
"Emh, itu ... Daddy, sekarang tinggal di dekat rumah lama kita."
Dave, memicingkan matanya ... ah, dia dengan mudah bisa menebak niatan Daddynya itu.
"Daddy, sengaja tinggal di sana untuk menunggu aku atau Mommy pulang ke sana kan?" tanya Dave, penuh selidik.
"Iya, selama Daddy kembali ke Bandung Daddy tiada hari tanpa mencari keberadaan kalian," jawabnya dengan sendu.
Akbar, ayah Kiyara hanya bisa memandang dengan tatapan penuh iba keduanya, anak dan ayah yang harus terpisah selama bertahun-tahun karena kesalahan sang ayah, ceritanya mungkin kurang lebih sama dengan anak sulungnya yang ditinggal oleh ibu kandungnya saat kecil dulu bahkan lebih beruntung Dave, sepertinya dari pada Dafa anak sulungnya yang pernah merasakan tinggal di panti asuhan sewaktu balitanya dulu.
"Kenapa orang-orang seperti Jeff, Bella, dan beberapa orang lain bisa dengan mudah berpaling dari rasa cintanya pada pasangan halal dan memilih orang ketiga itu, padahal di antara ikatan suci yang sudah terjalin itu sudah ada anak. Ya Allah, lindungilah anak-anak hamba dari orang ketiga cukupkan rasa sakit akibat orang ketiga itu berhenti di hamba saat dulu, ya Allah ... aamiin," lirih Akbar dalam hati.
"Boleh aku menambahkan sesuatu?" tanya Akbar.
__ADS_1
"Silakan, Yah ..." jawab Dave.
"Ini sudut pandangku dari orang yang pernah di posisi Mommynya Dave. Satu, aku membetulkan pemikiran Dave yang lebih baik kalian jalan masing-masing, karena luka pengkhiantan itu susah banget sembuhnya terlebih ini sudah kejadian bertahun-tahun lalu dan kalian sudah berpisah lama, bakalan mulai dari awal semuanya tapi tidak dengan kepercayaan yang ada di diri Mommynya Dave bakalan susah di dapat. Malah mungkin akan lebih menyakiti Dave sebagai anak, belum lagi nanti Dave akan menikah, lebih baik dari sekarang meminimkan resiko-resiko besar di depan sana. Saranku lagi, kamu Jeff carilah seseorang yang bisa menerimamu apa adanya, begitu pun dengan Mommymu Dave, bilangin sama Mommy itu, jalani masa tua kalian dengan hati yang tenang, tentram, saling memaafkan dan berdamailah dengan masa lalu."
Akbar, dapat melihat kilatan cahaya dari mata Jeff. Lalu, setitik air turun begitu saja, penyesalan memang selalu datang terakhir dengan membawa lukanya sendiri.
"Baiklah, aku akan mencari kebahagiaanku sendiri ... mencari ketenangan hati dengan lebih mendekatkan diri padaNya, menebus semua kesalahanku pada anak dan mantan istriku juga. Makasih, Bar ... makasih juga Son, sudah mau memaafkan Daddy," ucap Jeff tulus sembari mengusap setitik air matanya yang luruh.
"Ayo masuk, tadi Dave habis beli jajanan, semoga masih ada," ajak Dave dan diangguki oleh kedua orang laki-laki itu.
Ketiganya berjalan beriringan memasuki ruang keluarga, di mana dari arah sanalah suara tawa dan obrolan sayup-sayup terdengar.
Dave, mengembangkan senyumnya melihat kekasih hatinya di sana sedang tersenyum dan mengobrol dengan Mommynya, sesuatu yang sangat ia harapkan belakangan ini, menemukan seseorang yang bukan hanya memenangkan hatinya melainkan juga hati sang Mommy.
__ADS_1
"Apa Daddy perlu waktu berbicara berdua dengan Mommy?" tanya Dave.
"Nanti, Daddy akan berbicara dan meminta maaf pada Mommymu, sekarang biarkan dia dengan dunianya dulu jangan ganggu kesenangan Mommymu."
"Baiklah."
"Ayo, sini-sini ... jajanannya masih banyak, cucumu ngidam lagi Yah," ucap Bunda Alana ketika netranya menangkap 3 pria yang berjalan ke arahnya.
"Hahaha, nggak apa-apa yang penting nggak ngidam aneh-aneh, mau makan, nggak bikin Mamanya susah," sahut Ayah Akbar sembari mendudukkan diri di samping istrinya.
Sementara itu, Dave mendudukkan dirinya di dekat Mommy dan Kiyara. Dia dapat melihat perubahan raut wajah sang Mommy, sehingga dia memilih untuk duduk di dekat Mommynya, sekalian mengambil kesempatan berdekatan dengan Kiyara.
Suasana terasa tegang seketika, tapi semua kembali lebur jadi satu setelah Dafa melemparkan candaannya. Berkumpul bersama sambil memakanan jajanan kaki lima khas Bandung, melupakan sejenak kenangan buruk di masa lalu.
__ADS_1