Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Rungsing


__ADS_3

AUTHOR POV


Usia kehamilan anak kembar dengan kehamilan anak tunggal memiliki masa kehamilan yang berbeda, jika pada umumnya untuk kehamilan tunggal, bayi akan lahir saat usia kandungan mencapai  antara 38-40 minggu, jika di bawah itu maka bayi dilahirkan dalam keadaan prematur dan jika lebih dari 40 minggu dapat disebut dengan persalinan postterm. Maka, bayi kembar lebih sering dan pada umumnya akan mengalami kelahiran prematur yaitu di bawah 38 minggu, saat Ibu hamil kembar dua pada umumnya akan melahirkan di usia kandungan 36-37 minggu maka kehamilam kembar ketiga akan lebih muda lagi yaitu diusia kehamilan 32 minggu dan menurut penelitian semakin banyak anak yang dikandung maka usia kandungan akan lebih muda lagi untuk bisa melahirkan bayi-bayinya (Bu Bidan, Pak/bu Dokter Kandungan mohon koreksi kalau ada salah, nggih).


Seperti Kiyara, minggu-minggu terakhir ini setiap harinya adalah hari terberat baginya, tidur semakin susah setiap harinya, rasa gelisah dan khawatir semakin menjadi juga rasanya, belum lagi perut yang sering meleyot ke sana-sini, membuatnya semakin tersiksa, meski begitu dia hampir tak pernah mengeluh pada suami, orang tua, Kakaknya dan juga pada Grandpa, lebih memilih menahannya sendiri dan menyemangati dirinya sendiri, tapi beruntung bagi Kiyara meski tanpa banyak bicara dan pinta, Dave selalu saja bisa mengerti apa yang dia mau dan butuhkan. The real, suami dan Papa siaga.


Seperti malam ini saja, Dave sibuk membantu Kiyara untuk memposisikan tidurnya dengan nyaman. Sudah menumpuk bantal, guling, belum lagi bantal khusus ibu hamil tapi tetap saja susah sekali mencari posisi nyaman, mau di samakan seperti malam kemarin pun kadang tidak cocok. Sampai kadang Kiyara tak ingin beranjak dari tidurnya kalau sudah dapat posisi ternyamannya, tapi ya tak baik juga ibu hamil di bawa tidur terus jadi serba salah saja rasanya.


“Mas tidurlah, aku nyari posisi sendiri saja. Kamu sering banget begadang belakangan ini,” ucap Kiyara pada suaminya.


“Mana bisa tidur Yang, kalau kamu aja belum bisa tidur nyenyak,” jawab Dave.


“Atau kamu mau tidurnya sambil nyender di aku jadi aku duduk senderan dibantal-bantal ini, kamunya duduk di depan aku terus senderin badan kamu ke aku, kayak kita waktu berendem di bathup bareng-bareng, gimana? Mau dicoba?” sambung Dave dan diangguki pasrah oleh Kiyara, karena malam semakin larut tak baik bagi ibu hamil untuk begadang.


“Boleh, Mas,” jawab Kiyara, ini memang sudah memasuki usia 32 minggu bagi Kiyara beberapa hari dan pas di hari ke-32 minggu  sudah di jadwalkan operasinya untuk kelahiran anak pertama, kedua, dan ketiganya karena selain pas 32 minggu, di hari itu juga tanggalnya bagus.


Dan beberapa menit setelah posisi seperti yang dimaksud Dave di coba, akhirnya Kiyara bisa tidur dengan nyenyak. “Akhirnya kalian tidur juga, maaf ya Sayang karena mengandung anak-anakku kamu jadi susah tidur begini dan aku sebagai suamimu tidak bisa melakukan apapun selain mencoba membantumu merasa lebih nyaman dan aman seperti ini, kalian juga Nak kalau gerak hati-hati jangan sampai saling melukai di dalam sana dan membuat Mama kalian kaget juga kesakitan ya,” ucap Dave penuh sayang.


