
tidak lama kemudian Fay datang dan membawa semua pesanan Jade. Fay mendudukkan tubuhnya dikursi setelah meminta izin pada sang manager dan ikut menyantap makan siang dengan Jade. Jade langsung saja menyantap semua pesanannya dan terkadang ditatapnya Fay yang sangat menikmati makan siangnya.
" Fay!"
Jade masih saja memandangi Fay yang asik dengan pancakenya, wajah manis nan imut itu membuat Jade tidak mampu menghapus senyuman diwajahnya. Jade sangat menyadari kalau gadis manis ini telah membuatnya jatuh cinta, dan dia terjatuh amat dalam hingga dia tidak akan bisa mendaki lagi.
Fay menghentikan aktivitas makannya dan menoleh ke arah Jade. saat dia menyadari kalau sedari tadi pria didepannya ini terus memandanginya dengan sebuah senyum lembut membuat semburat merah muncul diwajahnya. Fay menundukkan kepalanya dan kembali fokus dengan pancakenya.
Fay harap pancake itu bisa mengalihkannya dari Jade akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya. rona wajah Fay semakin memerah layaknya tomat yang baru matang, dan ini membuat Jade terkekeh melihat tingkah manis dari kekasihnya.
" haha, apa kamu mau bertemu dengan keluargaku Fay?" tanya Jade dan berhasil mengalihkan antensi Fay.
Fay menatap Jade sejenak kemudian mengangguk dan menyembunyikan rona wajahnya yang masih memerah. Jade tersenyum kemudian menghabiskan makanannya dan langsung membayarnya ke kasir.
Jade menghampiri sang manager kemudian meminta izin untuk membawa Fay pergi. setelah mendapat izin, Jade langsung menarik lengan Fay dan membawanya menuju ke motornya yang sudah terparkir dengan indah didepan cafe.
__ADS_1
" ah, kita mau kemana?" tanya Fay yang terkejut ditarik begitu saja oleh Jade.
Jade hanya diam dan memaksa Fay untuk naik dan duduk di jok belakang motornya, kemudian melajukan motornya dengan kecepatan standart dan membawanya menuju ke mansionnya. hari ini adalah hari minggu dan Jade yakin kalau semua orang kecuali Leo yang masih terlelap tengah berkumpul dimansion.
Jade membawa motornya masuk menuju ke pekarangan mansionnya kemudian diparkirkan motornya didepan pintu masuk. Fay terkejut mendapati Jade membawanya menuju ke sebuah mansion yang sangat besar dan megah. Fay mencoba menelan salivanya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
" apa yang kamu tunggu? ayo masuk!!"
Jade menarik lengan Fay dan membawanya masuk begitu saja, Fay masih sibuk mengagumi bangunan indah ini akan tetapi kegiatannya berhenti ketika sebuah suara mengalihkan fokusnya.
teriak seorang laki-laki sesusia Jade. Fay mengalihkan pandangannya dan mendapati laki-laki itu langsung berlari ke arah mereka. Jade melapas pegangan tangannya dan langsung berlari menghampiri laki-laki itu. Jade langsung saja memeluk laki-laki itu dan mengeratkan pelukannya.
" kemana saja kamu, Jade?"
" aku hanya main ke markas sebentar!!!"
__ADS_1
" maaf membuatmu khawatir, Robin!!"
" nope!!"
" ah, siapa nona cantik ini?"
Robin mendekati Fay yang sedari tadi berdiri dan memandangi keduanya. Robin mengulurkan tangannya dengan niat berkenalan dan disambut dengan uluran tangan dan sebuah senyuman lembut.
" Robin!!"
" Fanny laura Maxxist, panggil saja Fay!"
sedangkan keduanya tengah asik berkenalan, tiba-tiba ada aura dingin yang menyelimuti ruangan itu. Robin dan Fay begidik ngeri merasakan perubahan suhu udara yang sangat drastis. mereka menoleh ke belakang dan mendapati 2 monster tengah menatap mereka dengan dingin dan tajam.
" ROBIN LOUISTER!!!/FANNY LAURA MAXXIST!!!!"
__ADS_1
seketika Robin dan Fay berhenti bergerak, tubuh mereka menegang untuk waktu yang cukup lama. mereka berdua tidak berani menoleh ke arah sumber suara itu dan hanya bisa terdiam dan meratapi nasib yang akan menimpa mereka.