Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Orang Lama


__ADS_3

KIYARA


.


Entah bagaimana awal mulanya, Kiyara tak tahu pasti … yang ia tahu hanya saat ia akan kembali ke apartemen di pagi hari ia disuguhkan oleh sesuatu yang kembali menyayat hatinya. Sampai membuatnya memertanyakan arti pernikahan yang baru dibangun selama kurang dari satu bulan ini.


“Apa pernikahan yang serba dadakan ini tak berkah, Ya Allah … kenapa ada saja godaannya,” lirih Kiyara sembari menghapus setitik air matanya yang jatuh.


Dia memutar arah, kembali ke rumah sakit mungkin bukan pilihan yang baik apalagi meneruskan langkah menuju pria yang ia sebut suami yang sedang berdiri mesra dengan wanita lain. Ya, dan keputusannya adalah menuju tempat makan di sekitar rumah sakit saja, karena bagaimana pun dia tak tahu seluk beluk negara yang ia pijak ini, hanya seputaran rumah sakit dan apartement selebihnya hanya sekadar pernah lewat saja.


“Aku harus tenang jangan sampai setan menguasai pikiranku sehingga malah memperkeruh suasana,” lirihnya sembari masuk ke dalam resto makanan western.


Dia memesan makanan yang pernah ia makan sebelumnya, tak berani memesan menu lain khawatir tak cocok dengan lidahnya. Lalu dia memilih duduk di dekat jendela yang memberi view taman, sengaja memilih tempat duduk yang agak masuk dari resto tapi tetap berada di sebelah jendela agar tetap bisa melihat pemandangan luar tapi tidak terlihat dari arah jalan.


Tak berselang lama beberapa menu sudah tersaji di mejanya, membuatnya sejenak melupakan permasalahannya. “Bismillah, semoga enak dan cukup ini saja jangan tambah lagi, Kiyara … please, jangan lagi melampiaskan kekesalan pada makanan.”

__ADS_1


Srek …


Kursi yang berada di sebrang mejanya tiba-tiba ada yang menarik, membuatnya memutar bola matanya malas, kenapa ada orang yang tak sopan seperti ini.


“Maaf, silakan duduk di tempat lain.” Kiyara berbicara tapi tetap fokus pada makanannya tapi seketika ia dikagetkan dengan pria yang sudah duduk di hadapannya itu orang yang sangat ia kenal.   “Kak Tama?”


“Emh, apa kabar Ki, long time no see,” ucap Tama sembari menatap dalam wanita yang ada di hadapannya itu.


Kiyara, masih berusaha menguasai situasi saat ini. Moodnya sedang buruk di tambah bertemu dengan Tama, rasanya semakin memburuk saja, karena mengingat kejadian terakhir kali bertemu dengan Tama di hari kelulusannya saat itu.


“Jangan marah cantik, aku tahu pasti kamu masih sukakan sama aku?” ucap Tama sembari mencomot makanan yang ada di hadapan Kiyara.


“Cih, apa yang harus aku suka darimu Kak?” tanyanya, hatinya sungguh sakit kala mengingat Tama yang pada waktu itu sudah menunjukkan penyesalannya di depan keluarganya, malah membuatnya malu kembali di depan teman-teman kuliahnya saat itu, karena Tama memperlihatkan isi diarynya saat pertama kali bertemu Tama dan jantungnya berdetak cepat, membuatnya merasa menjadi gadis hina saat itu juga karena opini yang berkembang dari teman-temannya itu. Padahal saat itu jantungnya berdetak cepat saat pertama kali bertemu dengan Tama bukan karena suka, cinta, atau apapun itu hanya berdetak cepat karena dia takut dianiaya verbal oleh Tama yang sewaktu itu merupakan Kakak yang menyayangi Adiknya.


“Wajah tampanku,” kata Tama, entahlah setan dari mana yang kembali mengubah Tama ke wujud lamanya kembali padahal setahun dari ucapan maafnya dulu dia begitu baik, tapi lama kelmaan dia kembali menjadi Tama yang suka menindas Kiyara kembali dengan kata-kata kasar tak berbobotnya.

__ADS_1


Kiyara memutar bola matanya malas. “Hah, lebih tampan lagi suamiku, Kak. Jadi cepat sana pergi kau sangat-sangat merusak moodku,” ucap Kiyara.


“Jangan bercanda, Ki … mana ada suami, kalau kamu sudah menikah pasti orang tuaku di undang oleh orang tuamu,” bantah Tama.


“Terserah Kakak, saja … asal jangan menggangguku,” ucap Kiyara sembari mengacuhkan Tama yang ada di hadapannya.


Tama, diam dengan pemikirannya sendiri tapi matanya tak pernah lepas dari wanita tembam yang masih saja fokus


memakan makanannya meski katanya moodnya sedang buruk. “Dia, semakin berani saja padaku … dan semoga dia tambah suka denganku, kata sahabatnyakan Kiyara suka dengan laki-laki cool yang suka menggoda dan mencari gara-gara dengannya,” batin Tama.


.


.


Etdah, masa iya sih Bang Tam ? … orang Kiyara sukanya sama Babang Bule, emh tapi sekarang lagi kesel sih sama Babang Bule, he he he … Jangan lupa like dan votenya ya Readers, sehat bahagia selalu ya kalian di mana pun berada.

__ADS_1


__ADS_2