Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Di Kamar Mommy


__ADS_3

Di depan gedung yang sedang di renovasi terparkir sebuah mobil hitam yang sudah berhenti sejak 20 menit yang lalu tapi tak kunjung juga keluar, pemilik dari mobil tersebut. Membuat para pekerja di bagian luar gedung tak fokus bekerja, karena sebentar-sebentar menengok, sebentar-sebentar menengok lagi.


Sementara di dalam mobil, sepasang suami istri itu kini tengah saling berpelukkan setelah sebelumnya banyak mengobrolkan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian tadi. Dave sebagai seorang suami, mencoba membesarkan hati istrinya dan meminta istrinya itu agar bisa lebih percaya diri serta belajar lagi untuk bersikap bodo amat dengan tanggapan orang di luar sana, sebab sebagai manusia kita tak bisa menuruti semua yang diinginkan manusia lain ada pada diri kita, sekalipun itu fisik.


“Makasih, Mas.”


“Sama-sama, Sayang … janji ya, ke depan jangan ada yang di sembunyikan dari Mas, mau kesel sama si anu atau ada yang menyinggung kamu, ada yang ngeganjel atau apapun itu cerita sama Mas, jangan di pendem sendiri nanti malah jadinya nggak bagus, emosi kamu bisa meledak-ledak kalau kelamaan menyimpan segalanya sendiri, sekarang kamu punya aku jadi segalanya harus dibagi sama aku, aku pun juga begitu akan selalu bercerita apapun kepadamu,” ucap Dave sembari membelai lembut pipi bulat istrinya.


“Iya, Mas … Kiyara janji akan seperti Mas membagi semuanya. Dan aku juga mau berterima kasih sama kamu sudah mau berjuang keras untuk kehidupan kita ke depannya. Semoga cita-cita Mas, memiliki usaha seperti Ayah dan Kak Dafa bisa segera terlaksana dalam waktu dekat, sehingga nanti sewaktu kita sudah punya babyu Mas bisa mengontrol pekerjaan Mas dari kantor ini dan dari rumah saja, tidak perlu ke berkeliling ke kebun sana ke kebun sini, ke tempat packaging sana ke tempat packaging sini, ke distributor sana-sini, biar semua terpusat di kantor ini dengan karyawan yang kompeten dibidangnya juga,” kata Kiyara sembari membalas usapan lembut di rahang tegas suaminya, plus memandangi wajah tampan suami blasterannya itu.


“Aamiin … terima kasih Sayang, semoga ya … soalnya ini harapan aku banget dari semenjak kenal keluarga kamu,


enak aja gituh tinggal memantau aja sama memberi keputusan yang kerja anak buah kita, akunya sering di rumah tapi tetep … uang ngalir, bisa nafkahin keluarga sekaligus bisa punya banyak waktu buat keluarga, dan nilai plusnya punya usaha sendiri juga adalah aku nggak ada korupsi waktu beda sama orang yang terikat sama orang atau perusahaan gitu.”


Kiyara, tersenyum lembut lalu mengangguk. “Ya sudah ayo kita ke dalam.”


**


Malam Hari


“Kamu kenapa ke sini Sayang?” tanya Mommy Sita pada menantunya yang baru saja menutup pintu kamarnya.


“Mau bobok sini, nemenin Mommy… udah dizinin juga kok sama Mas Dave, jadi aman Mom tenang aja,” jawab Kiyara sembari berjalan mendekat ke arah Mommynya sembari membawa selembar kertas foto di tangan kanannya.

__ADS_1


“Ya sudah sini, tidur di samping Mommy.” Kiyara mengangguk dan mematuhi perintah Ibu mertuanya.


“Mommy, dulu apa tidak merasa sepi saat siang hari Kak Dave sibuk sekolah, Daddy sibuk dengan perusahaannya dan Mommy ada di rumah sendiri?” tanya Kiyara yang kini tengah berbaring di samping Ibu mertuanya, malam ini mereka sudah mulai tinggal di rumah Dave sendiri karena paksaan Kiyara tentunya karena meerasa badannya sudah jauh lebih baik dan fit kembali.


