Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 60


__ADS_3

Bisma membawa sepiring nasi goreng kepada Istrinya yang menunggunya di meja makan sejak tadi.


"Mmm. kayaknya enak nih, buatan Chef Bisma!"Maura terkekeh sambil menaruh ponsel nya ke meja.


Bisma tersenyum kecil menanggapi celotehan Istrinya.


"Pelan-pelan masih panas Sayang" ujar Bisma " Enak Nggak?" sambung Bisma sambil melongok wajah Istrinya.


"Enak. kamu pinter masak juga ya Mas" Ujar Maura menatap Suaminya sambil mengunyah nasi goreng yang penuh di mulut nya.


"Ya, bisa lah kalau cuma nasi goreng aja sih"


"Mas Mau?" Maura menyodorkan satu sendok nasi goreng itu ke Bisma, Bisma menerimanya .


"Udah kamu makan aja Dek. biar kenyang!" ujar Bisma.


"Ini kebanyakan Mas, kita makan bareng-bareng biar cepat habis. sayang kan kalau Nggak habis, kamu udah capek-capek masak" ujar Maura yang tidak ingin mengecewakan Suaminya jika masakan suaminya itu tidak habis di makan oleh dirinya sendri.


"Ya udah Iya, sini biar Mas suapin!" Bisma mengambil alih sendok di tangan Maura


Bisma pun menyuapi Istrinya dan dirinya sendiri, mereka makan tengah malam dengan di selingi obrolan kecil, sesekali mereka tertawa kecil jika ada obrolan yang menurut mereka lucu.


Selesai Makan tengah malam. pasangan Bisma dan Maura kembali naik ke atas. Maura menggosok gigi terlebih dulu sebelum kembali tidur di ikuti oleh Bisma yang mengekor di belakangnya.


Bisma dan Maura kini berada di dalam kamar mandi. mereka sikat gigi bersama sambil melihat diri mereka sendiri dari pantulan cermin. Maura dan Bisma saling melempar senyum sambil sikat gigi.


Selesai sikat gigi Maura hendak membuka handle pintu untuk keluar, namun di tahan oleh Bisma, Bisma menarik pelan tangan Maura, Maura pun otomatis memutar kembali tubuh nya menghadap sang Suami


Maura mendongak menatap Suaminya dengan tatapan bingung.


"Dek!"Bisma menatap sayu pada Maura.


Maura mengerutkan alisnya hingga bertaut, namun Maura sudah sedikit memahami gestur Suaminya, jika sudah menatap nya dengan tatapan sayu dan dalam. artinya Bisma sedang mode On.


Bisma masih menatap dalam pada Maura, netranya berkalang kabut penuh kilatan gairah, Bisma mengangguk pelan meminta ijin pada Maura tanpa suara.

__ADS_1


Maura sangat memahami ketika Suaminya sedang menginginkannya, tidak perlu bersuara pun sudah mengerti hanya dengan cara Bisma menatapnya.


Maura pun mengangguk pasti, perempuan itu tidak ada alasan untuk menolak.


"Di sini ya!" bisik Bisma pada Maura.


Maura mengangguk mengiyakan.


Bisma pun segera membuka satu persatu kancing piyama sang Istri sambil mencium bibir Istrinya dengan sangat lembut, Bibir ranum dan kenyal itu yang selalu membuat Bisma candu.


Tangannya dengan nakal meremas buah kenyal di dada Istrinya masih dengan berciuman. Tidak ingin berlama-lama lagi Bisma segera melanjutkan aksinya yang lebih panas lagi.


Setelah berhasil melepas seluruh pakaian Istrinya, kini Bisma membuka piyama nya sendiri hingga polos. Bisma meraih tangan Istrinya dan menuntun nya untuk meremas miliknya. menaik turunkan tugu monas itu, Maura menurut saja tanpa penolakan sama sekali. Bisma merem melek merasakan sensasi berbeda. dengan tatapan sayu penuh gairah Bisma membimbing Istrinya agar membelakanginya.


Bisma melakukannya dengan cara menggauli Istrinya dari belakang. Maura yang bingung menoleh ke belakang menatap sang suami.


"Nggak apa-apa Sayang, aman kok. Mas akan bermain dari belakang. kamu nungging ya, nikmatin aja sensasinya" Secara naluri Bisma begitu lihai dalam bermain.


