Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Episode Terakhir- Tamat


__ADS_3

Hidup Kiyara, sudah bahagia karena bukan hanya ada Ayah, Bunda, dan Kakaknya saja dalam kehidupannya, lebih dari itu dia sudah memiliki keluarga sendiri, ada suami, dan ketiga anak kembarnya. Dave—pria itu, menjadi pelabuhan terakhir bagi Kiyara, segala kebaikan dan ketulusan Dave, membuatnya bertahan sampai di titik ini, menemani masa tua dengan anak-anak yang beranjak dewasa.


“Kamu senang? Triplets sudah jadi anak remaja yang bukan hanya tampan-tampan dan cantik, tapi juga jadi anak remaja yang memiliki kepintaran di atas rata-rata?” tanya Dave, saat Nayra baru saja turun dari mobil Dave, menyisakan pasangan suami istri itu yang masih sibuk memandangi bangunan megah sekolah ketiga anak kembarnya.


Kiyara, menganggukkan kepalanya. “Aku sangat bahagia, anak-anakku tumbuh dengan baik, tanpa harus merasakan apa yang aku rasakan saat remaja dulu, Mas,” jawab Kiyara, spontan Dave, langsung menggenggam tangan istrinya yang semakin bertambah umur malah semakin terlihat cantik, karena saat menginjak usia 30 tahunan Kiyara, semakin sadar untuk merawat tubuhnya, makanan dan minuman yang dikonsumsinya jauh lebih sehat berkali lipat dari masa remajanya, dia ingin hidup sehat dan menemani anak-anaknya tumbuh lebih lama lagi, dia tidak ingin tua dengan penyakit kebanyakan yang di derita orang tua seperti, diabet, jantung, kolestrol dan lain sebagainya, jadi dia cukup sadar sedari sekarang.


“Stop, membahas masa lalu hooney … kita tatap masa depan saja, bagaimana menurutmu Nayra dengan putra sulung kita? aku rasa jika mereka berjodoh rumah kita akan semakin ramai,” ucap Dave, mengalihkan perhatian Kiyara akan masa lalunya.

__ADS_1


“Mas, anak-anak masih terlalu kecil untuk dijodohkan, dan sejujurnya aku sedikit kurang suka dengan perjodohan, lebih baik seperti kita saja, karena menemukan cinta sejati akan lebih menyenangkan ketika mencari sendiri daripada langsung tersaji begitu saja di depan mata,” jawab Kiyara yang disambut gelak tawa Dave.


“Oh, hooney … baiklah, now … Nyonya Dave ingin kemana?”


“Bagaimana jika kita ke villa yang di Lembang, aku rasa waktunya akan cukup sampai anak-anak pulang sekolah, bagaimana?”


“Sure, as you wish hooney!

__ADS_1


“Aku benar-benar tidak menyangka, orang yang pernah membullyku kini menjadi sosok pening dalam hidupku, dia menjadi imam keluargaku, menjadi Ayah untuk anak-anakku, juga teman berbagi segala rasa, orang yang selalu mendekapku kala dingin menyerang, orang yang selalu menuntunku kala aku lelah, dan jadi penompangku kala aku ingin rehat dari urusan dunia. Dia—Dave, suami buleku!” gumam Kiyara dalam hati, sembari menatap wajah suaminya yang masih tampan diusianya yang sudah menginjak 40 tahunan itu.


**


Hidup itu memang tak selalu sesuai dengan ekspekasi kita, sedih, senang, terluka, sembuh dan sebagainya adalah rangkaian dari kehidupan yang selalu memiliki hikmahnya untuk diri kita sendiri, apabila mau mengambil hikmah dari setiap kejadian. Hidup Kiyara, mungkin tak terlalu beruntung di masa mudanya, tapi dia mau mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpanya, sehingga di masa kini dia bisa jadi orang yang lebih berpikiran maju lagi.


**

__ADS_1


Terima kasih semua yang sudah membaca novel saya di NT/MT, semoga kalian sehat selalu dan diberkahi Allah kehidupan yang lebih baik lagi. Yang mau tahu kelanjutan cerita Triplets bisa cek ricek ig saya, _inaazzahra2


Maaf jika endingnya tidak sesuai ekspektasi kalian.


__ADS_2