
Authot POV
.
.
Kiyara seolah tak mengenal perempuan yang berdiri di depannya dan juga suaminya, hanya melirik sekilas rupa sekretaris Dave yang ternyata betul jika perempuan itu adalah Arin, teman SMAnya … yang pagi tadi menghina suaminya secara tidak langsung, karena menyebut suaminya tak mampu membiayai makan enak dan juga dikatakan seorang pengangguran. Dan lihatlah sekarang, siapa yang di atas dan siapa yang di bawah.
“Awas,” ucap Dave dengan tegas, menyuruh sekretarisnya itu untung pergi dari jalannya.
“I- iya, Pak … silakan.”
Kiyara, hanya bisa mengulum senyumnya karena merasa ini belum saatnya biar saja si Arin itu lebih kaget lagi saat berada di ruang rapat nanti. Tangannya masih bergelayut di lengan kekar suaminya, sengaja mempererat rangkulannya agar Arin tahu posisinya saat ini dalam bahaya, setidaknya dia memberi sedikit peringatan lewat gestur tubuhnya, pikir Kiyara.
Ceklek …
Arin, yang semula berjalan di belakang Kiyara dan Dave saat sudah mendekat pintu tiba-tiba langsung berjalan cepat dan berusaha membukakan pintu ruang rapat untuk atasannya itu.
“Silakan, Pak …” ucapnya lagi, jujur saja dia bingung harus menyebut Kiyara apa saat ini, melihat kedekatakannya dengan sang atasan membuatnya berpikir berulang kembali.
__ADS_1
Dave dan Kiyara langsung duduk di tempat yang sudah disedikan begitu pula dengan Arin yang sudah duduk di kursi yang tak jauh dari Dave, tentu saja karena dia adalah sekretaris Dave. Moderator sudah memulai membuka acara rapat ini dengan cukup formal, lalu melemparnya ke Dave untuk memberi sambutan dan juga memperkenalkan istrinya sebelum berlanjut ke inti acara rapat pagi ini.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh … selamat pagi … semoga dalam keadaan sehat wal’afiat rekan-rekan semua, rapat pagi ini selain untuk membahas permasalahan yang kemarin sudah kita rapatkan sebelumnya, pada kesempatan kali in ijuga saya ingin memperkenalkan wanita yang duduk di samping saya ini,” ucap Dave dengan tegas dan lugas.
“Berdiri, Sayang,” ucap Dave dengan senyumannya yang jarang sekali di lihat oleh karyawannya.
Dengan anggunnya, Kiyara berdiri dari duduknya dan dengan sigap Dave langsung merengkuh pinggang istrinya itu.
“Kenalkan, ini adalah istri saya … namanya Kiyara Wulandari, kami sudah menikah jalan 3 bulan ini ya Sayang,” ucap Dave sembari melihat istrinya dengan pandangan penuh cinta membuat kaum hawa yang berada di dalam ruangan itu begitu iri dengan Kiyara.
Deg … jantung Arin, serasa lompat dari tempatnya saat mendengar langsung ucapan dari bosnya itu.
tentu saja gaji kalian akan naik,” ucap Kiyara dengan ramah dan diakhiri candaan yang disambut tepukkan tangan oleh karyawan suamiya.
Semua orang memberi senyuman tulus mereka terhadap istri CEO mereka, meski cukup mengejutkan tapi mereka menyukai karakter istri CEO mereka yang ramah dan tak terlihat sombong.
“Ehem … permisi Pak, Bu …” ucap salah satu karyawan Dave.
“Iya, ada apa?” ucap Kiyara dengan ramah.
__ADS_1
“Apa saya boleh bertanya sesuatu?” kata karyawan perempuan yang duduk di sebelah Arin.
“Silakan,” jawab Kiyara.
“Bapak dan Ibu, apa di jodohkan atau bagaimana sampai bisa menikah di usia yang bisa dikatakan masih muda, apalagi karir Pak Dave yang masih baru menapaki tangga yang akan lebih tinggi lagi?”
Kiyara, hendak menjawab namun melihat isyarat dari suaminya dia hanya memberikan senyuman saja dan mempersilakan sang suami untuk menjawab.
“Kami menikah karena saling mencintai dan menyayangi, tidak ada perjodohan di pernikahan kami, karena memang kami teman lama sebelumnya, istri saya ini adalah adik kelas saya sewaktu SMA, tetangga saya sewaktu pulang dari Singapura, dan dengan keyakinan saya bahwa dia adalah jodoh saya, saya memberanikan diri untuk memintanya kepada kedua orang tuanya. Soal umur, saya rasa usia saya yang ke 25 dan istri saya yang masih 23 tahun ini, tidak terlalu muda tentunya dan saya tidak ingin menambah dosa jika harus melalui masa berpacaran lagi lebih baik menikah, dan dia adalah istri yang baik selalu mendukung suaminya untuk berkembang lagi dan lagi,” jawab Dave.
“Satu lagi, jangan pernah meremehkan istri saya … dia adalah wanita paling hebat yang pernah saya kenal, memiliki hati yang tulus, dan dia juga pekerja keras. Di usianya yang masih muda dia sudah menjadi owner dari salah satu café terkenal di Kota kita ini. Satu lagi pesanku khusus untuk yang masih single, jangan melihat seseorang dari luarnya tapi perhatikan juga isinya, jika dia baik dan tentunya membuatmu nyaman kenapa tidak?” sambung Dave dengan diakhri mengecup pelipis istrinya itu dan disambut tepukan tangan yang lebih meriah lagi oleh karyawannya.
Suasana kembali kondusif ketika moderator kembali mengambil alih acara rapat pagi itu, Kiyara hanya diam di sana memerhatikan suami dan karyawan lainnya secara bergantian. Sungguh suaminya itu semakin terlihat berkharisma saat fokus seperti ini, rasanya jika mengingat masa lalu sangat sulit dipercaya, lelaki yang bertingkah berandal kini tengah memimpin rapat dengan sangat profesional dan tentu saja tegas, dengan pandangan mata yang tajam.
Rapat yang diadakan Dave bersama dengan karyawannya berjalan cukup lancar, hanya saja sesekali sekretaris Dave melakukan kesalahan karena masih shock dengan apa yang terjadi padanya saat rapat belum dimulai.
“Saya kira cukup untuk rapat kita kali ini, saya harap kedepannya kita bisa membangun perusahaan ini jauh lebih baik lagi, sekian saya ucapkan terima kasih banyak. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Dave mengakhiri rapat pagi ini.
“Arin, tolong antarkan istri saya kembali ke ruangan saya,” ucap Dave.
__ADS_1
Deg ...