School Lifes

School Lifes
Episode 34


__ADS_3

YAYYY!!


HORE!!!!


HIDUP KETUA!!!


PESTA!!!!


" BAIK!!!"


seketika semua bawahannya langsung bergegas menyiapkan pesta untuk menyambut kedatangan Jade, sedangkan Jade kini tengah menanti pesta selesai disiapkan sembari menunggu diruang istirahat miliknya.


" apa yang sedang kamu lakukan,JD Kecil?" tanya Leo seketika memecah lamunan Jade. Jade mengalihkan pandangannya dan menatap lembut pada Leo yang berdiri didepan pintu ruangan pribadinya.


" hanya teringat akan Mama dan Lia!"


Leo melangahkan kakinya masuk dan menarik kursi belajar milik Jade, dibawanya kursi itu kedepan ranjang Jade kemudian mendudukkan dirinya didepan Jade. Jade hanya menatap lembut pada Leo sedangkan Leo menatap sendu pada Jade.


Leo sangat mengerti perasaan Jade, walau terlihat sangat kokoh Jade sangat rapuh. layaknya karang yang tidak akan hancur diterjang ombak, akan tetapi dari dalam air telah mengikis dan menghancurkannya. Jade mengalihkan pandangannya dan menatap jendela yang tidak jauh dari sana.


kamar dengan nuansa hitam dan abu-abu yang sangat minimalis dan maskulin membuat kamar itu terlihat sangat indah dengan cahaya matahari yang masuk dan menghangatkan ruangan itu. Leo mengukir senyumnya begitu mendapati Jade tersenyum saat menatap sinar mentari dari jendela.


Leo mengusap lembut rambut Jade, sedangkan Jade hanya tersenyum. Leo berjalan menjauh menuju ke pintu kemudian melanjutkan pekerjaannya dan mengawasi anak buahnya, Jade menatap sendu pada kepergian Leo yang kini  menjauh dari kamarnya.


DRR DRRR

__ADS_1


suara ponsel mengalihkan Jade dari lamunannya, diangkatnya panggilan itu dan didapatinya kalau Zen yang tengah mencari dirinya. Zen hanya mencari Jade karena di mansion tidak ada orang, dia khawatir kalau terjadi sesuatu dengan Jade.


Jade langsung menutup panggilannya dan melangkahkan kakinya keluar\, sebelumnya dipakainya jaket kulit berwarna hitam dengan tulisan **Leader **dengan lambang The Blood Devil kemudian dilangkahkan kakinya keluar.


" KETUA!!"


sambut semua anggotanya dengan hormat. Jade hanya melangkahkan kakinya dan berjalan menuju ke singgasana miliknya, ditatapnya semua bawahannya yang tengah sibuk mempersiapkan pesta penyambutan untuk dirinya. baik itu laki-laki, perempuan, tua, muda semuanya saling tolong menolong dan membantu menyiapkan pesta itu.


" baiklah semuanya! sekarang kita mulai saja pestanya!!!" seru Jade sembari mengangkat segelas soda. semuanya langsung bersorak riang sembari mengangkat segesal birr dan anggur, simpanan pribadi milik Jade.


pesta berlangsung dengan meriah, Jade hanya bisa tersenyum melihat anak buahnya tengah bersenang-senang. Leo sibuk menggoda beberapa anak buahnya, sedangkan gadis-gadis yang digoda hanya mengiyakan dan tergila-gila dengan Leo.


" hahh..." Jade memandang langit-langit ruangan itu kemudian menghela nafas panjang. dia sudah lelah, ingin rasanya jatuh dari jurang dan mengakhiri semua penderitaanya ini.


kalau dia mati, apa ada yang akan memperdulikannya? kalau saja dia menghilang apa ada yang akan mencarinya? andai saja waktu itu Lia dan Mamanya tidak mengalami kecelakaan maka dia tidak akan pernah menderita seperti ini! mereka bertiga akan hidup dengan bahagia, bergelimang harta dan dipenuhi dengan kebahagiaan dan keamaanan!


tidak akan pernah ada kesedihan, hanya ada kebahagiaan. Jade tidak akan pernah membiarkan orang yang dia cintai menderita. karenanya kali ini dia pasti akan melindungi Robin, Sara, Zen, dan Leo!  Jade tidak akan pernah membiarkan mereka menderita. biar saja dirinya dalam kesedihan dan penderitaan, lebih baik seperti itu daripada orang-orang tercintanya menderita.


