Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 70


__ADS_3

Maura merebahkan tubuhnya ke ranjang. Mata yang sudah mengantuk Maura pun tertidur begitu saja tanpa menunggu Suaminya kembali ke kamar.


Sementara Bisma yang masih merokok di balkon, laki-laki itu menghirup udara dingin di malam hari. Bisma sambil memainkan ponselnya untuk sekedar mengusir rasa jenuh saat sendiri karena Istrinya sedang hamil, jadi Bisma tidak ingin Maura ikut bergabung di saat dirinya sedang merokok seperti ini, Bisma tentu saja menjaga kesehatan Istri dan calon anaknya.


Bisma berselancar di sosial medianya menscrool terus sampai ke bawah. Tidak ada yang menarik menurutnya. Namun Bisma kepikiran untuk mengunggah foto-foto saat acara tadi sore . foto keluarga dan juga foto dirinya bersama Maura. Bisma pun mengunggah beberapa foto keluarga saat acara tadi ke Instagram nya.


Bisma tersenyum bahagia menatap foto Dirinya bersama Istrinya yang tersenyum sumringah di dalam foto itu. Bisma tidak menyangka hidup nya akan berubah seperti ini setelah dia menikahi Maura.


Bisma teringat saat dirinya masih kuliah dulu. Bisma dan teman-temannya sering menghabiskan waktu di jalanan dan main ke club untuk minum-minuman barang haram.


Bisma memejamkan Matanya dan menggeleng lalu menghela Nafas. Sekarang Bisma dan teman-temannya sudah sedikit meninggalkan kebiasaan buruk nya. terutama Bisma sendiri sudah tidak pernah datang lagi ke club semenjak menikah dengan Maura.


Bisma Akhirnya masuk kembali ke kamarnya dan menemukan Istrinya yang sudah tertidur pulas tanpa selimut. Bisma mendekati Maura sambil tersenyum gemas. kemudian menyelimuti Tubuh Istrinya dan mencium keningnya.


"Ma'af ya Sayang, kamu pasti lelah" Gumam Bisma menatap dalam pada Maura sambil mengelus lembut pipi Maura.


"Selamat Tidur Sayang. Mimpi Indah dan Bahagia selalu Istriku!" Bisma kembali menciumi wajah Maura dengan hati-hati agar Maura tidak sampai terusik.


Bisma pun ikut merebahkan tubuhnya di samping sang Istri menyusulnya ke alam Mimpi.


***


Hari demi hari dan bulan berganti bulan telah di jalan dengan baik oleh sepasang Suami Istri yang sebentar lagi akan menjadi orangtua muda itu.


Bisma yang semakin hari semakin menunjukan rasa cinta dan perhatiannya pada Maura. tentu membuat Ibu hamil itu sangat bahagia menjalani kehamilannya yang sekarang sudah menginjak usia 7 bulan.


Kini Bisma dan Maura sedang mempersiapkan diri untuk menyambut momen kelahiran sang Buah hati yang hanya tinggal 2 bulan lagi.


"Mas. Temenin jalan-jalan yuk" Ajak Maura mendekati Bisma yang sedang memberi makan ikan kesayangannya.


Bisma menoleh pada Maura "Jalan-jalan kemana sepagi ini Dek" Bisma berdiri karena sudah selesai memberi makan nemo.


"Justru karena masih pagi Mas. jalan-jalan keliling komplek aja sambil olahraga. kan kata dokter harus sering di bawa jalan pagi Mas" ujar Maura bergelayut manja pada Lengan Suaminya.


"Iya ya. Mas lupa sayang. Ya sudah ayo!" Bisma tersenyum dan mengelus lengan Istrinya.


"Ih geli tahu Mas" Maura mendelik pada Suaminya sambil terkekeh.

__ADS_1


Bisma pun tertawa kecil sambil berjalan pelan menggandeng Sang Istri, mereka keluar bersama meninggalkan rumah dengan berjalan kaki berkeliling komplek agar tidak terlalu capek untuk Maura.


Perut Maura yang semakin besar membuat perempuan berusia hampir 22 tahun itu sering merasa cepat lelah dan capek. untung nya Maura memiliki Suami yang siap siaga ketika dia kapan saja membutuhkannya.


Bisma dan Maura berjalan pelan lebih tepat nya Bisma mengikuti langkah kecil Istrinya yang memang lebih lambat darinya. Bisma menggandeng tangan Maura terus berjalan keliling komplek.


"Eh Mas Ganteng sama Mbak Maura mau kemana?. kok jalan kaki" Seorang ibu bertubuh gemuk menyapa Bisma dan Maura saat berpapasan.


"Iya Bu. lagi jalan-jalan aja sambil olahraga kecil" Jawab Maura dengan tersenyum ramah.


