
Maura dan Bisma pulang ke rumah setelah dari minimarket, mereka sampai di rumah tepat pada waktu jam makan siang. Maura dan Bisma pun segera makan siang terlebih dulu sebelum beranjak ke kamarnya.
Alana asisten rumah tangga di rumah itu sudah menyiapkan makanan untuk makan siang majikannya.
"Terimakasih ya Mbak" ujar Maura tersenyum pada Lana.
"Sama-sama Nyonya. Silahkan" Alana dengan sopan mempersilahkan majikannya untuk makan.
"Lana. Di bagasi mobil ada belanjaan tolong di ambil ya. Saya juga sudah membelikan kamu cemilan yang seperti biasanya. nanti kamu pisah saja!" Bisma menginterupsi Alana untuk mengambil belanjaan yang masih di dalam mobil.
Maura yang mendengar Instruksi Bisma terhadap Lana merasa terdengar lain di telinganya. Maura mengerutkan dahinya menatap intens pada Suaminya
"Iya Tuan. terimakasih Tuan masih ingat dengan kebiasaan saya" Alana membungkuk sopan sambil tersenyum pada Bisma.
"Hmmmm" Bisma hanya menanggapi datar sambil bergumam
Maura tiba-tiba kesal, perhatian kecil Bisma terhadap Alana membuat Maura salah paham pada Suami dan Asisten rumah tangganya. Lana pamit untuk keluar mengambil belanjaan di mobil. sedangkan Maura menatap tajam pada Bisma.
"Perhatian banget" Cetus Maura dengan wajah sinis.
Bisma mengerutkan alisnya hingga bertaut menatap pada lekat Maura.
"Maksudnya apa Dek. perhatian sama siapa?" tanya Bisma menatap bingung pada Istrinya.
"Lupakan" Maura menatap sinis pada Bisma sambil mengunyah makanan yang penuh di mulutnya, Maura melirik Pada Lana yang sedang berjalan ke arah dapur.
"Permisi Tuan. Nyonya" Lana membungkuk Sopan pada majikannya saat melewati Bisma dan Maura setelah kembali ke dapur dengan membawa belanjaan milik majikannya.
Maura tersenyum Tipis pada Lana. Meskipun hatinya kesal namun Maura yang memang memiliki hati yang lembut. Perempuan itu tetap bersikap baik dan selalu menghargai Asisten rumah tangganya.
Setelah selesai makan siang Maura melipir begitu saja berjalan gontai ke kamarnya tanpa menoleh lagi pada Suaminya. Bisma menatap tak percaya pada Maura. pria itu lagi-lagi di buat bingung oleh sikap Istrinya yang tiba-tiba kesal. Bisma berpikir, kesalahan apa lagi yang sudah dia lakukan sehingga membuat Istrinya merajuk.
Bisma pun segera menyusul Maura ke kamar.
"Sayang kamu kenapa Dek" Bisma menutup kembali pintu kamarnya setelah masuk dan mendekati Maura yang sedang sibuk dengan ponselnya.
Maura melirik sekilas dengan wajah yang masih di tekuk lalu fokus kembali pada ponselnya.
"Dek. kamu kenapa sih?" tanya Bisma melongok wajah Maura dengan wajah bingung.
__ADS_1
Maura menatap tajam Pada Bisma tanpa bicara apapun. Bisma menghela nafas dan menatap lekat pada Istrinya. Kini Bisma mengerti bahwa Maura sedang salah paham padanya..
"Sayang, kamu Cemburu sama Lana!" Bisma menahan Senyum menatap pada Maura.
Maura memalingkan wajahnya dengan bibir mengerucut. membuat Bisma gemas.
"Sayang. Lana itu sudah bekerja lama di sini dan dia sudah bekerja dengan baik. apa salahnya kalau Mas kasih perhatian kecil, perhatian seorang majikan terhadap ART nya, nggak lebih Dek!" ujar Bisma menarik dagu Istrinya agar menghadap ke wajah Bisma yang sedang bicara.
Maura masih terdiam menekuk wajahnya menatap Bisma.
"Lucu banget deh jadinya kalau kamu cemburu sama pembantu Dek!" Bisma terkekeh sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Istrinya yang masih memberengut mengerucutkan Bibir nya
Maura mencoba mendorong dada Bisma agar menjauh namun Bisma malah menggenggam tangan Maura dan menurunkannya ke atas kasur. Bisma menatap dalam pada Maura dengan tatapan sayu.
Maura malah semakin memberengut sambil menahan senyum. Bisma tersenyum melihat Istrinya yang mulai mencair. Bisma mencari kesempatan saat mata mereka bersitatap menatap dalam satu sama lain. Bisma mencium bibir ranum Maura yang mengerucut dengan sangat lembut penuh perasaan. Maura sendiri tidak memberontak. Maura membuka mulutnya memberi kesempatan pada Bisma untuk membelit lidah dan bertukar saliva.
Bisma melepaskan ciumannya memberi jeda untuk Maura mengatur nafasnya. Bisma tersenyum sambil mengelap sisa saliva di bibir mungil Istrinya.
Dengan Gemas Bisma membawa tubuh Maura untuk rebahan ke ranjang. Maura yang kaget reflek saja memukul punggung Suaminya sambil terkekeh. Bisma dan Maura sama-sama tertawa kecil menertawakan tingkah mereka sendiri.
Siang sampai Sore tidak ada aktivitas lain yang mereka kerjakan. Mereka hanya rebahan dan menghabiskan waktu berdua di dalam kamar sambil beristirahat.
***
Bisma fokus pada pekerjaannya tanpa memikirkan apapun. Bisma selalu serius dalam melakukan sebuah pekerjaan meski dia adalah Bosnya di kantor, Bisma tetap profesional menjalankan tugas nya sebagai Seorang Ceo yang akan menjadi pewaris tunggal Marga Corp.
