School Lifes

School Lifes
Episode 1


__ADS_3

**WED 1\, APRIL **


pagi itu awal musim semi, bagi kebanyakan orang musim semi merupakan awal yang membahagiakan dimana bunga mulai bermekaran, badai musim dingin reda, para pekerja kembali ke kantor mereka, para pelajar kembali kesekolah.


''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


nah, sesuai dengan judul novel ini, kita kembali ke topik


'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


bagi kebanyakan pelajar musim semi merupakan kebahagiaan dimana mereka kembali ke sekolah, dimana mereka bisa kembali bertemu degan teman, sahabat, kakak kelas tampan, pacar, dan guru yang menyenangkan dan dirindukan. akan tetapi bagi beberapa siswa kembali ke sekolah adalah bencana segudang PR yang menunggu, setumpuk Ujian yang menanti, guru killer yang menghantui, dan banyak sekali masalah yang menunggu mereka. begitu pula dengan Jade seorang siswa yang menghabiskan setiap tahun disekolahnya untuk tidur dan mencari ketenangan.


 


**WED 1\, APRIL **


07:00


" hahh...." Jade yang memasuki gerbang sekolah dengan penuh aura kemalasan, dia berjalan dari rumah dengan santai-nya.


" pagi, Jade ! " sapa seorang anak laki-laki tampan, tinggi, berkulit putih, dengan mata coklat, dan ramput yang ditata sedemikian rupa, Robin itulah dia, siswa paling populer seangkatan


. " ah, Robin ?" Jade hanya menoleh dan langsung menjatuhkan dirinya ke punggung Robin.


" hahh...bisakah kamu sedikit serius saat disekolah ?" Robin yang terkejut saat Jade langsung menjatuhkan dirinya ke pungung Robin begitu saja tanpa bicara membuat Robin terpaksa merundukkan dirinya agar dia bisa menangkap Jade yang hampir jatuh , dan langsung menggendongnya.


Robin dan Jade adalah sahabat sejak kecil, mereka tumbuh bersama dan secara kebetulan selalu masuk ke sekolah yang sama. Jade memiliki tubuh yang agak pendek dari Robin sekitar 178 Cm berkulit putih, berambut Coklat dan bermata Coklat, Jade termasuk siswa yang tampan.Jade biasanya berada di List teratas bagi para gadis. walau terlihat sangat pemalas, Jade adalah seorang Jenius. dia selalu ada diperingkat pertama di angakatannya. selain itu, Jade juga atletis dan manis.


Jade biasa menghabiskan waktu disekolah hanya untuk tidur, karenanya Robin yang bertugas menjaga Jade, Robin bahkan selalu menggendong Jade yang masih tidur dan mengantarnya pulang. mungkin hal ini terlihat agak tidak menyenangkan. Jade terlihat  seperti sebuah Parasit. tapi, bagi Robin, Jade adalah tempat dimana dia bisa pulang.


" ah, lihat ! itu Robin dan Jade ! " beberapa gadis sangat menyukai pemandangan dimana Robin tengah menggendong Jade, terkadang terlihat jelas para gadis itu membayangkan hal-hal yang tidak-tidak. akan tetapi, bagi Robin itu adalah pemandangan biasa yang sehari-hari dia lihat dan alami


" ah, itu pangeran Jade ! Kyaa, dia begitu manis ! "


" aku juga ingin digendong oleh Robin ! " berteriak dan berkhayal di pagi hari adalah keseharian para gadis, disaat Jade dan Robin tiba, Khayalan liar memenuhi kepala mereka.


" ugrh, apa kita sudah sampai ?" kadang-kadang Jade terbangun karena teriakan para gadis.

__ADS_1


" ah, lihat ! pangeran Jade terbangun ! " para Gadis itu hanya sibuk membicarakan ketampanan Jade dan Robin. mungkin diteriaki para gadis setiap hari, diberi hadiah, dan pernyataan cinta terus-menerus adalah kebahagiaan para lelaki, akan tetapi, bagi Robin teriakan dipagi hari seperti ini sangat menggangu, karena mereka dia terpaksa harus meyakinkan Jade untuk kembali ke tidurnya


" haha, sebentar lagi sampai, kamu bisa tidur lagi. aku akan membangunkan kamu nanti ! " Robin yang melihat Jade terbangun mencoba membuat Jade tidur kembali. baginya Jade adalah Adiknya sendiri, karenanya dia akan selalu melindungi Jade.


 


setelah mereka tiba dikelas...


 


" Jade, kita tiba " kata Robin membangunkan Jade dengan lembut.


" urgh.." Jade yang terbangun menggosok matanya dan turun dari punggung Robin.


