School Lifes

School Lifes
Episode 29


__ADS_3

" kak, dimana Jade?" tanya Sara yang membuat Robin teringat kalau Zen belum menjawab pertanyaannya tadi.


" ya benar, dimana bocah itu?" tanya Robin dengan nada kesal, Zen belum menjawab pertanyaannya tadi, dan kini Sara bahkan menanyakan pertanyaan yang sama dengannya.


" Jade ada urusan, jadi dia tidak bisa pulang untuk beberapa hari kedepan!" jawab Zen sambil menatap tajam pada Robin. segera menyadari maksud tatapan itu Robin langsung membungkan mulutnya dan tidak berniat membahas topik itu.


" oh ya Robin. mulai hari ini Sara akan bersekolah di STAR, jadi tolong jaga dia!" Zen menghentikan mobil milknya di tengah lapangan sekolah membuat semua orang langsung mengalihkan perhatian mereka ke mobil itu. hal ini memang sudah biasa bagi zen membawa masuk mobilnya ke lapangan tengah, dan hal ini juga memberi kesan lebih untuk Robin yang bisa dikatakan salah satu Most Wanted di STAR.


kali ini Robin turun lebih dulu di ikuti dengan Sara dibelakangnya. Sara hari ini berpenampilan sederhana, hanya sebuah seragam, dengan stoking setinggi lutut, kemudian make up tipis dan natural, dan juga Sneakers yang sesuai dengan seragamnya.


kyaa, lihat siapa itu yang bersama Robin


**kyaa\, pangeranku! **


nikahi aku, Robin>~<


wah, dia cantik!!


cih, gadis itu menggangu pemandangan.


dasar fans gila _-


apa sih bagusnya si Robin?


kyaa, pangeran!!


ketika robin dan Sara keluar, mereka langsung disambut dengan berbagai sorakan dari siswa dan siswi STAR. ada yang memuji, ada yang iri, ada yang suka, ada yang benci, dan banyak lagi. akan tetapi mereka berdua hanya memasang muka datar dan dingin, tidak ingin memeperdulikan semua sorakan yang tidak jelas itu.


Robin mengantar Sara menuju ke ruang kepala sekolah. setelah mencari kelas Sara, dan ternyata Sara satu kelas dengan Robin. akhirnya mereka melangkahkan kaki mereka menuju ke kelas. setibanya didepan Kelas, sudah ada walikelas mereka yang menyambut kedatangan Sara.


sedangkan disisi lain, Jade disambut dengan kedatangan Zen. Zen terkejut mendapati tuan mudanya itu tengah bekerja, rasanya bagaikan sebuah mimpi melihat Jade yang tengah duduk di meja kerja miliknya ditemani dengan segunung berkas dan jari jemari yang terus menari di atas keybord.


Zen kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok sekertari yang biasa ada disana, dan membantu Jade menyelesaikan pekerjaannya. Zen terus mengedarkan pandangannya namun, NIHIL. dia tidak menemukan keberadaan sekertaris kesyangannya itu.


" Jade!" Robin menurunkan beberapa tumpuk berkas yang menghalangi pandangannya pada Jade. Jade hanya mendongak sebenatar kemudian mengembalikan fokusnya pada berkas -berkas itu.

__ADS_1


" hahhhh, dimana Nana?" tanyanya setelah menghela nafas dengan kasar. Zen kembali melayangkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan.


" kak Nana tidur ditempatku. jangan ganggu dia, biakan dia beristirahat!" Zen langsung berlari menuju ke ruang istirahat milik Jade, dan dia terkejut mendapati Nana yang masih terlelap dalam tidurnya. Zen menyingkirkan anak rambut yang menutupi kecantikan dari sang sekertaris sekaligus..uhm...pujaan hati Zen.


" kenapa Nana tidur disini?" tanya Zen sambil menatap mata Jade dengan tajam, Zen menatap intens manik cokelat yang kini tengah mendongak menatap dirinya.


