School Lifes

School Lifes
Episode 25


__ADS_3

setelah selesai belanja mereka pergi menuju ke parkiran basement. mereka bercanda sambil tertawa ria menikmati perjalanan mereka menuju ke basement.


setibanya diparkiran basement mereka dikejutkan dengan seorang gadis yang tiba-tiba menabrak Jade.


" Ouch..." Jade mengerang kesakitan, tubuhnya terhempas ketanah karena seseorang menabraknya.


Jade mencoba mengangkat tubuhnya namun ada sesuatu yang berat diatas tubuhnya. Jade mendongakkan kepalanya dan mendapati seorang gadis berada didepannya, wajah mereka sangat dekat hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Jade bisa merasakan nafas gadis itu menyentuh kulit wajahnya dengan lembut, manik matanya bertemu dengan iris yang seindah batu shapihe.


"ah!" Gadis itu kembali dengan fokusnya, dia langsung mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Jade dan memperbaiki posisinya. Jade berdiri tidak lama setelah gadis itu berdiri, dia mengusap dan membersihkan celananya yang kotor dengan tanah.


" maaf, apa kamu terluka?" gadis itu nampak khawatir, dia menggigit ujung kukunya, sedangkan tubuhnya gemetar.


" aku tidak apa, lain kali berhati-hatilah gadis bodoh!" Jade mengusap lembut kepala gadis itu. gadis itu hanya terpaku sembari Jade dan yang lain melewatinya.


mereka bergegas pergi dan melajukan mobilnya menuju ke sekolah Robin. Sara terkejut mendapati Gedung sekolah Robin yang amat megah dan besar. Zen dan Jade mengerti ekspresi itu, Zen memang berencana untuk mendaftarkan Sara disekolah ini, hanya tinggal menunggu keputusan dari Jade.


tidak lama setelah itu Robin tiba dengan beberapa temannya, mereka menyapa Zen dan yang lainnya.


" apa kalian tidak mau mampir?"Jade menawarkan, dia melihat Robin sangat bahagia bersama mereka.


" apa boleh?" tanya mereka dengan sedikit ragu, mungkin juga malu dan hanya dibalas dengan sebuah senyuman lebar dari Jade.


mereka akhirnya sepakat untuk mampir ke kediaman Jade, setibanya di mansion teman-teman Robin sangat terkejut dengan mansion besar nan indah yang mereka dapati.


" wowww, apa ini rumah kalian?" salah seorang teman Robin, Alex sangat terpesona dengan bangunan itu. dia tidak henti-henti melayangkan pandangannya keseluruh penjuru bangunan.


semua yang melihat tingkah Alex hanya tertawa dan menggeleng, memang apa bagusnya mansion ini. jika dibandingkan dengan mansion Jade lainnya, ini adalah mansion yang paling kecil. luasnya mungkin hanya 20 X 20 km persegi.

__ADS_1


" ayo masuk!" Jade memutar knop pintu dan membuka pintu besar nan kokoh itu, semuanya terpesona melihat keindahan interior dari mansion itu. Zen mempersilahkan tamu-tamunya untuk duduk dan menemani mereka, Robin pergi ke atas untuk mengganti pakaian, Jade dan Sara pergi ke dapur untuk membawakan cemilan dan air.


Jade membuat limun dan mengambil pai apel yang ada di lemari es kemudian menghangatkannya di oven. Sara membantu Jade mengiris lemon dan memerasnya.


" Sara bisa kamu bawakan ini ke depan!" jade memberikan nampan penuh dengan limun dan pai, sedangkan Jade kembali fokus dengan acara memasaknya. ya dia harus membuat makan malam.


Sara membawa nampan itu kemudian menyajikannya kepada para tamu, setelahnya dia mengembalikan nampan itu ke dapur dan kembali ke kamarnya untuk bersih-bersih.


Zen dan Robin kini tengah asik bercengkrama dengan tamu mereka, mereka tidak sadar kalau ini sudah masuk waktunya makan malam.


" Semuanya waktunya makan malam!" Jade datang dari dapur dan memanggil semua orang, teman-teman Robin terkejut ini sudah memasuki waktu makan malam.


" ah, kalau begitu kami permisi!" kata salah seorang teman Robin dengan sopan.


