Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Dasar Dave


__ADS_3

AUTHOR POV


“Assalamu’alaikum warahmatullah …”


“Assalamu’alaikum warahmatullah …”


Wanita yang masih mengenakan mukenah itu menengadahkan tangannya mengikuti lelaki yang menjadi imamnya, mengaamiini semua yang dipanjatkan oleh sang imam denga khusyuk.


“Sini,” ucap lelaki yang terlihat begitu menawan dengan baju koko putihnya.


Perempuan di belakangnya berpindah posisi menggunakan lututnya menyalami sang imam dengan syahdu lalu membenamkan kepalanya di dada sang imam setelah mendapat ciuman hangat di keningnya. Tangan kokoh Dave langsung saja membelit tubuh Kiyara membuat wanita itu semakin nyaman dalam dekapan hangat Dave.


“Kamu jaga diri baik-baik ya, jangan terlalu lelah dan jangan banyak pikiran tentang bayi, ingat apa kata dokter tadi tubuhmu ini tidak ada masalah apapun dan kita bisa segera memiliki baby, karena saat kita melakukannya untuk pertama kali memang itu tepat di masa suburmu, jadi besok ketika Kakak pergi ke Indonesia kamu di sini tidak boleh kecapekan sama sekali, karena bisa jadi juga di sini sudah ada anak kita,” ucap Dave sembari mengusap lembut perut istrinya, sembari berdoa semoga betul apa yang harapkannya tadi.


“Iya, Kak … Kakak juga jangan terlalu lelah di sana dan jangan mengkhawatirkan aku juga Mommy di sini kita di jaga Kak Dafa juga.”


“Hem, sekarang ayo kita masak bersama untuk di bawa ke rumah sakit,” ajak Dave sembari mengajak istrinya berdiri dari atas sajadah.


Kiyara tersenyum lembut dan ikut berdiri mengikuti suaminya, melepas mukenahnya dan melipatnya.

__ADS_1


“Alhamdulillah, Ya Allah … engkau memang maha mengetahui dan perencana terbaik untuk hamba-Mu,” ucap Kiyara dalam hati, dia begitu bersyukur dengan kehidupannya saat ini, meski tak mudah bisa sampai di titik ini tapi dia bahagia bisa melewati tahapan hidupnya dengan baik, bahkan Allah selalu memberinya lebih dari apa yang dia rencanakan dan targetkan sebelumnya, seperti saat ini setahun, enam atau 5 bulan lalu bahkan dia tak pernah merencanakan akan menikah di tahun ini di umurnya yang ke 23 tahun, tapi Allah mengirimkannya kekasih hatinya begitu saja dan lihatlah sekarang dia jauh lebih bahagia meski berat badannya belum turun menjadi berat badan ideal.


Hanya satu yang susah diwujudkan dalam kehidupannya sejak dulu, yaitu memiliki badan ideal atau setidaknya turun 20 kg dari berat badannya yang saat itu 87 kg, tapi kini dia sudah cukup bersyukur setidaknya olahraga GGLnya beberapa bulan lalu bisa membantunya menurunkan dan menjaga berat badannya tetap di timbangan yang sekarang, 79 kg.


“Hey, melamunkan apa?” tanya Dave sembari mengusap lembut rambut Kiyara yang tergerai indah.


“Hem, memikirkan banyak hal hehehe, nggak-nggak Kak bercanda … ayo ke dapur, Kakak mau aku masakkan apa?” tanya Kiyara mengalihkan perhatian dan hendak melangkah ke dapur namun cekalan di pergelangan tangannya menghentikannya.


“Ada apa, Kak?” tanyanya lembut sembari menatap wajah suaminya yang teramat tampan itu.


“Morning kiss, Sayang,” ucap Dave dan langsung melahap bibir penuh nan ranum milik istrinya itu, ci*man sayang yang berubah menuntut.


. 30 menit


.1 jam


Terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, di mana ada dua orang di bawah shower yang tengah saling membersihkan tubuh pasangannya dengan hati bahagianya. Tak membutuhkan waktu lama pasangan itu sudah keluar dari kamar andi dengan menggunakan jubah mandinya masing-masing.


Krucuk … krucuk …

__ADS_1


Kiyara menatap perut datar suaminya yang tertutup jubah mandi. “Lapar banget?” tanya Kiyara.


“Hehe, enggak kok Yang … cuman cacingnya aja yang lebay ini,” jawab Dave menahan malunya, karena perbuatan mesumnya membuat sang istri menunda acara memasaknya demi memenuhi kebutuhan lain yang sangat ia butuhkan.


“Dasar ya, masih aja ngeles. Mau di masakkan apa Kak Davenya?” tanya Kiyara sembari berjalan ke arah lemari baju dan mengambil baju tidur untuknya juga untuk suaminya.


Mereka baru saja pulang dari rumah sakit jam 8 malam dan baru bisa melaksanakan salat isya setelahnya, dan sekarang sudah hampir jam 11 malam mereka berdua belum makan malam yang malah berbuat mesum karena keinginan suaminya itu.


“Nasi goreng aja Yang, tapi sawi sama togenya yang banyak ya,” pinta Dave sembari mengambil uluran baju tidurnya.


“Iya,” jawab Kiyara sembari memakai bajunya.


“Yang, jangan goda aku lagi,” gerutu Dave ketika melihat sesuatu yang ada pada tubuh istrinya itu.


“Dasar mesummmm …!”


.


.

__ADS_1


Sorry, kemarin nggak update ...


Selamat membaca readers ...


__ADS_2