Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Memberi Nama


__ADS_3

AUTHOR POV


Kiyara kini tengah berada di ruang rawat VVIP, terbaring di atas brangkar dengan sedikit di dudukkan untuk bagian kepala ranjangnya, dia tengah belajar duduk sekarang, pasca operasi sesar beberapa jam yang lalu sebelum nanti jika sudah lebih baik akan belajar jalan. Perutnya tampak sudah tak buncit lagi seperti saat anak-anaknya masih di dalam sana, perjuangan 31 minggu 2 hari membuatnya belajar banyak hal, terutama menjadi sosok Ibu itu tak semudah dan tak sesepele itu, maka pantas saja imbalannya adalah Surga, tadi semenjak dia bertemu dengan Bundanya, tangisnya kembali pecah karena mungkin beginilah dulu saat Bundanya melahirkannya, perjuangannya antara hidup dan mati, ucapan terima kasih dan maaf terus menerus terucap dari bibir pucatnya itu.


Berat badan si kembar, meski belum mencapai 32 minggu tapi bobotnya cukup baik untuk anak kembar 3, si sulung beratnya 1,7 kg, si tengah yang paling cantik sendiri beratnya meski paling kecil hanya 1,6 kg tapi dia cukup kuat, sementara si adik yang menangisnya paling kencang sama seperti si sulung untuk berat badannya 1,7 kg juga.


“Perut aku rasanya enteng banget,” gumam Kiyara sembari memegang perutnya, rasanya aneh melihat kondisi perutnya saat ini.


“Iya lah, Nak udah keluar 10 kg lebih kayaknya, anak-anak kamu aja katakan 5 kg, belum ari-ari, darah, ketuban, dan apalagi ya yang tadi ikut keluar, banyaklah pokoknya jadi langsung kempes begini, tapi yang atas nggak kempes malah makin kenceng begitu,” ucap Bunda Alana sambil menggoda anaknya itu.


“Ih, Bunda mah ngomonngnya kemana aja, untung cuman berdua kalau ada laki-lakikan aku malu,” balas Kiyara.


“Tenang aja atuh, cowok-cowoknya lagi ke ruang bayi semua. Gemes ya baby triplets … aduh udah pingin nyulik aja bawa pulang,” ucap Bunda Alana yang merasa gemas sendiri saat mengingat wajah ketiga cucu barunya itu.


“Iya, Bun gemes sekali masya Allah. Beneran deh Kiyara aja masih nggak nyangka rasanya lihat anak-anak Kiyara bisa segemes itu,” sambung Kiyara dan diangguki oleh Bunda Alana.


“Gimana tadi rasanya menyusuii anak-anak?”


“Luar biasa Bunda, rasanya pingin nangis aku tadi, tapi aku tahan he he he, malu sama susternya,” jawab Kiyara.


Ceklek …


“Assalamu’alaikum …”


“Wa’alaikumsalam.”


Ketiga pria yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Kiyara kini sudah mendudukkan diri di atas sofa, kecuali

__ADS_1


 yang langsung duduk di ranjang istrnya itu.


“Beneran deh Ki, ya Allah itu baby girl satu lucunya masya Allah. Kalau kita nggak sedarah ini, aku mau jodohin dia sama El, tapi sayang banget kita sedarah,” kata Dafa tanpa di saring dulu sehingga mendapat pelototan tajam dari orang-orang di sana.


“Oh, jadi Kakak nyesel saudaraan sama aku?” ucap Kiyara yang langsung menyadarkan Dafa atas kesalahan ucapannya tadi.


“Nggak, nggak, bukan gituh aduh salah ngomong Kakak tadi, suer deh Ki bukan gitu maksudnya,” bela Dafa.


“Terus maksudnya gimana?” tanya Kiyara dengan ketus.


“Sayang, jangan marah-marah … itu Kakak kamu salah memilah kata untuk mengungkapkan kekagumannya sama baby girl kita yang memang sangat cantik,” pungkas Dave dan lagsung mendapat dua jempol dari Dafa karena sudah membelanya.


“Alasan itu Dek, memang Kakak kamu ini minta di sunat lagi kali ya, kalau ngomong kadang suka nyablak aja,” ucap Bunda.