//


* Alexander Micheal Sean\, berumur 17 tahun\, tinggi 190\, berkulit putih berambut cokelat dengan mata cokelat. pecinta segala hal yang berhubungan dengan musik\, pandai bermain gitar dan piano. hobi balap liar\, status udah ada yang punya


~~


~~


* Steven Aldirn\, umur 17 tahun\, tinggi 195\, berkulit putih\, berambut pirang dengan mata hazel\, anak dengan darah keturunan Inggris. hobi main game\, pandai dalam bidang olahraga dan matematika.


* Tristan exsa Chris\, umur 17 tahun\, tinggi 189\, berkulit putih dengan rambut hitam dan mata cokelat. hobi balapan\, suka dengan segala hal yang berbau otomotif. pintar dalam fisika dan kimia.


//

__ADS_1


"ah, makan malam dengan kami saja!" seru Zen begitu melihat Jade memberi tanda, semuanya terdiam dan saling menatap memberi kode.


" tak apa, aku memasak lebih kok!" Jade menunjukkan senyumnya, membuat Stev dan yang lainnya memutuskan untuk makan malam disana.


mereka melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan, disana sudah berjajar meja dengan kursi dan makanan yang menyambut mereka. semua mendudukkan tubuhnya ke atas kursi dan mulai menyantap makan malam.


" hm, yummy!" teriak Alex sambil memegang mulutnya yang tengah asik mengunyah hidangan. Jade hanya tersenyum melihat tingkah mereka, dia senang kalau mereka suka dengan apa yang dia buat.


" yak, ini sangat lezat!!" Tris menambahkan. Zen hanya menggeleng melihat tingkah anak-anak didepannya.


" hm, masakan buatan Jade memang sangat lezat!" Robin mengambil beberapa udang dan meletakkannya ke piring teman-temannya. mereka semua menikmati acara makan malam itu, sesekali mereka bercanda ria sambil mengunyah makanan mereka.


ditengah asik dan ricuhnya suasana makan malam, Sara baru turun dari kamarnya dan berjalan menuju ke ruang makan. setibanya diruang makan dia terkejut mendapati ruang makan sangat ramai dan berisik, Sara memberanikan dirinya untuk masuk dan duduk kedalam.


"ah, Sara kenapa kamu baru turun?" timpa robin yang mendapati sosok gadis cantik itu baru tiba. kini hidangan yang ada tinggal setengah. Sara menggeleng pelan dan mengambil piring yang ada kemudian menyantap hidangannya.


" aku baru selesai mandi, jadi aku terlambat!" jawab Sara sambil memberikan senyum kecil. Robin segera mengalihkan pandangannya dan menetralkan ekspresinya yang dia yakini sekarang wajahnya seperti tomat yang baru masak.


mereka menyelesaikan acara makan malam dengan hidangan puding spesial buatan Jade, dan ini membuat mereka semua tergila-gila dengan hidangan manis ini. setelah selesai dengan acara makan malamnya, teman-teman Robin memutuskan untuk kembali pulang.


" Jade, terimakasih untuk hidangannya itu sangat lezat!" Tris melempar sebuah senyuman yang membuat gigi putihnya itu terlihat. Zen hanya membalasnya dengan sebuah senyum sederhana.


" hm, bukan masalah. lain kali mampirlah lagi!" Jade melempar sebuah senyum manis pada mereka, hal ini membuat mereka tidak percaya akan Jade yang seorang laki-laki. bagaimana bisa laki-laki memiliki senyum semanis ini?


" apa boleh?" tanya Alex yang membuat Zen dan Jade melonggo.


" tentu saja, teman Robin adalah temanku juga!" Jade tersenyum kembali kemudian menatap robin.

__ADS_1


" hm, baiklah lain kali kami akan berkunjung!" jawab Alex yang kemudian melangkahkan kaki mereka dan membawa mobilnya pergi dari mansion milik Jade.


keesokan harinya semua anggota mansion Jade terbangun oleh dering jam weker yang membangunkan mereka, semua orang terbangun dari tidurnya terkecuali Jade yang masih sibuk berkencan dengan bantal dan selimutnya. ya, semalam Jade harus pergi ke kantor karena ada masalah darurat, jadi dia baru tidur pukul 4 pagi. dan pagi ini? ya, pagi ini Zen membangunkan Jade secara paksa akan tetapi hal itu gagal.


__ADS_2