" wah, sepertinya Jade masih saja mengantuk ! " kata beberapa anak laki-laki dikelasnya. bagi Jade hal itu bukanlah ejekan, hal seperti itu sudah biasa baginya. Jade hanya diam dan langsung tidur di kursinya


." ah, sudah tidur ya "kata salah seorang dari mereka. William, seorang anggota Club Basket disekolah mereka. walau kelihatannya anak-anak itu tidak suka pada Jade yang pemalas, tapi kenyataanya mereka sangat menyukai Jade.


biasanya setelah Jade tidur mereka akan duduk mengerumuni Jade dan menyelimutinya, memastikan Jade tidak terganggu dengan cahaya matahari ataupun angin. bagi mereka Jade sangat berharga, walau Jade terlihat pemalas, setidaknya dia selalu membantu saat ada yang membutuhkan. begitu pula dengan semua anak laki-laki dikelasnya, mereka semua telah tersentuh oleh kelembutan dan kebaikan hati Jade.


WED 1, APRIL


SRATT


terdengar jelas suara pintu geser yang dibuka dengan keras oleh wali kelas mereka, saat guru masuk semua pandangan tertuju ke bawah meja. semua anak menunduk hingga ketua kelas memberi aba-aba.


" semuanya berdiri ! " ketua kelas Nathan memberi aba-aba.


" semuanya beri hormat "  Nathan memulai pelajaran dengan memberi hormat diikuti oleh semua murid kecuali Jade. wali kelas menyambut kedatangan murid-muridnya kembali kesekolah, Wali kelas merasa sangat senang setelah beberapa lama akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan murid kesayangannya.


" ah, Jade ?" Wali kelas terkejut disaat dia tengah berpidato menyambut kembali kedatangan murid-muridnya, Jade malah tertidur dengan lelap. Wali kelas kemudian berjalan kebelakang menuju ke meja Jade.


" Jade ?" Wali kelas mencoba membangunkan Jade yang tertidur lelap, akan tetapi usahanya gagal. melihat hal itu Robin membangunkan Jade


" Jade " Robin membangunkan Jade dengan lembut.


" urgh.." Jade terbangun sambil menggosok sebelah kanan matanya.

__ADS_1


" ah, Jade ?" Wali kelas langsung memeluk Jade yang baru terbangun


" urgh, pak Stenly ? lepaskan " kata Jade pelan


" haha, Jade bagaimana kamu masih bisa tidur disekolah ?" tanya Wali kelas mereka dengan nada sedikit mengancam


" hahh, baiklah. berikan saja persyaratannya pada kakak ! " kata Jade yang kembali meletakkan kepalanya ke atas meja dan bersiap memejamkan mata


" uargh... Jade memang yang terbaik !" kata wali kelasnya sambil memeluk Jade


" hm, jadi Pak guru. Pak guru hanya ingin Jade ? jadi, pak guru tidak menginginkan kami ?" William meledek


" ugh, kemarilah kalian semua !" kata Wali kelas sambil merentangkan tangan dan siap untuk diserbu dengan pelukan


disaat semua orang tengah berbagi kebahagiaan dan pengalaman mereka selama liburan ( termasuk Robin ) , Jade hanya tertidur dipojok kelas hingga jam pelajaran usai.


" jade " Robin mencoba membangunkan Jade, akan tetapi Jade tidak kunjung bangun.


" hah, jadi aku harus menggendongmu lagi ?" keluh Robin. walau sebenarnya mendengar kata-kata Robin , Jade tetap tertidur dan tidak mempedulikannya. sementara itu Robin terpaksa menggendong Jade yang tengah tertidur lelap.


" apa mau kami bantu ?" William dan teman-teman yang lain menawarkan bantuan.


" hm, boleh juga ! " Robin yang sudah kelelahan dengan apa yang dia kerjakan hari ini, langsung menerima tawaran William dan yang lainnya


Mereka mengangkat tubuh Jade dan meletakkanya ke punggung William , kemudian mereka membawa Jade kembali ke rumahnya, selama diperjalanan mereka bercengkrama penuh canda tawa, walau terlihat beberapa wajah yang lesu karena lelah harus menyiapkan beberapa kegiatan dan merencanakan festival yang tidak lama lagi akan datang.


" dia tidur sangat lelap " kata Albert yang melihat Jade tertidur dengan lelapnya.


" hm, dia selalu seperti itu ! " Robin menjawab kata-kata Albert, bagaimanapun Robin sudah mengganggap Jade sebagai adikknya kebetulan mereka juga berada di appartemen yang sama hanya selisih beberapa nomor kamar.


setibanya di apartemen Jade, Robin langsung membuka kunci pintu dan membawa masuk Jade


. " thanks for your Helping ! " Robin senang banyak orang yang ingin melindungi jade dan menjaga wajah polosnya saat tidur.


" hm, bukan masalah ! kami pergi dulu " kata William yang berjalan pergi dengan teman-teman lainnya. Robin membawa Jade masuk kedalam.


" ah, kak Robin ! " panggil seorang gadis remaja berusia 14 tahun pada robin.

__ADS_1


" ah, Lia ! kamu sudah pulang ?" Robin terkejut mendapati adik Jade , Camelia sudah tiba dirumah


. " ah, kakak tidur lagi ya " Camelia sudah terbiasa mendapati Robin menggendong Jade pulang dalam keadaan tertidur, dia tahu bahwa semalaman kakaknya bekerja keras agar dirinya dan Camelia bisa bertahan hidup tanpa bantuan orang tua mereka.


__ADS_2