
Jade kembali dengan hibernasinya, sedangkan Zen segera menuju ke kantor. hari ini akan menjadi sangat panjang hingga...
" wah, Robin ini sangat indah!" suara seorang wanita menggema diseluruh rumah.
" haha, ini bukan rumahku" Robin menyentuh lembut ujung hidung wanita itu.
" eh, tapi kamu tetap tinggal disini bukan_-"
" hm, duduklah dulu. aku akan mengganti pakaianku!" Robin berjalan menuju ke kamarnya, kemudian segera mengganti pakaiannya.
" urgh..berisik!" Jade terbangun dari tidurnya.
" ah" gadis itu terkejut mendapati Jade yang baru terbangun dari tidurnya. dia terkejut mendapati seorang laki-laki tampan yang hanya mengenakan piyama dengan motif galaksi yang kebesaran.
" hei, siapa kamu?" Jade langsung berdiri dan menhan pergerakan wanita itu dari belakang.
" ah, a..aku.." Wanita itu tergagap melihat ketampanan Jade.
" katakan!"
" Jade, apa yang ?" Robin terkejut mendapati pacarnya tengah dikunci pergerakannya oleh Jade.
__ADS_1
" Kak, apa kamu mengenalnya?" Jade menatap tajam pada Robin.
" lepaskan dia Jade" Robin segera menghentikan Jade yang menyiksa pacarnya itu.
" hahh..." Jade melepas wanita itu kemudian mendorongnya menjauh.
" aku tidak peduli siapa dia, yang jelas jangan berisik!" Jade berjalan pergi dari ruang tamu menuju ke kamarnya.
" sayang apa kamu baik-baik saja?" Robin mengkhawatirkan pacarnya itu. dia bergegas menghampiri dan menanyakan kondisi pacarnya itu.
" i'm ok!" gadis itu memeluk Robin, tapi matanya terus menatap Jade yang berjalan pergi.
" dia adikku, namanya Jade!" Robin segera mengajak pacarnya itu untuk duduk dan membawakannya minum.
" dia sangat manis" gadis itu tersenyum.
" ya, kamu benar" Robin mengusap lembut kepala gadis itu.
berjam-jam telah berlalu, kini sudah pukul 6 PM dan Zen belum kembali dari kantor.
" urgh..aku lapar" Jade berjalan turun dari kamarnya menuju ke dapur. saat dia turun melewati tangga spiral dan berjalan melalui ruang tamu, dia melihat Robin dan gadis tadi siang tengah berciuman disana.
__ADS_1
" yakk, menjijikan " Jade langsung berlari menuju ke dapur.
" ah, tidak ada apapun disini π_π" Jade mencari bahan makanan di lemari es kemudian memasak sedikit makan malam untuk dirinya sendiri.
beberapa lama kemudian sepiring Steak, pasta, onion ring, burger, fish and chip, dan beberapa hidangan manis, puding mangga, chese cake, Churro, ice krim, dan segelas susu Vanilla.
"hahh, selesai!" Jade menelfon Zen yang kini masih berada di kantor. Zen bilang dia sudah tiba didepan rumah, dan baru saja ingin masuk.
Jade langsung saja menyantap makan malamnya tanpa menunggu Robin yang sibuk bermain dengan gadis tadi, sedangkan Zen baru akan masuk ke dalam rumah.
" ups, maaf mengganggu" Zen bergegas menuju ke dapur begitu melihat Robin dan pacarnya tengah bermesraan diruang tamu.
" oh ya, kalau bisa jangan diruang tamu" Zen menghentikan langkahnya sebelum kakinya melangkah masuk menuju ke dapur.
" Jade?" Zen terkejut mendapati Jade yang tengah asik menyantap makanan yang ada dimeja makan.
"kenapa kamu baru pulang, aku belum makan dari pagi!" celetuknya denga penuh rasa kesal.
" lalu dari mana makanan ini berasal?" Zen masih terpukau mendapati meja makan yang penuh dengan berbagai jenis hidangan , mulai dari makanan ringan, fast food, dan dessert semuanya tersedia.
" aku yang membuatnya" Jade masih fokus dengan segala hidangan yang menanti dirinya itu.
__ADS_1