya dan menggumamkan kata terimakasih.
"kok cuma satu Mas, kamu gak makan? Maura melirik Suaminya .
"Mas Udah makan tadi sebelum pulang, makan bersama dengan kolega nya Papa, ma'af ya" Bisma merasa bersalah pada Istrinya karna dia makan malam duluan.
Maura tersenyum "gak pa-pa Mas" Maura menyentuh tangan Suaminya.
Bisma melirik tangannya yang di sentuh oleh Istrinya, hatinya menghangat pria itu tersenyum .
__ADS_1
Maura kembali fokus pada nasi kotak yang di bawakan oleh Bisma menyantap nya dengan lahap.
Selesai Makan Maura kembali ke kamar mandi untuk menggosok gigi, karna malam sudah larut, waktunya untuk istirahat.
namun di rumah sakit khusus nya di ruangan Alesha hanya ada sopa panjang untuk keluarga yang menjenguk tentu saja tidak akan muat untuk Berdua.
Bisma menepuk paha nya menginterupsi Maura untuk rebahan dengan menggunakan pahanya untuk di jadikan bantal.
Maura melirik Suaminya merasa tidak enak namun pada akhirnya perempuan itu menurut,
"Ra?" Bisma ingin mengatakan sesuatu pada Maura tapi pria itu bingung untuk memulai.
"Hmmm, kenapa Mas?" tanya Maura mendongak pada Bisma.
"Cepat tidur, sudah malam sayang!" Bisma mengelus pipi Istrinya dengan lembut.
"Tadi mau ngomong apa kok gak jadi?" Maura menatap wajah Bisma dari bawah.
Bisma menatap Maura dari atas dan tersenyum, pria itu menundukkan kepalanya ,mendekatkan wajah nya dan mencium kening Istrinya.
"Cuma mau bilang biar kamu cepat tidur" Bisma menyunggingkan senyum palsu.
Bisma sebenarnya ingin menanyakan tentang Arfan pada Maura tapi tak sampai hati karna malam sudah larut Istrinya pasti lelah , Bisma tidak ingin membuat Istrinya tidak nyaman.
"Hmmm," Maura bergumam, perempuan itu memiringkan tubuh nya mencari posisi yang nyaman untuk bisa tidur.
Beberapa menit kemudian Maura sudah tertidur damai, terdengar dengkuran halus dari perempuan cantik itu.
Bisma tersenyum, mengelus kepala Maura dengan sayang.
Bisma pun merasakan kantuk tak lama kemudian Pria itu menyusul Istrinya ke alam Mimpi dengan posisi Duduk memangku kepala Istrinya.
Keesokan paginya.
Bu Tati yang baru saja datang dan membuka pintu Ruangan Alesha terkejut melihat putri sulung dan menantunya tertidur di sopa, namun wanita paruh baya itu tersenyum melihat pemandangan indah di depan nya,
Bisma menggeliat mengucek matanya yang terasa lengket dan meregangkan otot-otot nya yang terasa pegal karna semalaman tidur dengan posisi duduk.
Maura merasa terusik dengan pergerakan Suaminya, Maura pun membuka mata dan terjaga sepenuhnya.
"Kalian sudah bangun?" Gumam Bu Tati memperhatikan keduanya.
Bisma dan Maura melirik bersamaan ke arah Bu Tati.
"Ibu!" Maura kaget dengan kedatangan Ibunya yang tiba-tiba, Maura merasa malu kepergok tidur di pangkuan Suaminya.
"Ibu kapan datang?" tanya Bisma.
"Sudah sejak tadi, kalian tidur nyenyak sekali, ibu gak tega mau bangunin kalian" Kata Bu tati sambil tersenyum.
Bisma menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, pria itu malu dan salah tingkah.
"Sudah kalian bisa pulang sekarang, biar Ibu yang jaga Alesha, Nak Bisma juga harus ke kantor kan?" Kata Bu Tati.
__ADS_1
"Iya Bu," sahut Bisma tersenyum malu.
"Nak Bisma pasti pegal-pegal kan semalam tidur sambil duduk sampai pagi" Bu Tati melirik Maura dengan tatapan penuh arti.
Maura yang di tatap sang Ibu langsung menetralkan tubuhnya , Perempuan itu berdiri,
"Yaudah Bu kita pulang dulu ya, Ayo Mas"
Bisma melirik Istrinya lalu menatap pada Ibu mertuanya.
Bu Tati tersenyum lalu mengangguk.
"Kita pulang ya Bu, Oh iya Bu hari ini Visa Ibu, Ayah dan Alesha mungkin sudah jadi, nanti akan di antar oleh asisten Bisma ke rumah Ibu" Kata Bisma memberitahu tentang Visa pada mertuanya sebelum pergi.
"Oh iya Nak, terimakasih ya, nanti Ibu hubungi Ayah" Ucap Bu Tati.
"Ya sudah kami pamit ya Bu" Bisma dan Maura mencium tangan Bu Tati lalu keluar meninggalkan ruangan Alesha dan pergi meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah.
Sesampainya Di rumah Bisma dan Maura bergegas ke kamar untuk membersihkan diri.
"Mas duluan aja gak pa-pa, kan Mas mau ke kantor, nanti Mas bisa telat" Kata Maura demi melihat suaminya sudah mengambil handuk.
"Mas telat juga gak akan ada yang berani marahin kok!" sahut Bisma.
"Iya juga ya, kan kamu Bos nya" Gumam Maura lirih tapi masih bisa di dengar oleh Bisma
Bisma berjalan ke kamar mandi sambil terkekeh.
Maura turun ke bawah berinisiatif membuat sarapan untuk suaminya sambil menunggu Suaminya selesai mandi.
Maura berkutat di dapur memasak makanan seadanya karna mengejar waktu.
"Sayang, kamu ngapain?" Bisma menghampiri Maura sudah dengan pakaian kantor nya.
"Aku buat sarapan Mas, sarapan dulu ya" jawab Maura sambil menyiapkan makanan ke meja.
Bisma melirik jam di tangan nya, "Sayang ma'af, Mas udah telat, kamu sarapan sendiri aja ya," Kata Bisma hendak mencium kening Istrinya namun di tahan oleh Maura.
Bisma mengerutkan dahinya.
"Tunggu di sini" Maura mengambil kotak bekal dan memasukan makanan ke dalam wadah itu,
Maura memberikan kotak bekal itu pada Suaminya.
"Mas bisa sarapan di kantor kan?, jangan telat makan oke" Tanpa sadar Maura memberi perhatian pada Suaminya.
Bisma Tersenyum dan menerima kotak bekal yang di berikan oleh Istrinya dengan senang hati, hatinya menghangat Bisma bahagia perlahan Istrinya Bisa dia gapai walau belum sepenuhnya dia miliki.
"Terimakasih Sayang" Ucap Bisma.
Maura mengangguk tersenyum manis dan mencium punggung tangan Suaminya dengan takzim.
Bisma membalas dengan mencium kening Maura lalu bergegas keluar setelah mengucapkan salam, Bisma meninggalkan Rumah pergi ke kantor.
__ADS_1