
~Bolehkan wanita gendut sepertiku ini mengharap seorang pangeran datang dan menawarkan segala kebahagian yang tiada duanya untuk masa yang akan datang?~ Kiyara Mentari.
Tak Pernah ku duga semuanya berubah
Saat kau memandangku bergetar hati ini
Kau berikan harapan tentang
Oh … warna warni hariku
Semenjak ada dirimu dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada disini ku mampu melupakannya
Kini aku tak sabar ingin hati kau untukku
Katakanlah kepadaku janji indah yang kutunggu
Semua kini tlah bersinar lagi takkan ku ingat dia
Semenjak ada dirimu dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada disini ku mampu melupakannya
Semenjak ada dirimu dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada disini tak ingin melepaskanmu
Where are you when I needed you
__ADS_1
Now that I have found someone new
Kau berikan harapan tentang warna-warni hariku
Warna-warni hariku
Semenjak ada dirimu dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada disini ku mampu melupakannya
Semenjak ada dirimu dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada disini tak ingin melepaskanmu
Na-na-nanana-nananan-na-nanananana-….
Suara alunan musik terdengar menemani perjalanan Kiyara dan Dave petang ini, sesuai janjinya Dave kembali menjemput Kiyara di kampus dan kini mereka di dalam mobil yang sedang melaju membelah jalanan menuju rumah mereka yang berhadapan.
“Kamu kenapa, geleng-geleng kepala kayak gituh?” tanya Dave.
“Eh, nggak kenapa-napa kok Kak.”
“Nanti kalau keburu adzan di jalan, kita ngga usah nyari masjid ya Ki, salat di rumah aja baju Kakak kotor.”
Kiyara menganggukkan kepalanya. “Hem … boleh.”
“Ini kayaknya udah mau masuk waktunya adzan, mending audionya di matiin dulu Kaka tau stel radio aja nanti kan ada jeda buat adzan dulu biasanya.”
Dave, menganggukkan kepalanya, memilih mematikan audionya lalu mematikan ac dan membuka jendela mobilnya. “Nggak apa ya, gini?” tanya Dave.
__ADS_1
“Enggak apa-apa Kak, lengang ini … nggak terlalu banyak polusinya hehehe.”
Adzan maghrib sudah berkumandang, saat Kiyara dan Dave masih dalam perjalanan. Untung saja jalanan saat ini lumayan lengang, sehingga tak membutuhkan waktu lama agar bisa sampai rumah dan masih kebagian waktu salat, bukan berniat menunda salat hanya saja merasa tak layak menghadap Sang Pencipta dengan keadaan badan yang belum mandi lagi sejak tadi pagi dan baju yang serasa sudah bau dan kotor karena kegiatan padat hari ini.
“Ke rumah, Kakak aja. Kayaknya di rumah kamu nggak ada orang lagi,” tawar Dave yang melihat rumah Kiyara gelap.
“Nggak apa aku pulang ke rumah aja, Kak. Aku bawa ini …,” ucap KIyara sembari menunjukkan kunci rumahnya.
“Owh, ya sudah sana masuk. Nanti kalau ngga ada makanan apapun ke rumah aja isi tenaganya, jangan sungkan.”
“Siap, Kak … terima kasih banyak ya sudah mau direpotkan.”
Dave, tersenyum. “Enggak ada yang direpotin,” jawabnya.
“Assalamu’alaikum …,” ucap Kiyara sembari turun dari mobil Dave.
“Wa’alaikumsalam.”
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ... semoga selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah S.W.T ... aamiin ...