
" dan misi itu adalah, kalian harus membuat sebuah pesta yang meriah untuk menyambut kepulanganku!!!"
YAYYY!!
HORE!!!!
HIDUP KETUA!!!
PESTA!!!!
" BAIK!!!"
seketika semua bawahannya langsung bergegas menyiapkan pesta untuk menyambut kedatangan Jade, sedangkan Jade kini tengah menanti pesta selesai disiapkan sembari menunggu diruang istirahat miliknya.
__ADS_1
" apa yang sedang kamu lakukan,JD Kecil?" tanya Leo seketika memecah lamunan Jade. Jade mengalihkan pandangannya dan menatap lembut pada Leo yang berdiri didepan pintu ruangan pribadinya.
" hanya teringat akan Mama dan Lia!"
Leo melangahkan kakinya masuk dan menarik kursi belajar milik Jade, dibawanya kursi itu kedepan ranjang Jade kemudian mendudukkan dirinya didepan Jade. Jade hanya menatap lembut pada Leo sedangkan Leo menatap sendu pada Jade.
Leo sangat mengerti perasaan Jade, walau terlihat sangat kokoh Jade sangat rapuh. layaknya karang yang tidak akan hancur diterjang ombak, akan tetapi dari dalam air telah mengikis dan menghancurkannya. Jade mengalihkan pandangannya dan menatap jendela yang tidak jauh dari sana.
kamar dengan nuansa hitam dan abu-abu yang sangat minimalis dan maskulin membuat kamar itu terlihat sangat indah dengan cahaya matahari yang masuk dan menghangatkan ruangan itu. Leo mengukir senyumnya begitu mendapati Jade tersenyum saat menatap sinar mentari dari jendela.
DRR DRRR
suara ponsel mengalihkan Jade dari lamunannya, diangkatnya panggilan itu dan didapatinya kalau Zen yang tengah mencari dirinya. Zen hanya mencari Jade karena di mansion tidak ada orang, dia khawatir kalau terjadi sesuatu dengan Jade.
__ADS_1
Jade langsung menutup panggilannya dan melangkahkan kakinya keluar\, sebelumnya dipakainya jaket kulit berwarna hitam dengan tulisan **Leader **dengan lambang The Blood Devil kemudian dilangkahkan kakinya keluar.
" KETUA!!"
sambut semua anggotanya dengan hormat. Jade hanya melangkahkan kakinya dan berjalan menuju ke singgasana miliknya, ditatapnya semua bawahannya yang tengah sibuk mempersiapkan pesta penyambutan untuk dirinya. baik itu laki-laki, perempuan, tua, muda semuanya saling tolong menolong dan membantu menyiapkan pesta itu.
" baiklah semuanya! sekarang kita mulai saja pestanya!!!" seru Jade sembari mengangkat segelas soda. semuanya langsung bersorak riang sembari mengangkat segesal birr dan anggur, simpanan pribadi milik Jade.
pesta berlangsung dengan meriah, Jade hanya bisa tersenyum melihat anak buahnya tengah bersenang-senang. Leo sibuk menggoda beberapa anak buahnya, sedangkan gadis-gadis yang digoda hanya mengiyakan dan tergila-gila dengan Leo.
" hahh..." Jade memandang langit-langit ruangan itu kemudian menghela nafas panjang. dia sudah lelah, ingin rasanya jatuh dari jurang dan mengakhiri semua penderitaanya ini.
kalau dia mati, apa ada yang akan memperdulikannya? kalau saja dia menghilang apa ada yang akan mencarinya? andai saja waktu itu Lia dan Mamanya tidak mengalami kecelakaan maka dia tidak akan pernah menderita seperti ini! mereka bertiga akan hidup dengan bahagia, bergelimang harta dan dipenuhi dengan kebahagiaan dan keamaanan!
__ADS_1
tidak akan pernah ada kesedihan, hanya ada kebahagiaan. Jade tidak akan pernah membiarkan orang yang dia cintai menderita. karenanya kali ini dia pasti akan melindungi Robin, Sara, Zen, dan Leo! Jade tidak akan pernah membiarkan mereka menderita. biar saja dirinya dalam kesedihan dan penderitaan, lebih baik seperti itu daripada orang-orang tercintanya menderita.