
"Maksud lu apa, lu taukan gue nggak pernah celup-celup," jawab Dave santai.
"Ya, gue tau mangkannya gue bawain yang masih segelan biar buat lu puas. Waktu SMA lu kan jadi anak bayi doyan nyusu, sekarang lu jadi tukang sumur bor gih, biar gede otong lu."
"Aahh ..."
Dave, menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Satya yang bisa-bisanya berbicara dengannya tapi tangan nakalnya sudah ke sana-ke mari menjamah perbukitan anak orang.
Shhhhiiit ... dia jadi ingat masa kelamnya dulu, ikut ke club dan sering melakukan ciumannn panas dengan wanita-wanita yang di bawa Satya, paling parah dia memangku wanitanya dan ya seperti itu hanya saja dia tak pernah celup-celup seperti Satya.
"Gue, balik ... terserah lu kalau masih mau gituan terus," ucap Dave dan langsung berbalik ke arah pintu tapi tanpa dinyana wanita yang dimaksud Satya masih segelan itu memeluknya dari belakang sembari menggesekkan aset kembarnya pada punggung Dave.
"Ahhh, yakin Masnya nggak mau sama saya. Aku jamin Masnya bakalan puas banget."
"You'r crazy. Lepas."
"Nggak akan sampai Mas mau aku puasin," jawabnya sembari meraba-raba perutnya yang memiliki ABS itu.
Dengan sekuat tenaga, dia melepaskan pelukkan wanita yang tak tahu malu itu lalu berjalan cepat menuju pintu.
Prok ... prok ... prok ... .
__ADS_1
Suara tepuk tangan menggema di ruangan itu, membuat Dave menghentikan langkahnya.
"Selamat lu berhasil melewati ujian cinta dari gue."
Dave, megernyitkan dahinya lalu berbalik menatap Satya. "Maksud lu?"
"Duduk dulu, sini ... tenang aja mereka udah jinak kok dan kalian boleh pergi sekarang jangan ganggu gue sama temen gue."
Dave mendengus sebal tapi dia tetap berjalan mendekat ke arah temannya itu setelah memastikan ke tiga wanita yang dj bawa Satya sudah meninggalkan ruangan itu tentunya.
"Apa?" tanya Dave.
"Emh, jadi gini kapan hari gue telepon lu tapi yang ngangkat nyokap lu, terus katanya lu lagi apel ... biasa pasangan baru. Nah buat menguji cinta lu gue bikin skenario tadi. Dan selamat lu lolos ujian cinta dari gue, so ... siapa yang udah berhasil nangkep hati lu?"
"Gue, kenal orangnya?" tanya Satya sembari menunjuk wajahnya sendiri.
Dave, menganggukkan kepalanya. "Iya, kenal."
"Siapa? Si Kanesti? Rose? Desi? atau siapa?" tanya Satya antusias, sebab sedari dulu sebenarnya Satya tahu jika Dave tak pernah dekat dengan wanita manapun.
"Salah semua, gue sekarang lagi deket sama Kiyara .. adik kelas kita waktu SMA dulu."
__ADS_1
Satya, melotot mendengar nama itu sebab dia sangat ingat dengan nama itu 'Kiyara' gadis gendut yang selalu jadi korban bullying temannya itu.
"Anak gendut itu?"
Dave, menganggukkan kepalanya. "Iya, dia."
"What, serius lu ... sama dia? Mimpi apa lu bisa jadian sama dia?" tanya Satya sembari menggelengkan kepalanya, heran dengan lelaki di depannya itu wajah tampan, badan oke, kaya juga tapi kenapa mau dengan gadis gendut seperti Kiyara.
"Serius lah, malah ini lagi kumpul-kumpul duit buat ngehalalin dia," jawab Dave santai.
"What????? Jangan gila Dave, lu bisa nyari yang lebih ... lebih ... dan lebih cantik dari Kiyara. Lu, ganteng men bisa nyari yang lebih dari Kiyara kali, please lah jangan kek orang nggak laku."
Dave, mengepalkan tangannya ... dia kesal dengan Satya yang seenaknya menjelek-jelekkan Kiyara seperti ini.
"Lu yang gila, Sat. Celup sana-sini belum halal lagi. Dan satu, gue ngga bakal nyari yang lain, Kiyara udah sangat sempurna buat gue yang manusia kotor ini ... manusia penuh dosa."
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca cerita Kiyara, sehat selalu readers ... 😍😍😍