
Maura Masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil Suaminya sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan nya.
Maura Sarapan sendiri sambil memainkan ponsel nya. wanita hamil itu bertukar pesan dengan sahabatnya Maya. Sudah lama sekali Maura dan Maya tidak bertemu. terakhir mereka bertemu saat Maura habis bertemu dengan Rama waktu itu.
Maya mengajak nya untuk keluar sekedar nongkrong besok saat libur kerja. Maura tentu saja tidak langsung mengiyakan karna Maura harus meminta ijin terlebih dulu pada Suaminya.
[atau gimana kalau lo aja May yang ke rumah gue] Maura mengirim pesan pada Maya.
[waduh!. Nggak enak gue sama Suami lo Ra] Maya
[Nggak apa-apa, Suami gue cuek kok orang nya. Gue Nggak bisa sembarangan keluar May, Suami gue pasti Nggak ngijinin kalau pergi nggak sama dia] Maura membalas pesan dari Maya.
[Oke deh. lihat besok ya, nanti gue kabarin lagi ya Bestie, gue kerja dulu, Bye] Maya
Maura membaca pesan terakhir dari Maya dan melanjutkan sarapan nya lalu setelah selesai sarapan Maura ke belakang seperti biasa Perempuan itu tidak pernah lupa untuk memberi makan kucing kesayangan nya dan juga Ikan peliharaan sang Suami.
'Loh kok Habis pakan ikan sama pakan kamu Pus' Maura bermonolog sendiri melihat wadah makanan Ikan dan kucing nya sudah tinggal sedikit.
Maura segera mengganti makanan dan minum hewan peliharaan nya lalu kembali ke dalam mencari keberadaan Lana Asisten rumah tangga nya.
"Mbak. Mbak Lana!" Panggil Maura sedikit menaikan suaranya.
"Iya Nyonya. ada apa?" Lana dengan sigap menghampiri majikan nya.
"Temenin aku ya cari pakan Pussy sama Nemo, Udah selesai belum nyuci nya?" Maura mengamati Lana yang seperti sedang mencuci pakaian karna tangan nya penuh busa.
"Sudah hampir selesai kok Nyonya" jawab Lana.
"Ya sudah selesaikan dulu. aku mau siap-siap ya" ujar Maura lalu berbalik badan hendak menaiki tangga "Oh Iya Mbak, jangan lupa sarapan dulu ya" Maura memutar kembali tubuh nya dan menginterupsi Lana untuk tidak lupa sarapan sebelum pergi menemaninya.
"Iya, Nyonya" Lana tersenyum tipis menatap sang majikan.
Maura pun beranjak berjalan ke kamar nya untuk siap-siap. Maura segera mengirimkan pesan pada Suaminya lewat aplikasi hijau dan kebetulan Bisma sedang online dan langsung membalas pesan Maura. Bisma mengijinkan Istrinya untuk pergi sebentar asalkan berhati-hati.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap-siap Maura segera turun menghampiri Lana. kebetulan Lana sudah selesai sarapan dan pekerjaan nya sudah beres semua. Lana pun sudah siap menemani sang Majikan untuk keluar.
Maura dan Alana asisten rumah tangganya pergi meninggalkan Rumah dengan taxi.
Sementara di kantor Bisma sibuk dengan pekerjaan nya. Hari ini Bisma ada kunjungan ke salah satu proferti yang sudah hampir selesai pembangunan. Bisma akan mengecek nya langsung ke lokasi bersama Asisten Jay yang menemaninya. di sana sudah ada Rama yang menunggunya, sedangkan Arfan saat ini berada di jogja memantau proferti yang ada di jogja untuk satu atau dua bulan ke depan!
"Ram. gimana Aman semuanya?" Bisma langsung menyapa Rama setelah tiba di lokasi
"Seperti yang lo lihat, aman terkendali!" jawab Rama.
Bisma dan Rama sudah berbaikan dan tidak ada lagi kesalah pahaman di antara Mereka. Bisma dan Rama tetap bersikap seperti biasa, seorang sahabat yang saling membutuhkan dalam keadaan apapun, sekalipun dalam sebuah pekerjaan mereka akan tetap bersikap biasa saja dalam berinteraksi jika hanya berdua, mereka akan bersikap formal jika ada orang lain selain mereka berdua.
"Gimana menurut Lo, sesuai expetasi kan?" Rama menoleh pada Bisma dan menatap kembali pada Bangunan yang berdiri di depan nya.
Bisma mengangguk-anggukan kepalanya "ngopi dulu yuk. udah lama juga kan kita gak nongki bareng setelah adu jotos kemaren" Bisma terkekeh mengingat dirinya begitu brutal menghajar Rama habis-habisan karna cemburu
"Boleh!" Rama pun tertawa kecil menanggapi celotehan Bisma.