" Huaahhhh!!!!!"


Jade terbangun dari tidurnya, dia mulai membuka matanya dengan perlahan dan mencoba menyesuaikan matanya dengan sinar mentari. direnganggakan otot tubuhnya, ditatapnya pemandangan sekitar dan didapati dirinya masih berada diruang pesta. semua anak buahnya sudah tumbang karena terlalu banyak minum, sedangkan Leo terlihat tengah tidur dalam damai dengan lantai sebagai alasnya.


" urgh..."


Jade memegang kepalanya yang terasa agak pusing. dipijatnya pangkat hidung dan pelipisnya agar rasa sakitnya sedikit berkurang, diangkatlah tubuhnya dari kursi kemudian dilangkahkan kakinya menuju ke kamarnya. Jade merebahkan tubuhnya ke atas ranjang kemudian kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


dipejamkan matanya dan dibawalah angannya menuju ke alam mimpi, dimana sosok Jade yang selalu dhantui dengan masa lalunya yang penuh dengan kegelapan. entah kesalahan apa yang dia buat sehingga takdir memutuskan untuk memberikannya begitu banyak cobaan dalam hidupnya.


sekarang baru pukul 12:00 dan Jade sudah bangun dari tidurnya, perutnya sudah demo meminta makan sejak tadi dan dimarkas masih belum ada makanan karena semua orang masih terlelap dalam tidurnya. Jade kini sedang berada diparkiran basement dimana banyak dari koleksi rampasan hasil balapannya tersimpan dimarkas ini.


Jade melangkahkan kakinya dan mengitari seluruh garasi hingga dia menemukan sebuah motor yang sangat cantik. sebuah motor milik BMW dengan Type S1000RR, berwarna hitam sudah terparkis dengan sangat anggun didepan sana.


diamati motor itu lekat-lekat kemudian dinyalakannya motor itu dengan perlahan, diperiksa mesinnya hanya dengan mendengar suara knalpotnya. dinaikilah motor itu kemudian dibawanya keluar dari markas untuk mencari makan siang + sarapan paginya.


dilajukannya motor itu hingga menuju ke sebuah cafe yang berada dipusat kota, cafe itu tampak sangat ramai dan sibuk. Jade melangkahkan kakinya masuk, ketika pintu dibuka denting bell langsung menyambutnya. wangi coffe yang masih hangat memenuhi indra penciumannya.


dilangkahkan kakinya dan didudukkan tubuhnya ke salah satu meja yang ada disudut ruangan. dilayangkan pandangannya dan dicarinya sosok pelayan wanita yang sudah sering ditemuinya selama 2 bulan ini. setelah menemukan sosok yang dia cari, langsung saja Jade melambaikan tangannya dan pelayan itu langsung menghampirinya.


" Jade!!" gadis itu langsung memeluk Jade tanpa banyak bicara, ya ini sudah hampir 2 minggu Jade tidak mengunjunginya. Jade hanya terkekeh sembari memeluk balas gadis manis itu.


" bagaimana kabarmu, Fay?" tanya Jade lembut sembari mengacak gemas rambut panjang gadis itu. gadis itu membenarkan posisi duduknya kemudian mendengus kesal pada Jade, dia menyodorkan menu dan Jade langsung menerima dan meilih makan siangnya ahri ini.


~~//


ya, gadis itu adalah !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


** Fanny Laura Maxxist. gadis berumur 16 tahun\, dengan darah Asia ( jepang ) dan eropa yang mengalir dalam dirinya . rambut berwarna hitam dengan iris biru yang mengiasi matanya membuat siapapun yang memandangnya menjadi tenang.


~~//


" aku mau soda satu dan Steak sapi satu, juga pancake dan cheescake!" seru Jade dan membuat gadis yang diketahui bernama Fay ini sangat senang dan langsung mengukir senyumnya. Fay a.k.a Fanny langsung mengangkat tubuhnya kemudian memberikan penghormatan layaknya pelayan kerajaan kemudian segera melangkahkan kakinya dan mengambil makanan yang dipesan oleh Jade.

__ADS_1


kenapa Fay senang?


ya, karena Pancake dan Cheescake itu akan menjadi milkinya, Jade memang sering melakukan hal itu untuk sang pujaan hati. walau harus keluar uang yang penting pujaan hati senang, ya setidaknya begitulah pikirnya.


__ADS_2