
Ceklek ...
"Loh, kok ada M-mmmppphhh ..."
Tubuhnya tiba-tiba di tarik begitu saja dari dalam pun dengan bibirnya yang ditutup oleh telapak tangan besar.
"Sssttt ... jangan berisik ya," ucap sang Bunda.
"Mmmppphhh ..." ucap Kiyara sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Dave, lepasin itu ngga bisa ngomong Kiyaranya," ujar Mommy.
"Ih, Kak Dave bikin jantungan aja, astaghfirullah
dari kapan juga ada di sini sama Mommy?"
Ke empat orang itu kini tengah duduk bersama ada yang di sofa, ada yang di atas kasur dalam kamar orang tua Kiyara.
"Sorry, Ki ... urgent banget, khawatir suara kamu kedengeran sampek bawah soalnya kan bahaya," jawab Dave yang kini tengah duduk di atas sofa bersama Mommynya.
"Iya, maafin Dave ya Sayang."
Kiyara menganggukkan kepalanya sembari tersenyum lembut ke arah Mommy.
__ADS_1
"Mommy, dari jam sepuluh pagi udah di sini lagi bikin kue sama Bunda kamu, terus habis dhuhur Dave nyusulin Mommy ke sini, eh nggak lama setelahnya tamu yang di bawah dateng jadi kita ngumpet dulu di sini sama Bunda kamu," sambung Mommy Dave.
"Oh, seperti itu ... tapi Uncle Jeff belum sempet lihat Mommy sama Kak Dave kan? Kok Uncle lama banget di bawahnya, aku udah dateng sejaman loh ini dan Uncle masih asyik ngobrol di bawah, jangan-jangan Uncle tahu kalau Mommy saa Kak Dave di sini?" tanya Kiyara penasaran.
"Harusnya sih nggak tahu dia, soalnya tadi kebetulan Mommy sama Dave lagi di dapur dan untungnya Bunda kamu gercep banget bawa kita ke sini," jawab Mommy dengan yakin dan diangguki oleh Dave.
"Hehe, iya atuh musti gercep disembunyiin dulu. Teteh nggak terima kalau dia langsung bisa nemeuin kamu dan Dave, biar bener-bener nyadar dulu, meni enakkeun kalau langsung ketemu mah, sakit hati Teteh denger ceritanya juga, malah asik zina sama sepupu istri sendiri," ucap Bunda Kiyara menggebu-gebu, bagaimana pun sebagai seorang wanita rasa-rasanya akan ikut merasakan sakit hati jika mendengar wanita lain apalagi seseorang yang dikenal dicampakkan begitu saja oleh suami sendiri.
"Maaf, Mom ... Bun, Kak Dave, tadi Kiyara nggak sengaja dengar kalau Uncle Jeff sebetulnya nggak pernah berzina sama adik sepupu Mommy, tapi awalnya memang adik sepupu Mommy yang menggoda Uncle terlebih dahulu lalu agar tak berzina Uncle memilih menikahi adik sepupu Mommy tanpa memberitahu kalian terlebih dahulu demi memuaskan na*fsu Uncle yang sedang puber kedua katanya, tapi semua malah nggak seperti yang Uncle harapkan tidak ada kepuasam di dalamnya selain kepuasan 'itu' saja," kata Kiyara, mencoba menjelaskan apa yang ia dengar tadi saat ada di bawah.
"Brenggggsekkk, memang tak punya hati mereka berdua. Ternyata selama ini kita ditipu Mom, kita ditipu," ucap Dave dengan menahan amarahnya sementara sang Mommy sudah menangis sesenggukkan.
"Mom, maaf ... maaf ... jangan nangis, Mom, maaf harusnya Kiyara nggak bilang ini dulu sama Mommy, sorry Mom," ucap Kiyara panim, kini dia sudah berada di dekat Mommy, memeluknya sembari terus berucap maaf, bukan maksud hati membuat Mommynya kembali menangisi kisah cinta yang tragis ini, melainkan ingin menjelaskan apa yang sebetulnya terjadi di masa lalu.
Mommy, mulai berhenti dari tangisnya. Menghapus air matanya lalu menatap Kiyara dengan lembut.
"Iya, sayang kamu ngga salah yang salah memang lelaki itu dan Mommy terlalu bodoh mau-maunya di tipu sebegitu lama oleh mereka," ucapnya.
"Terus Ki, tadi kamu denger apalagi?" tanya Bunda.
"Udah si, Bun ... tapi kayaknya Uncle udah nyesel sih kalau aku liat tadi," jawab Kiyara.
"Nyesel lah, orang hartanya diporotin sama sepupunya Mommy," potong Dave.
__ADS_1
"Serius, Kak?" tanya Kiyara dan diangguki oleh Dave.
"Astaga ..."
"Mangkannya, hati-hati kamu nanti kalau cari istri Dave jangan asal ya, zaman sekarang mah pokoknya cari yang hatinya tulus aja dulu Dave, fisik mah bonus, kamu juga Nak jangan cari tampang dan hartanya aja cari yang bisa menerima segala kekurangan diri biar nanti ke depannya bisa saling menguatkan karena dari awal sudah saling tahu," pesan Bunda.
"Iya, Bun ... insyaAllah."
"Harus, Dave ... nanti Mommy harus seleksi dulu, seleksi ketat."
"Siap, Mom."
"Kiyara keluar dulu deh, mau ambilin cemilan buat Mommy, Bunda sama Kak Dave atau mau pesen minuman apa gitu?" tanya Kiyara.
"Apapun sayang, kita nggak rewel kalau makanan," kata Mommy dan diangguki yang lainnya.
"Siap," ucap Kiyara sembari berlalu dari sana meninggalkan ketiga orang yang kini tengab sibuk dengan pemikirannya masing-masing.
"Dave, Mommy bertahan sejauh ini karena kamu, Nak ... tapi Mommy juga nggak mau egois, kalau kamu mau menerimanya kembali Mommy akan belajar menerimanya juga mulai sekarang, tapi kalau kamu cukup hidup dengan Mommy maka Mommy juga akan belajar menjadi Ibu yang jauh lebih baik lagi. Satu pesen Mommy, jadikan ini pembelajaran buat kamu ke depannya, jangan seperti Daddy kamu Sayang," ucap Mommy dengan lembut sembari memegang tangan anaknya.
Dave, menggeleng mendengar penuturan Mommynya yang jauh dari bayangannya.
"Mom, please ..."
__ADS_1