“Ish, Bunda mah … jangan atuh nanti Asti yang kasihan,” jawab Dafa dengan reflek memegang anunya.


“Ayah mau tanya, kalian sudah mencari nama buat anak-anak kalian?” tanya Ayah dengan serius.


“Sudah Ayah, tapi ini masih pemikiran kami kalau Ayah dan Bunda atau Bang Dafa mau ikut menyumbang nama, Dave dan Kiyara akan senang hati menerimanya,” jawab Dave.


“Coba sebutkan siapa saja.”


“Untuk baby pertama, namanya Narendra, yang kedua Nasyta, dan baby yang ketiga namanya Nalendra. Untuk dua kata di belakangnya kita masih belum nemu yang pas Yah, Bun, Bang, soalnya mau cari yang kembar buat ketiganya. Dan ini yang baby girl sengaja pakai nama Mommy tapi beda di hurufnya kalau Almarhumah Mommy kan namanya Sita kalau anak kita namanya Syta pakai Y dan di depannya ada Na nya juga seperti saudara-saudaranya yang lain. Bunda, Ayah sama Abang mau nambahin?”


Ketiga orang yang mendapat kesempatan untuk memberikan nama, seketika diam memikirkan nama apa yang sekiranya akan cocok dengan bayi triplets yang seperti bayi bule karena memang memiliki gen bule meski sudah keturunan ke-tiga dari bule asli tanpa campuran Indo, tapi tetap saja karena gen si Bapak lebih kuat jadilah wajah bayi bule melekat pada ketiga bayi tersebut.


“Aku mah nyerah, nggak bisa mikir dadakan bukan anak sendiri soalnya,” ucap Dafa.

__ADS_1


“Kamu mah Kak, anak kamu aja kamu nyuruh Ayah yang ngasih nama,” ucap Bunda membuat Dafa menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.


“Next, anak kedua aku yang ngasih nama sendiri he he he,” jawab Dafa.


“Ayah mau kasih saran, kasih nama mendiang Daddymu entah dibagian tengah atau belakang di kesemua nama anak kalian, misal seperti ini, Narendra Jeff apa gitu lagi belakangnya,” saran Ayah.


“Bagaimana kalau, Narendra Jeff Mananta, Nasyta Jeff Mananta, Nalendra Jeff Mananta?” sambung Bunda.


“Sejuta,” ucap Dafa.


“Lawak terus si Abang mah, lihat ya wajah adeknya masih tegang makannya di godain terus,” ucap Dave.


“Ish, aku nggak tegang kok. Aku lagi dengerin Ayah sama Bunda mau ngasih nama anak aku, dan sepertinya aku setuju gimana sama Mas?” tanya Kiyara dan diangguki oleh Dave, karena nama yang disarankan oleh mertuanya adalah nama Daddynya sendiri dan juga akhiran namanya ‘Mananta’ Dave Swan Mananta, jadi ya setuju-setuju  saja.


“Aku juga setuju, terima kasih Ayah … Bunda … dan untuk panggilannya, gimana kalau Rendra, Syta, sama Lendra? Atau ada yang lain mungkin?” tanya Dave.


“Setuju, Bunda mah … bagus,” jawab Bunda dan diangguki Ayah.


“Kalau aku juga setuju aja asal baby girl jangan di panggil Nasy itu aja udah bagus menurut aku,” ucap Dafa dengan santainya.


“KAKAK … KOK JAHAT BANGET SIH DARI TADI JUGA !!!” teriak Kiyara.


.


.


Baby Triplets dah lahir, namanya juga dah ada … makasih ya Onty dan Uncle Online yang sudah nungguin baby triplets lahir ke dunia pernovelan hehehe. Selamat hari selasa, sehat dan bahagia selalu semuanya … semoga rezekinya semakin banyak, melimpah, dan berkah. Yang lagi sakit semoga lekas sembuh, yang sedang cari kerja semoga lekas mendapat pekerjaan, yang sedang menanti jodoh semoga lekas dipertemukan diwaktu yang tepat, yang sedang menanti kelahiran anaknya semoga selelu diberi ketenangan untuk menghadapi proses lahiran, tambahin sendiri kalau punya hajat yang belum disebutkan di sini nanti diamiinkan sama-sama … aamiin …

__ADS_1


Selamat beraktifitas readers.


__ADS_2