Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 40


__ADS_3

Keesokan harinya Bisma sudah kembali ke kantor.


Maura membantu memakaikan dasi pada leher Suaminya, perempuan itu bertubuh tinggi jadi tidak perlu berjinjit.


Bisma dengan lekat memperhatikan wajah Istrinya dari jarak yang sangat dekat, pria itu tersenyum tipis.


Maura merasa dirinya sedang di tatap oleh Suaminya, lalu perempuan itu mendongak mengerutkan alisnya.


"Kenapa" Maura menatap tajam pada sang Suami.


"Apanya?" tanya Bisma menahan senyum.


"Ngelihatin aku terus dari tadi" ujar Maura sambil menurunkan tangan nya, karna sudah selesai memasangkan dasi Suaminya.


"Kamu Cantik sayang" Cetus Bisma sambil tersenyum simpul.


Maura mengerutkan dahinya menghela nafas.


"Udah yuk, aku antar ke depan. nanti kamu telat loh Mas?" ujar Maura.


"Dek!" panggil Bisma lirih


"Hemmm?" Maura menoleh dan bergumam


"Terimakasih ya,terimakasih kamu sudah mau menerima Mas yang tidak sempurna ini sebagai Suamimu. Terimakasih sudah berusaha keras membuka hati kamu untuk Mas, meski Mas tahu itu sulit buat kamu!" ujar Bisma menatap sendu pada Istrinya.


Maura menatap lekat mata Suaminya yang berkaca-kaca, Maura mengusap punggung tangan Suaminya dengan lembut dan tersenyum tipis.


"Gak perlu bilang seperti itu Mas, Aku gak mau menjadi dosa jika Aku mengabaikan kamu sebagai seorang Suami yang seharusnya aku hormati, Ma'afkan aku Mas. jika di awal-awal aku terang-terangan menolak mu" Maura menunduk merasa dirinya begitu egois waktu itu.


Bisma dengan cepat menggeleng dan menangkup wajah Istrinya dengan kedua tangan nya.


"Maura Putri Anesha. Aku mencintaimu" ucap Bisma menatap dalam Pada Maura!


Maura tersenyum, lidah nya selalu kelu ketika ingin membalas kata Cinta dari Suaminya, namun Bisma juga tidak memaksa Istrinya harus membalas dengan kata-kata.


baginya Maura bisa bersikap lembut saja sudah lebih dari cukup.


Maura mengantar Suaminya ke depan sampai di depan mobil.


"Hati-hati ya Mas" Ucap Maura sambil menyerahkan paper bag berisi kotak bekal seperti biasanya.


"Terimakasih sayang, harusnya gak perlu repot-repot Dek, kamu gak boleh capek-capek!" ujar Bisma menerima paper bag dari tangan Istrinya.


"Enggak capek kok. cuma bikin bekal aja masa capek, tenang aja dia kuat kok" Ujar Maura sambil mengelus perut nya.


Bisma melirik perut Istrinya dan Tersenyum, pria itu berjongkok di hadapan sang Istri untuk menyapa calon buah hatinya.

__ADS_1


"Hallo Baby. Ini Daddy nak, Sehat-sehat ya. jagain Mommy di rumah ya jangan rewel selama Daddy kerja oke" ujar Bisma bermonolog mengajak sang janin bicara seperti yang di sarankan oleh dokter.


"Iya Dad!" Maura tersenyum sambil mengusap lembut rambut Suaminya yang setengah basah.


Bisma pun mendongak, lalu berdiri kembali. Maura meraih tangan Suaminya dan mencium nya dengan takzim. Bisma meninggalkan Jejak sayang pada kening Istrinya dan mencium bibir Maura sekilas lalu terkekeh.


"Ya sudah Mas berangkat dulu ya. kalau butuh apa-apa kamu hubungi Mas aja oke!" kata Bisma. pria itu mengelus lembut pipi Istrinya sambil tersenyum tipis.


Maura mengangguk dan menyentuh tangan Suaminya lalu balas tersenyum!


Bisma pun segera masuk mobil dan meninggalkan Rumah setelah berpamitan pada Istrinya.


Setelah kepergian Bisma, Maura kembali masuk ke dalam rumah. Baru saja hendak membuka pintu. vibrasi handphone Maura berdering, Maura menghentikan langkah nya dan melihat siapa yang menelpon nya sepagi ini!


Ternyata nomor tidak di kenal, Maura memilih mengabaikan saja dan melanjutkan langkah nya menuju ke ruang makan untuk sarapan.


Dan saat Maura sedang menyuap Nasi yang sudah masuk ke perut nya beberapa sendok, notifikasi nomor tadi masuk. Maura ingin mengabaikan saja namun perempuan itu penasaran juga.


Akhirnya Maura memilih membuka pesan dari aplikasi hijau itu dan menghentikan kegiatan makan nya sejenak.


Maura membaca bait demi bait pesan itu. perempuan Itu mengerutkan alisnya setelah membaca dan tahu siapa pengirim pesan itu!