Maura pasrah saja dan menyerahkan gaya apapun pada Suaminya.


Bisma mulai menjalankan aksinya. memasukan miliknya dan mendorong pelan pada milik Istrinya. sambil tangan nya meremas buah kenyal dada Istrinya bisma maju mundur bermain dengan sangat epic. ******* kecil lolos dari mulut mungil Maura.


Bisma merem melek merasakan nikmatnya surga dunia dalam sebuah pernikahan yang halal.


Bisma merasa sudah ingin keluar, pria itu dengan cepat mendorong miliknya hingga benar-benar berhenti di ujung rahim sang Istri.


Bisma memeluk tubuhnya Istrinya masih dengan tubuh yang belum terlepas.


Maura memejamkan matanya saat tubuhnya merasa terdorong dengan kuat oleh milik Suaminya.


Bisma pun melepaskan diri dari tubuh Maura.


"Huh" Bisma benar-benar merasakan puas dan nikmat luar biasa. hatinya begitu lega telah menyalurkan hasrat nya yang sempat di pendam nya tadi.


Bisma menatap Istrinya sambil tersenyum dan mengelap keringat di dahi sang Istri.

__ADS_1


"Makasih Sayang, kamu selalu buat Mas Candu" ujar Bisma


Maura memalingkan wajah nya, perempuan itu selalu malu setiap kali berhubungan dengan suaminya. meskipun pada kenyataan nya Maura sendiri menikmati setiap kali Suaminya menggaulinya.


"Masih malu aja sih, hemmm!" Bisma menarik dagu Maura agar mau menatap nya.


Bisma mengusap perut buncit Maura yang masih polos. pria Itu gemas melihat tubuh Istrinya yang semakin **** semenjak hamil. Bisma tersenyum simpul menatap Maura.


Maura tersenyum malu, lagi-lagi Maura menunduk.


"Sini Mas pakein baju nya, Jangan mandi dulu ya, gak baik mandi tengah malam!" ujar Bisma sambil mengambil piyama juga dalaman milik Istrinya.


Maura mengangguk saja, "Aku bisa pake sendiri Mas" Maura merebut dalaman miliknya dari tangan Suaminya.


"Nggak apa-apa sayang, biar Mas aja!" Bisma tetap memaksa untuk memakaikan pakaian Istrinya


Maura benar-benar menahan malu namun menurut saja saat Suaminya mulai memakaikan satu persatu helai pakaian nya ke tubuh polos nya hingga selesai.


Bisma tersenyum menatap Istrinya yang sejak tadi tidak berani menatap nya. Bisma menangkup wajah Istrinya agar menatapnya .


"Jangan malu-malu gitu Sayang, kita sudah sering melakukan itu. masih malu aja sih" Ujar Bisma sambil tersenyum tipis.


Maura menekan bibir nya dan tersenyum menatap Suaminya.


"Sekarang Gantian!" Bisma menyodorkan Pakaian nya pada Maura.


Maura melebarkan bola matanya kemudian perempuan itu menghela nafas panjang. Sedangkan Bisma menahan senyum ingin mengerjai Istrinya.


Namun Maura tetap menurut. melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Suaminya memakaikan pakaian Suaminya.


Setelah selesai dengan Urusan syahwat dan menuntaskan hasratnya Bisma menggendong Istrinya kembali ke ranjang. Waktu terus berputar semakin mendekati pagi. Bisma dan Maura pun memutuskan segera tidur lagi.


Bisma merebahkan tubuh Istrinya ke ranjang lalu dirinya menyusul merebahkan diri di samping Istrinya.


Bisma selalu memberi perhatian setiap kali hendak tidur. pria itu selalu meninggalkan jejak sayang di kening Istrinya. Bisma mengecup Bibir Istrinya sekilas lalu benar-benar merebahkan tubuh nya dengan posisi yang benar.

__ADS_1


Maura membalikan badannya membelakangi Suaminya, Bisma memeluknya posesif dari belakang melingkarkan tangannya di perut Istrinya sambil mengelus-elus perut Maura dengan lembut


Tanpa terasa keduanya memejamkan mata dan tertidur lelap begitu saja hingga pagi benar-benar menyapa!


__ADS_2