" semalam aku meminta kak Nana untuk menemaniku lembur!!" sahut Jade dengan santainya, dia hanya tersenyum sesaat kemudian mengembalikan fokusnya pada ratusan berkas yang tengah menunggunya.


" kapan kamu akan pulang?" Zen mengubah topik pembicaraan mereka. seketika Jade menoleh ke arah Zen, dia terkejut dengan pertanyaan Zen.


pulang?


kenapa aku harus kembali?


dimana aku akan kembali?


Jade menatap bingung pada Zen. batinnya terus berperang dengan akalnya. ya, dia ingin pulang tapi, dia tidak ingin kembali dengan emosi yang masih meledak-ledak.


" hahhh, aku mau disini dulu! mungkin akan merepotkan kak Nana untuk beberapa lama, tidak masalah bukan?" Jade menorehkan senyumnya pada Zen. Zen hanya mengangguk, ya walau dia tidak mau sang kekasih harus berada di kantor seharian tapi, itu lebih baik di banding Jade yang pergi dan menggila.


" TIDAK!!!" Jade sontak berteriak melihat benda terkutuk itu,Zen hanya terkekeh dan menggoda Jade yang sangat takut dengan stempel itu. ya, benda itu pernah membuat Jade harus duduk didepan meja selama beberapa bulan tanpa makan dan tidur.


~~


Zen: alayy lu thor :V


Author: biarin_-


~~


" urgh, berisik" Nana yang terbangun mendengar teriakan Jade membuatnya terpaksa melempar bantal ke arah Jade. Jade menerima lemparan itu dengan senang hati, dia menikmati bantal yang empuk itu menampar wajahnya.


saat bantal itu mendarat di wajah Jade, Zen langsung menarik bantal itu kembali dan melempar stempel terkutuk milik Jade.


" tidak! my baby, come on. come back with papa!!" Jade mencoba meraih bantal itu dari Zen, terjadi sedikit pertempuran panas antara mereka, hingga Nana melerai mereka berdua.

__ADS_1


" sampai jumpa, JD Kecil!" Zen menarik lengan Nana kemudian membawanya keluar, sedangkan Jade kini sibuk menyumpahi Zen dan Nana dengan segudang sumpah serapah yang dirapal oleh bibirnya.


Zen membawa Nana pergi keluar, dia segera membawa Nana ke parkiran basement dimana mobilnya sudah menunggu mereka. Zen membawa Nana pergi ke appartemen milik Nana, memintanya mandi sedangkan dirinya membuat sarapan untuk Nana.


selepas mandi dan sarapan, Zen membawa Nana ke mobilnya kemudian mengajaknya pergi ke taman bermain.


Zen dan Nana menghabiskan hari untuk berkencan , sedangkan Jade? ya, dia juga tengah berkencan. kencan dengan berkas dan rapat :)


~~


Jade: thor, cariin gue pacar dong →_→


Author: lah, nanti lu gak jomblo dong!!


Jade: biarlah, sekali-kali biar ngak kek lu, tiap malem ncan ama laptop


Author: ok, jangan nyesel ya~_~


Jade: ngapain juga gue nyesel, yang penting gue bisa jauh-jauh dari ni kertas ama laptop ^.^


~~


ya, kini sudah masuk waktu makan malam. Jade membuka lemari es yang ada di kantornya, namun Jade tidak menemukan apapun di dalamnya. Jade akhirnya memutuskan untuk pergi keluar, sebelumnya dia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.


"ah, aku memang sangat tampan!" kata-kata Narsis untuk pertama kalinya keluar dari mulut Jade. kini dirinya tengah berdiri di depan kaca dan menatap dirinya yang terbalut dengan kaos panjang agak kebesaran berwarna hitam, jeans hitam, dan sneakers putih


~


Jade: oh my, aku tidak percaya dengan apa yang aku katakan_-


Author: udah lakuin aja daripada gue usir dari ni novel! :)


Jade: *~*


~~

__ADS_1


__ADS_2