Lelaki yang sebentar lagi akan menjadi Papa Muda di usianya yang baru 25 tahun plus-plus ini, memang lelaki yang penuh dengan kasih sayang semenjak bertemu dengan Kiyara, istrinya. Waktu memang banyak mengubah kehidupannya, perih dan luka mungkin lebih sering ia rasakan saat-saat remaja, tapi pernikahannya dengan gadis gendut korban bullyingnya menjadi titik awal kebahagiaannya, meski juga masih ada saja kesedihan yang terselip di sana, tapi dia selalu yakin dan percaya takdir Allah padanya adalah yang terbaik baginya, termasuk kehilangan kedua orang tuanya dalam satu waktu yang bersamaan.

__ADS_1


“Kalian adalah permata hatiku,” ucapnya sembari mengusap lembut perut istrinya yang kini sedang meleyot ke kanan, mata Dave terus saja memerhatikan wajah putih istrinya yang tanpa make up sedikit pun itu, kehamilam kembar tiga ini membuat wajah Kiyara semakin tirus saja pikir Dave, padahal biasanya orang hamil akan mengalami perubahan badan yang signifikan ke arah lebih gendutan istrinya ini malah lebih terlihat sedikit kurus jika dilihat dari pipi dan bahunya, meski begitu timbangannya selalu naik sewaktu cek kandungan.


“Apa kalian menyedot lemak Mama kalian baby?” tanya Dave sembari menciumi pipi istrinya itu lalu menghirup dalam aroma rambut istrinya itu.


“Selalu jadi candu,” lirihnya dan ikut memejamkan matanya sembari memeluk istrinya dari belakang.


~~


“Dafa, Nak tolong ambilkan tas yang di deket tempat tidurnya triplets,” ucap Bunda saat menelepon anak pertamanya.


Ya, pagi ini semua orang disibukkan mengurus keperluan Kiyara melahirkan, subuh tadi Kiyara dilarikan ke rumah sakit. karena sudah pecah ketuban. Dave yang sudah panik, membawa Kiyara seorang diri ke rumah sakit dan belum mengabari siapapun kecuali Grandpa dan Bi Omas yang memang sudah tahu kondisi Kiyara dan meminta tolong Bi Omas untuk memberi kabar pada mertuanya agar menyusul ke rumah sakit yang sudah ditentukan bersama sebagai tempat bersalin bagi Kiyara.


“Iya, Dave masih di dalam menamani adikmu bersalin.”



“Ketubannya tinggal sedikit, jadi harus langsung dioperasi, tadi sempat diobservasi sebentar terus karena kondisi yang urgent jadi langsung diambil tindakan pas banget sama Bunda baru dateng jadi tahu kondisinya adik kamu, tolong ya Nak bawakan tas perlengkapan bersalinnya adik kamu, eh sama dompet dan hand phonenya adik ipar kamu katanya ada di laci samping tempat tidur, bawa sekalian ya, Asti di rumah aja jangan kesini kasihan El Grandpa juga tolong di rumah aja.”


__ADS_1


“Iya, hati-hati.”



“Wa’alaikumsalam.”


“Bun sini, duduk di sini,” ajak Ayah sambil menuntun istrinya untuk duduk di kursi sampingnya.


Jujur saja sebetulnya ia pun sama cemasnya seperti sang istri, tapi dikeadaan seperti ini lebih baik duduk anteng sambil merapalkan doa daripada hilir mudik nggak karuan.


Kedua pasangan paruh baya yang sedang menanti kelahiran cucu-cucunya itu saling berpegangan tangan, sambil merapalkan banyak doa, agar anak dan cucunya selamat di dalam sana. Sampai beberapa waktu berlalu, Dafa datang sembari membawa tas perlengkapan persalinan dan juga beberapa kantung berisi sterofoam.


“Udah lahiran belum?” tanya Dafa dengan napas yang tersengal akibat berlari dari parkiran.


“Belum Sayang, sini duduk di sini minum dulu, napas kamu meni jiga abis di kejar jurig,” ucap Bunda.


“Lari tadi Bun dari parkiran, ini makan dulu tadi Dafa beli bubur ayam,” kata Dafa sambil menerima uluran air putih dan dia juga mengulurkan sekantung kresek berisi 3 sterofoam bubur ayam.


Oek … oek .. oek …

__ADS_1


Suara tangis bayi, yang terdengar begitu nyaring membuat ketiga orang itu saling berpandangan lalu mengucap syukur bersamaan.


__ADS_2