"Oh. iya memang bagus Mbak buat kehamilan yang sudah besar gitu di bawa jalan-jalan. sering-sering di bawa sujud juga ya mbak Maura biar cepet turun dedek nya" Ujar Ibu itu memberi nasehat pada Maura sambil tersenyum.


"Iya Bu. terimakasih sarannya. Dokter juga bilang begitu" jawab Maura.


"Bu Ina mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Bisma berbasa-basi untuk menyapa Ibu Ina tetangganya itu.


"Ini Mau ke pasar Mas Ganteng. Mas Bisma makin keliatan aja auranya yang sebentar lagi bakalan jadi ayah" ujar Bu Ina tersenyum pada Bisma.


Bisma tertawa kecil menanggapi " Ibu bisa saja. mohon Do'a nya ya Bu" Ujar Bisma.


"Pasti Mas Ganteng, semoga lancar persalinan nya nanti, selamat ibu dan bayi nya. Amin" Bu Ina mendo'akan pasangan muda itu.


"Ya sudah Mas Ganteng. Mbak Maura saya duluan ya. keburu siang nanti" ujar Bu Ina pamit undur diri.


"Iya Bu. silahkan" Ujar Bisma mempersilahkan Bu Ina untuk melewatinya yang menghalangi jalan.


Bisma dan Maura pun melanjutkan berjalan kembali. Maura mendongak pada Suaminya yang berjalan di sampingnya.


"Seneng banget ya di panggil Mas Ganteng!" cetus Maura tiba-tiba merasa kesal.


Bisma menoleh dan mengerutkan alisnya menatap sang Istri, kemudian Bisma tersenyum lucu pada Maura.


"Hei. kenapa tiba-tiba kesel gitu mukanya, hemmm" Bisma menjawil pipi tembem Maura dengan gemas.


Maura dengan cepat menepis tangan Suaminya sambil memberengut.


"Jadi kalau di luar tuh gitu ya. Mas Ganteng, Ishh!" dengan nada sinis meledek Maura tersenyum miring menatap Bisma kemudian berjalan mendahului Bisma.

__ADS_1


Bisma yang melihat Istrinya merajuk justru merasa lucu dan gemas. menghadapi ibu hamil memang butuh kesabaran untuk Bisma. Bisma pun mengejar Istrinya yang berjalan cepat di depannya. Bisma segera meraih tangan Istrinya setelah jarak yang sudah mendekati Maura.


"Sayang. Hei lihat Mas Dek, kamu kenapa sih" Bisma pura-pura tidak mengerti kenapa Istrinya tiba-tiba merajuk.


Maura melirik pada Bisma dengan tatapan tajam. Bisma menahan tawa dengan exfresi Istrinya yang justru sangat menggemaskan baginya.


"Sayangku. kamu cemburu sama Bu Ina?. yang benar saja Dek. ada-ada aja sih!" Bisma menangkup wajah Istrinya dengan kedua tangan lebarnya. Bisma benar-benar merasa gemas pada Maura.


Maura melepaskan tangan Bisma dari wajahnya lalu menatap Bisma intens sambil bibir yang mengerucut.


"Udah jangan manyun Gitu. Mas Cium di sini mau?" ujar Bisma dengan gemas menggoda Sang Istri.


"Ih!" Maura mencubit dengan keras pinggang Suaminya membuat Bisma mengaduh.


"Sayang Sakit!" Pekik Bisma pelan


"Lagian kamu Mas. seneng banget di panggil Mas Ganteng. apaan coba" ujar Maura tidak suka.


"Ya Emang Mas ini Ganteng. gak ada yang salah kan?" Bisma malah sengaja menggoda Maura.


"Mas, Bener-bener ya" Maura mendelik pada Bisma.


Bisma lagi-lagi di buat gemas oleh Istrinya. Bisma merangkul bahu Maura dan mengajak nya duduk sejenak di taman komplek sambil Istirahat.


"Ma'af ya. kan bukan Maunya Mas di panggil gitu" ujar Bisma dengan wajah memelas menatap sang Istri.


"Tapi kamu suka kan dengan panggil seperti itu?" tanya Maura masih dengan nada sinis.


Bisma harus sekuat hati menahan tawa dan menggeleng mempercepat perdebatan yang tidak berfaedah itu.


Bisma merayu Istrinya agar tidak merajuk berkepanjangan. Laki-laki itu pun mengiyakan saja apapun yang di katakan oleh Istrinya. mengalah lebih baik daripada berdebat hal yang tidak penting menurutnya. tapi begitu di permasalahkan oleh Istrinya


Perempuan memang unik. Bisma sampai geleng-geleng kepala dan menghela nafas panjang.


Matahari sudah mulai meninggi. Bisma dan Maura pun memutuskan untuk segera kembali ke rumah!


***

__ADS_1


Ma'af ya gaess, update y gak tentu.aku kurang semangat nulis nya.bantu semangatin dong.


jangan lupa dukungannya🙏


__ADS_2