[Maura, ma'af aku meng******g*********anggumu. tolong angkat telepon ku sebentar saja Ra. aku mohon Maura, Aku yakin bukan hal yang mudah buat kamu lupain kenangan-kenangan kita kan Ra***] nomor tidak di kenal


Maura langsung tahu siapa pengirim pesan itu, sudah pasti Rama. Maura pun merasa dirinya seperti pecundang yang tidak bisa menempatkan hatinya dimana seharusnya dia berlabuh!


"***Hallo!"


"Hallo Ra. terimakasih sudah mau menjawab telepon ku***" ujar Rama dari sebrang telepon.


"***To the point aja kak, ada apa?"


"Maura. Bisakah kita bertemu sekali lagi***?" Rama dengan suara parau meminta Maura untuk menemuinya.


"Untuk apa lagi kak. sudahlah kak aku gak mau suamiku salah paham lagi!" ujar Maura.


"Sebentar saja please Ra, aku janji gak akan ganggu kalian lagi setelah ini!" Rama memohon


Maura menghela nafas berat!


"Baiklah untuk terakhir kalinya kan?" finally Maura pun tidak tega dengan suara sendu Rama.


Rama tersenyum devil di balik telepon!


Maura segera siap-siap ketika Rama sudah mengirim alamat dimana dia berada sekarang. Maura pergi meninggalkan Rumah setelah berpamitan pada Lana.


Setelah sampai di tempat tujuan. Maura langsung menghampiri Rama yang sedang duduk sendirian di kursi taman menunggunya sejak tadi.

__ADS_1


Rama yang sejak tadi menunduk dengan penampilan yang acak-acakan tak beraturan pria itu mendongak menatap lekat pada perempuan yang masih menempati hatinya. Rama menggeser duduk nya memberi tempat untuk Maura duduk di sebelah nya.


"Maura!" Rama menatap sendu pada Maura dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kak Rama kenapa kakak seperti ini?" Maura memperhatikan penampilan Rama yang seperti orang mabuk yang tidak punya masa depan.


Rama masih betah menatap Maura dengan tatapan Sayu. entah kenapa pria itu merasa dirinya begitu menginginkan Maura saat ini.


"Kak Rama. aku gak bisa berlama-lama di sini!" ujar Maura menggoyangkan bahu Rama.


Rama pun tersadar dari pikiran kotor nya. Rama menarik tubuh Maura ke dalam dekapan nya, memeluk nya posesif. Rama terisak di balik punggung Maura.


Pria itu merasa begitu menyesal telah menyakiti Maura karna kesalahan yang tidak dia sengaja.


Maura pun diam saja tidak memberontak ataupun menolak, Maura memejamkan matanya agar tidak sampai menitikan air mata. perempuan itu juga merasakan sesak di dadanya. Maura mengusap punggung Rama.


"Ra, Aku sangat merindukan kamu Ra. kenapa takdir begitu kejam sama kita Ra, bahkan sedikit pun aku gak bisa melupakan tentang kamu Ra, aku masih mencintai kamu sampai sekarang!" ujar Rama setelah melepaskan pelukan nya lalu menatap Maura.


"Kak Rama. tolong jangan Seperti ini kak. kita sudah tidak lagi sama sekarang, hubungan kita sudah berakhir kak" ujar Maura menyadarkan Rama.


Rama memejamkan Mata. lalu tiba-tiba Pria itu menarik tengkuk Maura dan mencium bibir nya dengan brutal.


Maura tentu saja kaget dan melotot. perempuan itu berusaha kuat untuk melepaskan diri dari serangan sang mantan.


Maura mendorong kuat dada Rama hingga Rama melepaskan ciuman nya yang tidak seharusnya nya dia lakukan.


Maura menatap tajam dan reflek Saja Maura menampar dengan keras pipi Rama.


PLAK


Rama menyentuh pipi nya yang terasa panas karna sebuah tamparan keras dari Maura.


Maura berdiri dan menatap tajam pada mantan kekasih nya itu.


"Kak Rama keterlaluan, kakak kenapa lakuin ini. kakak sadar gak sih kalau yang kakak lakukan ini salah. tolong jangan seperti ini kak." Maura benar-benar tidak habis pikir dengan isi pikiran Rama.


"Ma'afkan aku Ra, aku tahu aku salah!" ujar Rama lirih


"Lupakan Aku kak. jangan pernah ganggu aku lagi!" Maura beranjak begitu saja meninggalkan Rama yang masih menunduk sambil memegangi pipinya yang terasa panas.


Rama mendongak menatap kepergian Maura.


pria itu mengacak Rambutnya dengan kasar. Rama begitu frustrasi gagal move on dari sang mantan!


'Ma'afkan aku Ra' Lirih Rama memejamkan matanya. hatinya merasakan sakit luar biasa harus menerima kenyataan bahwa dirinya dan Maura kini benar-benar sudah berakhir!


Ma'af ya gaess kemaren sibuk banget gak sempet update🙏

__ADS_1


__ADS_2