Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Jangan Merasa Sendiri


__ADS_3

Lelaki yang berperawakan bak model itu, kini tengah bersimpuh di mushollah rumah sakit, masih jelas teringat bagaimana diagnosa awal dokter yang menangani Mommynya itu membuat dunianya serasa runtuh seketika.


Bagaimana mungkin, dia tak menyadari perubahan Mommynya belakangan ini. Merutuki diri sendiri yang tak peka dengan keadan Mommynya, terlalu egois dengan ambisinya untuk mengejar halal Kiyara, meski gadis itu pun sebenarnya tak terlalu terburu-buru. Dan kini sesal ia dapat.


Setitik air menetes dari sudut matanya. Kenapa harus seperti ini lagi, sedih dan merasa bersalah. Apa ini bentuk hukuman dari Tuhan atas kenakalannya dahulu atau ujian untuk meningkatkan derajatnya di mata Allah?


Puk ...


Tepukan pelan di bahunya menyadarkan dirinya bahwa kini ia berada di tempat umum, bukan mushollah rumahnya.


"Ayo, keluar Mommymu sudah sadar barusan Kiyara mengirim chat ... beliau mencarimu, anak tersayangnya, jangan tunjukkan kesedihanmu, senyum dan kuatkan Mommy," ucap Dafa yang memang sedari tadi mengikuti Dave.


Batin Dave kini kembali bergejolak, benar kata Dafa dia harus lebih kuat dari Mommynya, harus bisa menguatkan Mommynya juga agar pengobatan bisa dilakukan dengan baik juga.

__ADS_1


"Iya, Kak ... terima kasih, insya Allah aku kuat," ucapnya sembari memaksakan senyumannya pada Dafa.


"Bagus, dan satu lagi ... seperti saat kamu dulu pernah masuk rumah sakit, Abang selalu bilang ... jangan pernah merasa sendiri kamu boleh cerita, bertukar pikiran, atau apapun itu, kamu mau sama Abang boleh, ke Kiyara boleh, ke Bunda dan Ayah pun boleh, kita keluarga. Jangan pernah merasa sendiri," kata Dafa sembari menatap serius wajah lelaki belasteran di hadapannya itu, calon adik iparnya yang sudah ia kenal sangat lama.


Dave, tersenyum tulus ... ah, lagi-lagi dia berhutang kasih sayang dan perhatian pada keluarga Kiyara yang selalu menganggapnya anggota keluarga mereka, sedari dulu, sedari dia berada di jalur yang salah.


"Terima kasih Bang, makasih banget ... dari dulu Abang dan keluarga selalu baik sama aku, dan aku janji nggak bakal merasa sendiri, karena saat ini aku pun bener-bener butuh support system banget, dan keluarga Abang adalah segalanya, keluarga yang bener-bener bisa support aku."


Dafa menganggukkan kepalanya lalu merangkul pundak Dave, sama-sama berdiri dan segera melangkah bersama menuju ruang rawat Mommy.


"Mommy, ayo makan dulu Mommy belum makan siang loh, bentar lagi Kak Dave datang, nanti Kak Dave marah sama Kiyara kalau tau Mommy kesayangnnya belum makan," bujuk Kiyara yang sudah kesekian kalinya.


"Dave, nggak bakal marah sama orang yang dia sayang, Nak. Mommy nggak naf*su makan mulut Mommy rasanya pahit, apalagi setelah tahu kalau kalian tahu sakitnya Mommy."

__ADS_1


"Mom, jangan seperti itu ... ini sudah kehendak Allah, kami semua diberi tahu ... biar Mommy tidak merasa sendiri menghadapi sakit yang Mommy derita, mungkin Allah tak mengizinkan niatan Mommy untuk berjuang sendiri, mangkannya Mommy sekarang ayo makan biar Kak Dave nggak sedih liat Mommy seperti ini, Mommy harus kuat katanya Mommy nggak mau liat Kak Dave sedih cukup dulu aja Kak Dave sedihnya," ucap Kiyara.


Mommy Dave, menatap intens wajah tunangan anaknya itu lalu membelai lembut wajah Kiyara.


"Kamu baik dan tulus, Dave pasti akan bahagia memilikimu sebagai istrinya. Haah ... ayo suapi Mommy, Mommy akan berjuang sekali lagi agar kanker payudarrraa yang Mommy derita bisa sembuh sesegera mungkin."


Kiyara tersenyum cerah, mendapati Mommynya kembali bersemangat untuk berobat. Tadi dia sempat mendengar cerita masa muda Mommynya yang sempat memiliki penyakit yang sama tapi berhasil di sembuhkan dengan cara medis sampai bertahun tahun berlalu kini di umurnya yang sudah tak lagi muda penyakit itu datang kembali 1 taun belakangan ini tapi Mommy Dave, menyimpannya sendiri, melakukan pengobatan sendiri ke rumah sakit, tapi atas izin Allah semua tahu juga pada akhirnya tentang sakit yang ia derita.


"Maaf ya Momny merusak hari bahagia kalian," ucapnya setelah menghabiskan suapan pertamanya.


"Tidak, Mom ... tidak usah meminta maaf, malah Kiyara bersyukur kalau tidak begini mana kita tahu kalau Mommy punya sakit begini, malah tambah merasa bersalah nanti Kak Dave kalau tau belakangan," jawab Kiyara.


Mereka berdua hanyut dalam obrolannya sembari Kiyara menyuapi Mommy Dave, sampai tak menyadari Dave dan Dafa mendengar pembicaraan mereka, membuat hati Dave bersyukur dibuatnya karena melihat Mommynya tidak se drop yang dia kira, bersyukur juga karena pilihan hatinya bisa membawa pengaruh positif bukan padanya saja tapi juga pada Mommynya. Dafa pun sangat bangga memiliki Adik seperti Kiyara, hatinya baik dibalik fisik gendutnya yang sering dianggap remeh oleh orang kebanyakkan.

__ADS_1


"Ayo, kita duduk dulu di sini biar Mommy menghabiskan makanannya dulu," ajak Dafa.


__ADS_2