“Tentu saja merasa sepi Sayang, tapi tidak akan seberapa terasa kalau ada yang bisa dikerjakan, meski begitu ada sisi positifnya juga ketika sendirian di rumah, Mommy bisa me-time dengan catatan curi-curi waktu karena sekolah Dave waktu SD kan duhur sudah pulang jadi ya pagi sejam dua jam entah itu luluran atau baca novel pokoknya melakukan kegiatan yang bisa menyenangkan diri, abis itu masak makan siang, bebersihnya Mommy selalu subuh sama sore kalau dulu, emh pokoknya jadi perempuan harus bisa ngatur waktu biar urusan rumah beres, perut anak dan suami kenyang, dan tentu saja harus memehatikan mereka semua, jadi sekalipun di rumah sendiri rasa sepinya jadi tidak seberapa terasa,” jawab Mommy Sita sembari mengingat masa mudanya dulu saat anaknya masih kecil.


“Iya, Mom … dan Kiyara juga saat ini masih perlu belajar banyak buat mengatur waktu biar nggak keteteran … apalagi sebetulnya Kiyara mau punya anak kembar Mom. Oh iya apa di keluarga Mommy ada gen kembar? Atau dari keluarga Daddy gituh?” tanya Kiyara sembari memandang gemas foto yang sedari dia mainkan di tangannya.


“Emh, kayaknya keluarga dari Daddy ada yang di Jerman itu … kalau tidak salah buyut laki-lakinya Dave itu kembar, nanti Mommy coba tanyakan sama Daddy lagi. Euh, kayaknya gemes ya kalau wajah seperti bayi ini ada dua,” ucap Mommy sembari ikut memerhatikan foto bayi dengan bola mata berwarna biru tengah menghadap kamera dengan senyum yang merekah menampilan dua gigi atas yang baru tumbuh.


“Iya, Mom … euh gemasnya, aku jadi ingin segera mengandung lagi, Mom …,” celetuk Kiyara sembari mengusap


perutnya.


“Eh, maksudnya mengandung lagi itu biasanya kan kita nih tiap hari mengandung Mom, mengandung si kuning itu loh he he he he, nah ini aku pingin mengandung lagi tapi isinya beda, iya gituh Mom yang aku maksud he he he,” kilah Kiyara.


“Ah, kamu ini  bikin Mommy takut aja … back to topic kalau gituh, kamu mau punya anak kembar nggak takut kewalahan?”


Kiyara, menggeleng. “Insya Allah enggak, Mom. Kiyara udah praktik sama Baby El he he he, terus lagi Kiyara udah beli banyak buku mengenai semua tentang bayi kembar,” ucap Kiyara antusias.


“Aaamiin, nanti juga pasti Bunda dan Mommy membantumu merawat cucu-cucu kami … semoga Mommy di beri umur panjang. Kamu mau kembar cewek-cewek, cowok-cowok apa kembar pengantin Sayang?” tanya Mommy Sita.


“Kiyara maunya kembar, cowok … cowok … cewek, Mom …”

__ADS_1


“Hah, kembar tiga?” tanya Mommy dan diangguki Kiyara dengan senyum lebarnya.


“Iya, Mom Kiyara ingin bayi kembar tiga … ingin sekali,” ucapnya sembari memeluk erat foto yang kini sudah ada dalam dekapannya.


“Berapapun itu semoga cucu-cucu Mommy segera hadir di dalam sini,” Kata Mommy Sembari mengusap pelan perut Kiyara.


“Aamiin …”


Tok … tok … tok …


“Masuk, nggak dikunci Sayang,” jawab Mommy.


Klek …


“Hey, kenapa kamu membawa barang-barang itu ke sini Dave?” tanya Mommy Sita pada sang anak yang memasuki kamarnya dengan membawa selimut dan bantalnya.


“Aku mau tidur di sini juga, nggak enak tidur di kamar sendirian sepi banget,” jawab Dave sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Dasar kamu mah alesan, ngomong aja pingin tidur sama istri kamu kan?”


.


.

__ADS_1


Dasar Dave, padahal udah ngizinin istrinya tapi malah di susul juga ujung-ujungnya … udah nyaman beud ya sama Kiyara? Hi hi hi, dasar Dave bucin … oopps ...


__ADS_2