School Lifes

School Lifes
Episode 4


__ADS_3

setelah perdebatan panjang dengan pihak osis, akhirnya Jade dan yang lainnya berhasil membujuk pihak osis. akan tetapi masalah tidak berakhir begitu saja, pihak osis setuju dengan syarat bahwa kelas yang mendapat tema Cafe mau bertukar secara adil dan jujur dengan pihak Jade.


saat itulah masalah baru muncul. saat itu Nathan bilang bahwa kelas yang kali ini dapat tema Cafe adalah kelas 10-C, itu adalah kelas salah satu fans berat Jade. sementara Nathan dan Robin berpikir bagaimana mereka menjalankan rencana mereka, Jade kembali tidur dipunggung Robin. setelah berpikir cukup lama, Nathan dan Robin memutuskan untuk menunda misi hingga esok hari. Nathan dan Robin kemudian mengantar Jade kembali ke rumahnya. setibanya dirumah Jade, Camelia belum tiba dirumah, akhirnya Nathan kembali dan Robin masih menemani Jade dirumahnya.


07:00 PM


" aku pulang!" Camelia membuka pintu


" kamu sudah kembali, Lia! syukurlah" kata Robin


" eh, kak Robin? kenapa kakak disini?" tanya Camelia


" kamu belum pulang sejak tadi, aku tidak tega meninggalkan Jade sendiri!" jawab Robin


" oh, apa kakak mau makan malam dengan kami?" tanya Camelia


" ah, itu tidak perlu! Mama dan Papa pasti sudah menungguku" seru Robin


" hm, bukan masalah besar!" jawab Camelia


" kalau begitu aku kembali ke appartementku!" kata Robin sambil mengikat tali sepatunya


" hm" jawab Camelia yang mengantar Robin keluar


setelah Robin pulang, Camelia pergi membangunkan Jade kemudian pergi menyiapkan makan malam. saat makan malam


" kenapa kamu pulang telat?" tanya Jade


" ah, bagaimana kakak tahu?" tanya Camelia


" bukankah kamu tahu kalau aku sangat sensitif dengan suara?" ejek Jade


" hm, aku tahu! maaf, aku pergi ke perpustakaan dulu! " jawab Camelia


" hng.." Jade hanya mengangguk


suasana dimeja makan kembali bisu yang terdengar hanya ketukan sendok yang menari-nari diatas piring. selepas makan malam Camelia meminta bantuan kakaknya menyelesaikan tugasnya. dia bilang bulan ini dia akan mengikuti olimpiade Sains di Jepang. akhinrya jade membantu Camelia belajar, dia akan memberikan pelajaran tambahan secara intensif selama seminggu penuh sebelum Olimpade diadakan. dan untuk beberapa hari ini dia akan sangat sibuk. Jade bahkan memundurkan jam kerjanya demi adik kecilnya itu.


" kak, bagaimana untuk soal ini?" tanya Camelia


" itu menggunakan PRINSIP HUKUM KEKEKALAN ENERGI DAN MASSA milik ALBERT EINSTEIN! " jawab Jade sambil menekankan beberapa kata


"apa kamu tahu bagaimana prinsipnya?" tanya Jade


" hm, HUKUM KEKELAN ENERGI DAN MASSA : DENGAN RUMUS ( E=MC2 ) MENUNJUKKAN BAHWA  JUMLAH MAKSIMUM SUATU ENERGI DAPAT DIPEROLEH DARI YANG MELAKUKAN GERAK AKTIF ADALAH MASSA OBJEK DIKUADRAATKAN DENGAN LAJU CAHAYA. " jawab Camelia

__ADS_1


" bagus, sekarang kerjakan dari sebelah sini lebih dulu, kemudian.." Jade yang belum menyelesaikan ucapannya langsung dipotong oleh Camelia


" hm, aku tahu! setelah diuraikan kemudian dimasukkan dan dikerjakan dengan rumus ini bukan?" ejek Camelia


" hahh, kamu ini benar-benar!" kata Jade sambil mengelus kepala adik kecilnya itu


sementara Camelia mengerjakan soal-soal, Jade memilih untuk menyelesaikan pekerjaanya walau terkadang ditengah konsentrasinya dipecah oleh Camelia yang menanyakan beberapa soal, akan tetapi itu tidak membuat Jade kesal ataupun marah. Jade tetap melayani adikknya dengan sabar. hingga larut malam saat itu jam menunjukkan pukul 10:00 PM, jade baru menyelesaikan 3/4 dari seluruh pekerjaannya. Camelia masih fokus mengerjakan soal-soal dari buku yang baru dibelinya tadi sore, dan Jade hampir selesai mengerjakan semua pekerjaanya, hingga pukul 10:30 PM..


" kucing kecil, saatnya tidur!" kata Jade yang mengambil buku yang tengah dikerjakan Camelia


" eh, ini masih belum larut!" kata Camelia


" hn.." Jade menunjuk Jam dinding dengan tangganya


" ah, ini sudah larut!" Camelia segera membereskan buku-bukunya kemudian pergi ke kamarnya dan tidur, saat dia akan masuk ke kamar,,


" eh, kakak tidak tidur?" tanya Camelia


" sebentar lagi kakak tidur!" jawab Jade tersenyum


" hm, selamat tidur!" kata Camelia


" selamat malam, kucing kecil" jawab Jade


" KYYAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Camelia terkejut melihat Jade yang tidur telanjang dada diruang tamu


" ehm, apa sih?" tanya Jade yang masih memejamkan matanya


" KAKAK APA YANG KAMU LAKUKAN? CEPAT PAKAI BAJU MU KAKAK BODOH!!" teriak Camelia sembari memejamkan matanya dan menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


