School Lifes

School Lifes
Episode 79


__ADS_3

" sleep well, Jade!" kataku sembari mengecup keningnya lembut.


Author PoV


Leo keluar dari kamar Jade dan mendapati Zen dan Nana yang baru saja naik dengan tergesa-gesa. Leo masih bisa melihat keringat dan nafas yang tersengal dari keduanya, Leo menatap mereka bingung sedangkan Zen mulai berjalan dan membuaka pintu kamar Jade.


Leo berjalan turun akan tetapi tangannya dicekal oleh Nana. Leo menoleh dan menatap Nana yang masih mencoba mengatur deru nafasnya. Nana melepas cekalan tangannya dan menatap Leo khawatir, tersirat ketakutan diwajahnya.


" perang telah dimlulai!" ucap Nana dan membuat Leo menegang. Leo masih membatu sedangkan Nana sudah mulai menitikkan air matanya. beberapa bulan disamping jade membuatnya memahami tentang Jade dan segala masalah dan bahaya yang ada didekat Jade.


" aku tidak bercanda, segera siapkan barikade dan bawa Jade ke kantor!" Leo megepalkan tangannya dan mengambil ponselnya. mencari kontak seseorang dan menguhubunginya, sedangkan itu Jade dan Zen..


Jade PoV


" JADE!!!"


" JADE!!!"


" OI BOCAH CEPETAN BANGUN!!! KITA DISERANG!!!"


aku yang sedari tadi hanya diam dan tidak peduli saat Kak Zen membangunkanku kini langsung terduduk. sebenarnya aku sangat malas kalau harus bangun sekarang, aku pikir Kak Zen hanya bercanda atau menyuruhku untuk bangun dan makan atau mengajakku keluar. akan tetapi dia bilang kalau kami sedang diserang!


aku duduk dan menatap kak Zen yan nampak khawatir, dia terlihat frustasi. aku masih menatapnya dan dia juga masih menatapku, tubuhku menegang dan tanganku semakin kukepal dengan erat.

__ADS_1


" siapa?" tanyaku dan membuat kak Zen menelan salivanya takut karena auraku yang sudah memenuhi ruangan ini.


kak Zen mengukir smirknya dan membuatku langsung mengerti siapa dalang semua ini. ya, dia ayahku Steven! jujur aku tidak sudi memangil orang yang telah membuat ibu dan adiku pergi dengan panggilan ayah. aku biasanya memanggilnya pak tua akan tetapi karena Author udah nyuruh jadi harus kulakukan, dari pada berakhir ditangan iblis Victo, itu mengerikanT~T


~~


Victo : oi, napa bawa-bawa gue?"


Jade: Peace ✌


Victo : hahh, ni bocah minta dihukum_-


Victo : Author, bikin Jade mampus!!!


Victo : apaan?


Jade: ngak kok! Victo emang ganteng!"


Victo : nah tu tau!


Sara : udah bawel! sini lanjutin kerjaan lu!!


( dan Sara pergi dengan menarik kerah baju Victo)

__ADS_1


Jade : kak Sara!!


Sara : apaan?


Jade : LOVE YOU!!!!🤞


Sara : bawel sana lanjuti skrip lu!


~~


" ayo kita pergi!" ajakku dan diikuti dengan Kak Zen yang mengekor dibelakangku.


aku berjalan membuka pintu dan mendapati kak Leo yang tengah menelfon dan kak Nana yang sudah menanti. aku menoleh dan menatap mereka sebentar kemudian melanjutkan langkahku dan diikuti dengan mereka yang berada dibelakangku.


" barikadenya sudah siap, Tuan muda!" ucap kak Leo sembari mempersilahkan aku untuk berjalan lebih dulu. aku hanya mengukir smirk yang menurut kak Leo itu mengerikan.


kami tiba diruang tamu, disana Robin, Sara, dan Fay menatap kami bingung. ya, bagaimana lagi? kami turun dengan pakaian rapi dan jas yang sudah membalut tubuh kak Zen dan Kak Nana. sedangkan kak Leo sudah siap dengan jaket kulit dan stelan liarnya, dan aku? aku memakai jeans hitam dan  kaos putih dengan jas berwarna hitam yang membalut tubuhku.


" kalian mau kemana?" tanya Robin dengan tatapan khawatir. aku memberi kode dan Robin langsung diam, Sara mencoba menenangkan Fay dan membuatnya melupakan kekhawatirannya.


" Nana, kamu tetap disini dan jaga mereka! sebentar lagi anak buah Leo datang dan membantu!" ucapku dan berlalu mendekat ke arah Fay. dia menatapku bingung, aku menangkup wajahnya dan menciun keningnya lembut.


" aku harus menyelesaikan masalahku! kamu disini dan tunggu aku pulang!" ucapku sembari mengelus wajah cantiknya, dia masih menatapku khawatir dan aku berusaha menghapus ke khawatiran itu.

__ADS_1


" tapi.."


__ADS_2