Sebenarnya Rama belum 100% bisa melepaskan Maura , namun Rama sadar kebahagiaan Maura bukan bersama nya, tapi Rama bisa melihat Maura tersenyum lepas ketika bersama Sahabatnya. Rama akan menyimpan kenangan bersama Maura di dalam satu ruangan di hatinya yang tidak ada satu orang pun yang bisa membukanya termasuk Istrinya sendiri.
Bisma langsung memesan tiga kopi dan duduk di kursi yang tersedia di cafe itu. Bisma dan Rama juga asisten Jay memilih tempat nongkrong yang outdor.
Mereka bertiga mengobrol sambil menunggu pesanan kopi datang. Asisten Jay pun tidak canggung ikut mengobrol dengan bos dan sahabat nya, karna Bisma sudah menganggap nya seperti teman atau sodara.
"Gimana sama si Arfan, ada ngabarin Nggak dia?" Tanya Rama pada Bisma.
"Nggak tuh. mungkin masih sibuk tuh anak!" jawab Bisma menebak-nebak.
"Bisa jadi sih" Rama membenarkan ucapan Bisma.
"Ma'af Tuan. Ada pesan dari Nyonya Besar!" Asisten Jay memberitahu Bisma kalau dirinya kedapatan pesan dari sang Ibu dari bos nya.
Bisma menoleh pada Asisten Jay dan melihat pesan dari Mama Tania yang isinya meminta Bisma dan Maura untuk datang ke rumah, karna akan ada pembahasan syukuran empat bulanan Maura.
__ADS_1
Bisma tersenyum tipis dan mengangguk pada Asisten Jay.
Rama melirik sekilas pada Rama lalu mengambil Kopinya dan menyeruput kopi itu pada Saat pelayan telah mengantarkan pesanan kopi mereka.
"Oh Iya Ram, nanti Lo datang ya ke syukuran empat bulanan Istri gue. ajak juga Istri dan anak lo!" Ujar Bisma sambil menyeruput kopi nya.
Rama menatap Bisma dan mengangguk. Rama merasakan hatinya kembali sakit ketika dia menyadari kini sang Mantan sudah benar-benar milik orang lain, Rama tersenyum kecut dalam hati.
Setelah berbincang-bincang membahas keluarga dan pekerjaan. Bisma dan Rama pun memutuskan untuk kembali ke kantor masing-masing.
Rama yang sudah tidak ada lagi pekerjaan di kantor nya. pria itu memilih menepi di sebuah gedung yang biasa dia datangi ketika hatinya sedang merasa tidak baik-baik saja.
Rama kini berada di atas rooftop gedung yang sudah tua berpuluh-puluh tahun berdiri kokoh.
Rama Memandangi jalanan ibu kota yang tidak pernah sepi itu. pria itu menatap sendu ke bawah. Rama masih merasa tidak rela melepaskan Maura namun Rama tidak ingin menjadi Benalu dan merusak kebahagiaan sang Mantan yang masih menempati satu ruangan di dalam hatinya hingga saat ini.
'Aaaakkkhhhh' Rama berteriak dengan kencang di atas rooftop itu.
Rama akhirnya menangis pecah dan terduduk lemas sambil menunduk dan memeluk lututnya. begitu pilu seorang Rama benar-benar merasakan sakit luar biasa harus melihat Wanita yang di cintainya bahagia dengan Sahabat nya sendiri.
'Kenapa sulit sekali aku melupakan kamu Maura, kenapa bayang-bayang senyum mu selalu menghantui pikiran ku. kenapa kita tidak di takdir kan bersama, Sakit, sangat sakit Ya Allah' Rama benar-benar menangis sesegukan di atas Rooftop itu sendirian.
Langit mendadak gelap seakan mengiringi kesedihan Rama saat ini. Rama Mendongak ke atas langit yang sudah semakin gelap menandakan akan turun hujan.
'Bahkan langit pun merasakan sakit nya aku Ra!" gumam Rama lirih. pria itu mengusap air matanya dan menatap langit dengan tatapan sendu.
Hujan pun turun dengan sangat deras di iringan dengan petir yang menggelegar di langit. namun Rama sama sekali tidak beranjak dari sana. air hujan membasahi tubuh Rama yang masih menangis pilu.
'Aaaaaaakkkkkhhh' Rama kembali berteriak dengan kencang berharap bisa lebih tenang dengan caranya berteriak.
Rama memukul dada bidang nya dan mengusap wajah nya frustrasi, Rama benar-benar seperti orang gila yang kehilangan Arah!
***
__ADS_1
Gaess mohon dukungan nya. jangan lupa mampir juga di novel baru ku. Cinta Setelah Menikah🤗🥰