Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Masih Insecure


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu pasca kejadian yang merenggut calon buah hati Dave dan Kiyara, selama satu minggu itu juga Dave, Mommy, dan Kiyara tinggal di rumah orang tua Kiyara karena kedua wanita beda usia itu perlu me-recovery tubuhnya dengan baik dan atas paksaan Bunda Alana keduanya menurut pasrah, Bunda Alana beralasan anak perempuannya itu tengah demam dan flu sehingga belum bisa merawat Mommy Dave dengan baik dan digantikan terlebih dahulu olehnya dan Asti bergantian, padahal pada kenyataannya Kiyara tengah istirahat total di dalam kamar dan di rawat oleh suami siaganya.


“Gimana, Kak ? Adik kamu udah balik ke Surabaya? Ayah denger kemarin Papanya ke Bandung buat jemput Adik kamu itu,” tanya Akbar pada anaknya.


“Hem, sudah kembali Yah tadi jam 3 sore penerbangannya. Maaf, ya Yah gara-gara Mama Kandungku yang tak mau dinilai jelek oleh anak-anaknya sehingga membuat karangan cerita seperti itu dan malah berakibat sangat fatal bagi keluarga kita terutama pada Kiyara, Tya itu ternyata udah sering nerror Kiyara dari awal Kiyara kuliah dulu, karena Cakra nggak mau kembali ke Surabaya dan malah kuliah di sini, Cakra lebih memilih menjalankan amanah almarhum Agam dari pada menuruti kekasihnya, jadilah Tya marah dan melampiaskannya pada Kiyara, dan puncaknya kejadian satu minggu lalu,” ucap Dafa merasa tak enak hati pada Ayahnya.


“Sudahlah, ini bukan salahmu. Maaf ya, memberimu Ibu kandung seperti itu … andai dulu Ayah ketemunya sama Bunda kamu terlebih dulu mungkin ceritanya tak akan seperti ini. Ayah, mau berterima kasih kamu sudah mau membela Kiyara sampai sedemikian rupa padahal keduanya sama-sama Adikmu tapi kamu bisa menyelesaikan semuanya tanpa pandang bulu,” ucap Akbar.


“Sudah tugasku Yah, nggak mungkin Ayah dan Bunda yang turun tangan kan? Nanti malah takutnya akan jadi panjang lebih baik aku yang menyelesaikan dengan cara seperti ini, karena keduanya sama-sama adikku meski jujur saja aku lebih sayang pada Kiyara apalagi semenjak kejadian kemarin aku semakin merasa asing dengan anak-anak dari Mama … beruntung Mama memiliki suami yang baik jadi sedikit banyak hatiku luluh jadi tak terlalu keras pada Mama.”


Akbar menyunggingkan senyumnya, melihat anak sulungnya bisa tegas, dewasa, dan sebaik ini, membuatnya sangat bersyukur meski sempat kehilangan Dafa semasa anaknya itu bayi sampai 3 tahun tapi takdir membawanya menemukan anaknya kembali beserta mempertemukannya dengan belahan jiwanya yang sekarang, wanita yang dipanggil Bunda oleh anak-anaknya.


“Sini, peluk Ayah dulu … Ayah bangga punya anak sepertimu Nak,” ucap Akbar sembari merengkuh tubuh anaknya yang memang lebih kekar dan tinggi dari pada dia yang sudah memasuki usia tua.


“Aku juga bangga punya orang tua seperti Ayah dan Bunda juga tentunya, malaikat penolongku,” ucap Dafa sembari mengingat sekilas saat dia masih kecil dan bermain bersama Bundanya.


**


“Mau mampir beli bakso nggak, Yang?” tanya Dave pada sang istri yang kini tengah duduk anteng di kursi sampingnya, sedangkan ia masih memfokuskan diri dengan jalanan yang ada di hadapannya.


“Emh, boleh … tapi beli yang deket sama kampusku dulu aja ya, Mas … aku ada langganan di sana enak,” jawab Kiyara dengan memandang rumah-rumah dan pepohonan di pinggir jalan yang dia lewati.


Tangan Dave, terulur mengusap pucuk kepala Kiyara. “Jangan sedih-sedih lagi ya, walau masih harus nunggu satu minggu lagi buat bisa anu-anuan sama aku, yang sabar ya jangan sedih begini.”

__ADS_1


Puk …


“Ih, ngegodain aku terus deh Mas Dave ini, padahal yang nggak kuat nahan ya Mas tapi aku yang digodain mulu,” gerutu Kiyara yang langsung di sambut gelak tawa oleh suaminya.