" eh, baju?" Jade membuka matanya dan melihat tubuhnya


" ah, ma..maaf Lia! " kata Jade yang bergegas mengambil bajunya yang semalam dia buang di meja, kemudian segera memakainya


"aku sudah selesai, kamu bisa membuka matamu!" kata Jade


Camelia mulai membuka matanya perlahan, kemudian dia berjalan mendekati kakak laki-lakinya itu


" kak, kenapa kamu tidak memakai bajumu? kamu bisa masuk angin!" kata Camelia


" haha, maaf-maaf ! tapi, kakak memang tidak pernah tidur dengan memakai pakaian! semalam kakak begadang hingga pagi, akhirnya kakak lelah dan malas kembali ke kamar jadi kakak tidur disini!" jawab Jade


" ya sudah, kakak pergi mandi! aku mau memasak" kata Camelia


" hn.."

__ADS_1


Jade membereskan barang-barangnya kemudian mandi, sementara Camelia memasak. setelah Jade selesai mandi dia membersihkan apartemennya sementara Camelia mandi dan meninggalkan mesin cuci yang tengah mencuci pakaian mereka. setelah membersihkan rumah dan membuang sampah Jade menjemur cucian yang telah dicuci Camelia. setelah menjemur cucian, Jade menyiapkan sarapan yang telah dimasak Camelia


" kucing kecil, saatnya sarapan!" seru Jade dari dapur


" hm, kakak makan duluan saja!" kata Camelia


Jade akhinya menyantap sarapannya lebih dulu, kemudian pergi ke sekolah. saat tiba didepan sekolah, seperti biasa keramaian langsung terjadi saat Jade tiba. beberapa lama setelah Jade tiba, Robin tiba disekolah.


" Jade!" sapa robin dengan riang


" ah, Robin?" Jade menengok kearah robin dengan penuh kemalasan


Robin segera menghampiri Jade yang tengah dikerumuni oleh fans-nya. Robin meminta para Fans gila itu menyingkir dari jalannya, dan benar mereka menyingkir dan membukakan jalan untuk Robin. Robin bergegas menghampiri Jade yang terlihat lesu itu. setibanya disamping Jade, Jade langsung menjatuhkan dirinya ke Robin. sontak hal itu membuat para gadis itu menjadi semakin gila. pikiran mesum ditambah pemikiran gila mereka semakin menjadi.


" hahh, bagaimana aku bisa lewat jika kalian menggerumun seperti ini?" tanya Robin


tiba-tiba semuanya langsung menyingkir dari jalan dan membukakan jalan untuk Robin. Robin kemudian bergegas menuju ke kelas, akan tetapi Pak Lee menghadang mereka saat dikoridor. Robin terkejut Pak Lee menghadang mereka, dia pikir bahwa mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian kepala sekolah beberapa waktu lalu. Pak Lee kemudian membawa Robin dan Jade menuju ke ruang kepala sekolah, setibanya disana


" ah, kamu sudah tiba Jade!" seru kepala sekolah terlihat bahagian ditambah dengan gemetaran


" ada masalah apa kepala sekolah mencari Jade sepagi ini?" tanya Robin curiga


" ah, itu..bisakah kalian membantuku?" tanya kepala sekolah


" eh? untuk apa saya dan Jade membantu orang yang telah mengusik kami?" ejek Robin


" Robin jaga kata-kata mu! kepala sekolah tolong maafkan anak ini!" Pak Lee memohon


" Pak Lee, bisakan anda keluar?" tanya kepala sekolah


" ba..baik!" jawab Pak Lee yang kemudian keluar


setelah Pak Lee keluar, Kepala sekolah melanjutkan perbincanganya dengan Robin. akan tetapi sebelum itu Kepala sekolah meminta Robin membangunkan Jade, Robin akhirnya membangunkan Jade. saat Jade terbangun dia marah besar karena menemukan dirinya terbangun diruang kepala sekolah. kepala sekola menarik mundur dirinya perlahan menjauhi Jade, hingga Jade sadar bahwa kepala sekolah ada disana.


" ah, jadi kamu disini Pak tua?" tanya Jade dengan nada ejekkan


" akh, tuan muda! tolong ampuni aku, tolong selamatkan aku! aku punya anak dan istri yang harus dihidupi!" kata kepala sekolah memohon pada Jade


" eh, sepertinya mereka sudah bergerak? " Jade menduga-duga. kemungkinan terbesar mata-mata yang diminta orang tuanya telah melapor, dan membuat orang tuanya turun tangan. Jade pikir hanya mereka yang bisa membuat kepala sekolah turun dari jabatannya.


" haha, ini kesalahanmu mencari masalah denganku! sekarang kamu urus saja masalah ini sendiri" seru Jade yang kemudian beranjak pergi dan menarik Robin keluar dari ruang kepala sekolah. diluar ruang kepala sekolah Pak Lee menyambut mereka diluar pintu dengan penuh kekhawatiran. dia menanyakan banyak pertanyaan dengan penuh kekhwatiran, akan tetapi Jade dan Robin tidak menanggapi pertanyaannya dengan serius. Jade dan Robin beranjak pergi.


" ah, Pak Lee! oh, aku salah! pak kepala sekolah, aku serahkan sisanya pada bapak!" seru Jade


" eh, kepala sekolah?" Pak Lee menoleh ke kanan dan kiri mencari dimana kepala sekolah, tapi tidak ditemukannya

__ADS_1


__ADS_2