"Permisi Tuan. ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" Sekretaris Bisma membuka pintu setelah mengetuk pintu dan memberitahu Bos nya kalau ada seseorang yang ingin menemui Bisma.
Bisma menoleh pada Sekretarisnya menatap datar pada Sekretarisnya.
"Siapa?" tanya Bisma dengan nada dan wajah yang datar.
"Dia orang yang anda kenal Tuan!" jawab Sekretaris Bisma.
Bisma mengerutkan alisnya hingga bertaut menatap pada Sekretarisnya dengan wajah bingung. Bisma pun meminta Sekretarisnya untuk menyuruh tamu tidak di undang itu untuk masuk. Sekretaris Bisma pun mempersilahkan tamu itu untuk masuk, dan pamit undur diri pada Bisma.
"Hai Bisma!" Suara perempuan itu menyapa pada Bisma, suara yang familiar tentu saja Bisma mengenalinya.
Bisma Mendongak dan betapa kagetnya saat Bisma mengetahui siapa tamu yang datang tanpa di undang itu.
__ADS_1
"Irene!" Bisma menatap tak percaya pada Mantan kekasihnya itu. Mau apa Dia datang ke kantor nya. pikir Bisma
"Sudah lama ya kita tidak bertemu. Apa kabar Bisma" Irene mendekati meja kerja Bisma tanpa rasa malu dan percaya diri yang tinggi.
Bisma mengerutkan dahinya dan Berdiri dari kursi kebesarannya.
"Mau apa kamu kesini Irene. Aku tidak ada urusan apapun denganmu!" Bisma dengan tegas menekankan kata-katanya pada Irene.
Irene tersenyum devil menatap Bisma. Irene terus mendekati Bisma dengan tubuh yang berlenggak lenggok seperti seorang penggoda. Bisma mundur teratur menghindari Irene yang semakin dekat.
"Kamu mau apa Irene. silahkan keluar jika tidak ada kepentingan. aku sibuk" Ujar Bisma mengusir secara halus pada Irene. namun Irene tidak menggubris perkataan Bisma.
perempuan itu tetap berjalan mendekati Bisma sampai benar-benar berhenti tepat di hadapan Bisma.
Irene menatap intens pada Bisma sedangkan Bisma menatap waspada pada Irene.
"Irene stop. apa yang akan kamu lakukan, Hah!" Bisma di buat kesal dan jengkel dengan kelakuan Irene yang menurutnya seperti bukan Irene yang biasanya. Irene yang biasanya tidak seagresif ini.
"Bisma. aku tahu kamu masih Cinta sama aku kan?, Aku kangen sama Kamu Bisma!" Irene tiba-tiba menubruk tubuh Bisma memeluknya posesif. sontak saja Bisma kaget bukan main. Bisma melotot tak percaya dengan tindakan Irene kepadanya.
Bisma mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Irene namun Irene kekeh mempertahankan pelukannya dengan sangat Erat pada Bisma.
"Bisma aku mohon biarkan seperti ini dulu. aku sungguh merindukan pelukan kamu Bis. Ma'afkan Aku Bisma. aku menyesal telah meninggalkan kamu dulu, aku menyesal telah menikahi Zaky, dia kasar Bisma , aku butuh kamu yang selalu lembut sama aku!" Irene menangis di balik punggung lebar Bisma. Bisma memejamkan matanya, mendengar perempuan menangis selalu membuat hati Bisma tidak tega.
Bisma pun Hanya mendengarkan keluh kesah Irene tanpa ada niatan untuk membalas pelukan mantan kekasihnya itu.
"Irene tolong lepaskan Ren" Bisma mencoba membujuk Irene untuk melepaskannya.
"Tidak Bisma. ku mohon sebentar saja!" Irene masih kekeh memeluk erat tubuh Laki-laki yang sudah dia campakkannya itu.
Di luar dugaan Maura tiba-tiba datang dengan membawa berkas yang tertinggal di rumah. berkas Penting milik Suaminya untuk presentasi meeting siang ini. Maura pun berinisiatif untuk mengantarnya ke kantor, namun pada saat Maura membuka pintu ruangan Bisma. Maura di kejutkan dengan adegan yang menurutnya sangat Intim. Adegan berpelukan antara suami dan wanita lain yang seharusnya tidak dia lihat.
Maura terbengong sambil menahan Air matanya. hati wanita mana yang tidak sakit ketika melihat secara langsung Suaminya di peluk oleh wanita lain. Itulah yang Maura rasakan. hatinya begitu sakit.
Maura dengan lemas menjatuhkan berkas-berkas yang di bawanya ke lantai. membuat Bisma menoleh ke arah dimana Istrinya berdiri sambil menahan air mata yang sudah penuh di kantung matanya.
"Maura!" gumam Bisma lirih. Bisma langsung mendorong Irene hingga terlepas dari pelukan sang mantan, Bisma menatap lekat pada Istrinya.
Maura Dengan cepat mengusap air Matanya dengan kasar lalu beranjak begitu saja keluar dari ruangan Bisma sambil membanting Pintu!
__ADS_1
"Sayang. tunggu Dek, Mas bisa jelasin sayang!" Bisma mengejar Istrinya tanpa perduli lagi dengan Irene yang sempat terjeduk meja kerja Bisma saat Bisma mendorongnya ke belakang.
"Aaww, Sial" Gumam Irene merasa gagal merayu Bisma dan kesal namun Irene tersenyum puas ketika dia tahu kalau Maura melihatnya berpelukan dengan Bisma. Senyum Devil dan sinis tersungging dari bibir perempuan tidak tahu malu itu!