
“Ma, dasinya nggak ketemu!” teriak Dave dari arah kamarnya.
“Sebentar, Pa … Mama masih bikin nasi goreng belum selesai,” teriak Kiyara dari arah dapur, setiap akan ke kantor pagi-pagi selalu ada saja tingkah suaminya itu, yang dasinya hilanglah, yang kaos kakinya nggak ada sebelah lah, dan drama kehilangan-kehilangan lainnya juga.
“Sini, biar Rendra lanjutin Ma … udah Mama icipin kan? Tinggal nunggu agak keringan kayak biasanya?” tanya anak berseragam putih biru itu pada Kiyara.
“Iya, Nak … Rendra bisa?” tanya Kiyara.
“Heum, tinggal begini aja kan?” tanya Rendra sambil menggerakkan tangannya seolah sedang memegang spatula.
“Iya, maaf ya Papa mu itu memang selalu adaaaa saja yang hilang, Bi Omas juga lagi mudik jadi nggak ada yang nerusin, Mama tinggal dulu ya Sayang, nanti kalau sudah matang taruh di mangkuk besar ini ya, Mama sebentar doang kok,” pesan Kiyara dan diangguki anak sulungnya yang kini sudah kelas 2 SMP.
“Iya, Ma … nanti sama sekalian panggil adik-adik ya, Ma … Rendra mau berangkat lebih pagi soalnya,” pesan
Rendra dan diangguki Mamanya.
Narendra Jeff Mananta, anak tertua dari tiga bersaudara kembar, meski hanya selisih menit saja tapi Rendra lebih tua dari kedua adiknya, bukan? Rendra, sapaan akrabnya kini sudah menjelma menjadi remaja yang memiliki pesonanya sendiri. Mata biru lautnya serta garis wajah tegasnya selalu mampu menghipnotis gadis-gadis remaja baik di sekolahannya, tempat les, atau bahkan gadis remaja yang tak sengaja berpapasan di jalan. Tapi sayang, sikap dingin dan cueknya selalu menjadi halangan terbesar para gadis itu untuk mendekat ke arahnya.
“Assalamu’alaikum … Mama … Papa, Nayra datang … yuhuuuu …”
Rendra yang tengah menaruh nasi goreng ke dalam mangkung besar sesuai pesan Mamanya, hampir saja menjatuhkan nasinya saat mendengar teriakkan menggelegar dari arah pintu masuk rumahnya, membuat dia berdecak sebal.
__ADS_1
“Ck, astaga gadis bar-bar itu sudah datang saja. Bagaimana bisa dia selalu datang hampir setiap pagi ke sini, apa di rumahnya itu tidak ada sarapan? Aku rasa Om Tama tidak semiskin itu,” gerutunya sebal.
“Dooooooorrrrrr ! hayo Abang lagi ngapain di sini?”
Rendra mengusap dadanya, untung saja dia belum sempat memegang mangkok untuk dia pindahkan ke meja makan, jika saja sudah mungkin mangkuk berisi nasi goreng itu akan jatuh di atas lantai karena dia dikagetkan oleh gadis berambut sebahu yang kini sudah berdiri di depannya dengan tatapan polosnya.
“Kamu kenapa sih, tiap pagi udah di sini lagi, di sini lagi, apa Bundamu tidak pernah memasakkanmu?” ketus Rendra sambil mengambil mangkuk untuk ia bawa ke meja makan.
“Enggak, Bunda sama Ayahkan lagi ke luar kota, jadi semalam aku di rumah sendiri loh, Bang …” adunya sambil
memelaskan wajahnya.
“Ish, Abang mah … pokoknya aku semalam di rumah sendiri. Dan pagi ini aku sengaja datang ke sini untuk sarapan
masakan Mama, eh tapi kok malah Abang yang masak,” jawab Nayra sambil mendudukkan diri di sebelah Rendra.
Prok … prok … prok …
“Pagi-pagi udah modus aja sih, Nay,” goda Nasyta yang baru saja turun dari lantai dua rumahnya, sembari menenteng tas di bahu kanannya.
“Aku, nggak modus kali Kak …, aku mau numpang sarapan di rumah nggak ada orang,” jawab Nayra santai sambil
__ADS_1
menuangkan air putih ke gelas milik Rendra dan juga miliknya sendiri, atau lebih tepatnya gelas milik Lendra, karena kursi sebelah Rendra adalah milik adik bungsu lelaki itu.
“Emang Ayah sama Bunda kemana?” tanya Nasyta, ya semenjak mereka bertetangga, panggilan ke sahabat orang tuanya mengikuti panggilan anak-anaknya sehingga tidak ada lagi panggilan Tante atau Om yang ada Papa, Mama, Ayah, Bunda dan sejenisnya.
“Luar kota, biasalah Kak soal kerjaan,” jawab Nayra meski dengan senyuman tetap saja orang disekitarnya bisa
menangkap kesedihan di wajah cantik itu.
.
.
Teman-teman, maaf ya jika lama updaetnya karena lagi mengkurasi cerita Dave dan Kiyara yang mau tamat, biar endingnya nggak terkesan buru-buru jadi butuh pemikiran yang matang juga. Author selipkan Sinopsis baru kalau berkenan mampir ya, judulnya KUTUKAN CINTA INGGRID gratis tis tis
~Inggrid adalah gadis yang penuh ambisi, semenjak ayahnya meninggal dunia dan usaha ibunya gulung tikar karena ilmu hitam. Ia memilih menyembunyikan pekerjaannya karena takut terkena guna-guna tetangga julid nan
iri hati. Tapi sayang, kehidupannya tak semulus yang ia kira, banyak cobaan dan godaan hidup bersumber dari orang terdekatnya, mengingatkannya pada seseorang yang pernah meramalkan masa depan untuknya tapi Inggrid gadis itu malah mengatai lelaki itu, membuatnya mendapat kutukkan, apa ia harus menemui lelaki itu untuk mencabut kutukannya? Atau tetap melanjutkan kehidupannya, menerima apapun yang terjadi dengan lapang dada?
~
Kalau mau poin lebih, masuk GC Author ya, mau bagi-bagi poin Author besok siang plus follow ig author ya nama akunnya _inaazzahra2
__ADS_1