“Iya-iya, sorry … nggak lagi deh, nanti habis dari makan bakso ikut Mas sebentar ya mau lihat sebentar renovasi kantor pusat Mas.”


“Iya.”


Keduanya kembali terdiam dengan pemikiran masing-masing, sampai mobil yang dikendarai Dave sudah memasuki


daerah kampus Kiyara.


“Tempatnya di mana, Yang?”


“Oh, ya Mas … urusan Daddy sama Mommy bagaimana kelanjutannya, Mommy jadi memutuskan seperti apa? Kamu belum cerita ini loh sama aku,” ucap Kiyara sembari menoleh ke samping melihat suami belasterannya itu tengah fokus mengemudi.


“Emh, itu … alhamdulillah Mommy menerima kembali Daddy menjadi suaminya, dan 2 minggu lagi mereka menikah dan rencananya kita semua akan ke Jerman, mengunjungi Grandpaku sekalian meluruskan permasalahan masa lalu yang masih belum menemukan titik terang itu, semoga kali ini Grandpa akan luluh hatinya.”


“Aamiin … aku berarti di ajak, Mas?” tanya Kiyara.


“Ya … iyalah, Sayang … masak aku bertiga aja sama Daddy dan Mommy, aku kan udah punya kamu jadi kamu juga harus ikut ke mana pun aku pergi.”


“Mas tapi aku takut, malah bikin malu kamu …,” lirih Kiyara.

__ADS_1


“Sssstt … kamu ini masih aja insecure, lama-lama aku bawa kamu ke tukang hipnotis loh biar selalu percaya diri nggak gapang minder kayak gini,” ucap Dave.


“Ish, tuh kan kalau ngomong selalu aneh-aneh aja.”


“Iya, iya maaf … abisnya kamu sih dikit-dikit malu, dikit-dikit insecure,” ujar Dave sembari melepas sabuk pengamannya sebab mereka sudah sampai di tempat tujuan.


“Siapa juga yang mau seperti ini, kamu aja yang nggak tahu bagaimana susahnya orang-orang yang nggak punya fisik bagus, udah sering di hina, di kucilkan, di tindas, dan perlakuan buruk lainnya, tahu apa kamu sama sakit hatinya di hina, keluar rumah aja harus bongkar lemari dulu cari baju yang pas biar nggak dikatain aneh-aneh kalau pakai baju yang nggak sesuai, tahu apa kamu sama tertekannya pikiranku karena semua orang yang lihat kita gandengan selalu mandang sinis ke aku, ngatain aku nggak cocok sama bule yang ganteng banget kayak kamu ini, hiks … tahu apa kamu, Mas … hiks …,”


Grep … Dave, dengan cepat merengkuh tubuh istrinya itu ke dalam dekapannya.


“Sorry … sorry … sorry … maafin aku, maaf … aku nggak maksud kayak gitu. Jangan nangis, please!”


“Hua … hiks … aku harus gimana, hiks … harus gimana?”


“Ssssttt … kamu nggak harus gimana-gimana, sorry … sorry …,” kata Dave.


Sekuat apapun kelihatannya, manusia punya sisi rapuhnya sendiri … ada yang mampu menyimpannya sendiri selama bertahun-tahun, tapi juga ada yang tak kuasa menyimpannya sendiri. Seperti Kiyara, dia memang kadang terlihat kuat tapi di saat bersamaan sebetulnya dia adalah sosok rapuh, bukan berarti tak mensyukuri apa yang dia miliki dalam bentuk tubuh gempalnya tapi terkadang perkataan dan tanggapan orang sekitarnya lah yang membuat dia merasa rendah dan tak pantas.


Tangis Kiyara, mereda setalah usapan lembut suaminya perlahan menenangkan dirinya.


“Maaf, ya … tadi aku kesel aja sama ucapan kamu, maaf ya … janji aku nggak akan ngomong aneh-aneh lagi dan


kamu juga harus janji sama aku nggak akan lagi insecure appaun yang terjadi, kamu punya aku … yang siap membela kamu kapan pun itu jangan pernah merasa sendiri lagi, please! Dan kamu juga harus belajar bersikap bodo amat dengan ucapan orang di luaran sana, karena nggak semua ucapan orang perlu di dengar dan di pikirin toh mereka juga ngomong nggak mikir dulu bakal nyakitin hati orang apa enggak. Udah, ya ayo turun kita makan bakso banyak-banyak hari  ini,” sambung Dave.

__ADS_1


__ADS_2