
Zen akhirnya membuat semua yang diminta oleh Jade, dan Robin menikmati semua hidangan itu. ya, sudah cukup lama mereka bertiga tidak makan bersama.
" hm, yummy!" Robin menikmati setiap kunyahannya setiap bumbu, setiap rasa, semuanya benar-benar dinikmati dengan khidmat.
" haha, syukurlah kamu suka!" Zen membersihkan beberapa piring yang kosong kemudian mencucinya. Jade hanya fokus dengan ponsel yang ada di tangannya, piringnya masih sangat penuh, dia baru memakan beberapa suap.
" hahh.." Robin mengambil ponsel milik Jade, Jade yang kesal akhirnya menyantap makanannya kemudian mengambil kembali ponselnya.
" jade!" Jade hanya mengangkat kepalanya kemudian kembali fokus dengan ponselnya.
" apa kamu tidak mau kembali ke sekolah?" Robin memainkan kue yang ada di piringnya, Jade terkejut mendengar perkataan Robin.
" memangnya kenapa dengan sekolahmu?" Jade tidak bertanya kenapa dia ingin Jade sekolah, Robin tahu kalau Jade sudah sejak lama menyelesaikan studynya.
__ADS_1
" membosankan" Robin mulai menyantap kembali cake coklat yang ada didepannya.
" haha, kalau begitu kenapa kamu tidak cari pacar saja?" Jade menatap Robin dengan tatapan yang tidak menyenangankan, seakan dia tengah membully Robin.
" ehh...." Robin sangat terkejut mendengar kata-kata Jade, dia bahkan hampir tersedak.
" haha, carilah gadis yang baik!" Jade beranjak pergi dari ruang makan dan pergi menuju ke ruang tamu. dia menyalakan video game miliknya kemudian bermain sepanjang malam.
Robin hanya berdecak kesal melihat tingkah Jade, sedangkan Zen hanya terkekeh melihat tingkah kedua makhluk absurb itu. Robin tambah kesal ketika Zen menertawai mereka. Robin memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan mengerjakan tugasnya.
" hm.." Jade menggeser posisinya kemudian memberikan konsol lainnya pada Zen. mereka akhirnya bermain sepanjang malam hingga Zen terlelap lebih dahulu dibanding Jade.
" hahh, bukankah seharusnya kamu yang masih bangun?" Jade mengambil selimut yang memang sudah dia siapkan sebelumnya kemudian menyelimuti Zen.
__ADS_1
" argh, saatnya tidur!" Jade akhirnya pergi menuju ke kamarnya, saat dia hampir memasuki kamarnya dia melihat kamar Robin masih terbuka.
" apa kamu belum tidur?" Jade mengintip dari celah pintu yang ada, dia menatap Robin yang tengah serius dalam belajar.
" ah, kamu juga belum tidur?" Robin terkejut mendapati keberadaan Jade.
" hehe, bukankah aku sudah biasa tidak tidur?" Jade masuk kedalam dan duduk ditepi ranjang king size milik robin. dia mengamati seluruh penjuru kamar itu, ya semuanya bernuansa hitam putih. kamar itu terlihat sangat maskulin dan cool. rak buku berjajar dengan rapi disudut ruangan, meja belajar dan meja komputer berada disebelahnya. ranjang king size yang berseberangan dengan jendela terletak ditengah sudut ruangan.
" hahh...tidurlah!" Jade bangun dan menutup buku tugas milik Robin. dia menarik Robin dari kursinya dan membawanya menuju ke ranjang.
" selamat tidur, Robin" jade keluar dari kamar Robin kemudian bergegas masuk ke kamarnya.
" lia.." Ya, seperti biasa seberlum tidur Jade selalu mengingat kembali tentang adik kecilnya itu, kadang terbesit ingatan yang menyenangkan dan kadang terbesit kenangan yang menyedihkan. dia hanya berharap adiknya tenang disana.
__ADS_1
" selamat malam, lia!" jade menatap ke arah Jendela, disana bulan tengah mengintip dirinya yang terlelap. Jade tersenyum pada bulan, angin malam yang menerpa pepohonan menjadi lagu nina bobo untuk dirinya. Jade kini telah terlelap, keindahan malam yang menjadikan dirinya penuh akan kedamaian.