School Lifes

School Lifes
Episode 50


__ADS_3

setelah selesai belanja mereka pergi menuju ke parkiran basement. mereka bercanda sambil tertawa ria menikmati perjalanan mereka menuju ke basement.


setibanya diparkiran basement mereka dikejutkan dengan seorang gadis yang tiba-tiba menabrak Jade.


" Ouch..." Jade mengerang kesakitan, tubuhnya terhempas ketanah karena seseorang menabraknya.


Jade mencoba mengangkat tubuhnya namun ada sesuatu yang berat diatas tubuhnya. Jade mendongakkan kepalanya dan mendapati seorang gadis berada didepannya, wajah mereka sangat dekat hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Jade bisa merasakan nafas gadis itu menyentuh kulit wajahnya dengan lembut, manik matanya bertemu dengan iris yang seindah batu shapihe.


"ah!" Gadis itu kembali dengan fokusnya, dia langsung mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Jade dan memperbaiki posisinya. Jade berdiri tidak lama setelah gadis itu berdiri, dia mengusap dan membersihkan celananya yang kotor dengan tanah.


" maaf, apa kamu terluka?" gadis itu nampak khawatir, dia menggigit ujung kukunya, sedangkan tubuhnya gemetar.

__ADS_1


" aku tidak apa, lain kali berhati-hatilah gadis bodoh!" Jade mengusap lembut kepala gadis itu. gadis itu hanya terpaku sembari Jade dan yang lain melewatinya.


mereka bergegas pergi dan melajukan mobilnya menuju ke sekolah Robin. Sara terkejut mendapati Gedung sekolah Robin yang amat megah dan besar. Zen dan Jade mengerti ekspresi itu, Zen memang berencana untuk mendaftarkan Sara disekolah ini, hanya tinggal menunggu keputusan dari Jade.


tidak lama setelah itu Robin tiba dengan beberapa temannya, mereka menyapa Zen dan yang lainnya.


" apa kalian tidak mau mampir?"Jade menawarkan, dia melihat Robin sangat bahagia bersama mereka.


mereka akhirnya sepakat untuk mampir ke kediaman Jade, setibanya di mansion teman-teman Robin sangat terkejut dengan mansion besar nan indah yang mereka dapati.


" wowww, apa ini rumah kalian?" salah seorang teman Robin, Alex sangat terpesona dengan bangunan itu. dia tidak henti-henti melayangkan pandangannya keseluruh penjuru bangunan.

__ADS_1


semua yang melihat tingkah Alex hanya tertawa dan menggeleng, memang apa bagusnya mansion ini. jika dibandingkan dengan mansion Jade lainnya, ini adalah mansion yang paling kecil. luasnya mungkin hanya 20 X 20 km persegi.


" ayo masuk!" Jade memutar knop pintu dan membuka pintu besar nan kokoh itu, semuanya terpesona melihat keindahan interior dari mansion itu. Zen mempersilahkan tamu-tamunya untuk duduk dan menemani mereka, Robin pergi ke atas untuk mengganti pakaian, Jade dan Sara pergi ke dapur untuk membawakan cemilan dan air.


Jade membuat limun dan mengambil pai apel yang ada di lemari es kemudian menghangatkannya di oven. Sara membantu Jade mengiris lemon dan memerasnya.


" Sara bisa kamu bawakan ini ke depan!" jade memberikan nampan penuh dengan limun dan pai, sedangkan Jade kembali fokus dengan acara memasaknya. ya dia harus membuat makan malam.


Sara membawa nampan itu kemudian menyajikannya kepada para tamu, setelahnya dia mengembalikan nampan itu ke dapur dan kembali ke kamarnya untuk bersih-bersih.


Zen dan Robin kini tengah asik bercengkrama dengan tamu mereka, mereka tidak sadar kalau ini sudah masuk waktunya makan malam.

__ADS_1


" Semuanya waktunya makan malam!" Jade datang dari dapur dan memanggil semua orang, teman-teman Robin terkejut ini sudah memasuki waktu makan malam.


__ADS_2