School Lifes

School Lifes
Episode 38


__ADS_3

" apa?" ketus Jade sembari menatap garang pada Zen.


Zen mengukir senyum seribu watt kemudian mengangkat tubuhnya dan memeluk Nana. dipeluknya pinggang Nana degan posesif dan membuat Jade memutar bola matanya jengan sedangkan Zen mengukir senyum liciknya.


" minggu depan aku dan Nana akan menikah!" ucap Zen yang langsung membuat Nana dan Jade membatu.


1 detik..


2 detik..


3 detik...


" APA!!????" teriak Nana dan Jade bersamaan.


Zen hanya bisa menutup telinganya dan mengasihani nasib yang terjadi pada telinga indahnya. Jade menatap tajam pada Zen dan Nana, Nana kini masih mencoba mencerna perkataan Zen akan tetapi gagal.


" kak apa maksudmu?" tanya Jade sembari menahan amarahnya.


Zen mengukir senyumnya dan kembali memeluk Nana, kali ini Lehernya yang dipeluk dengan posesif. diciumnya pipi kanan Nana dan Nana hanya bisa membolakan matanya. Jade mantap tajam Zen yang tengah asik bercumbu ria .


" aku sudah bilang bukan, aku akan menikahi Nana minggu depan!"


Jade hanya bisa menggeleng, Zen melepas pelukannya kemudian berjalan ke depan Nana. Zen mengambil sebuah kotak hitam dan berlutut didepan Nana. di bukanya kotak itu dan menampilkan sebuah cincin permata yang sangat indah, disana terhias sebuah berlian yang sangat indah. Nana meletakkan kedua tangannya didepan mulutnya, kini dia ternganga melihat Zen yang tengah melamarnya.


" will you marry me, nana?"


Nana masih ternganga hingga akhirnya Zen mengambil tangan kanan Nana dan menyisipkan cincin indah itu dijari manisnya. Nana membolakan matanya, sebuah kilatan bening nampak indah tengah mengalir disudut matanya.


" i will!" jawab Nana yang membuat Zen mengukir senyumnya.


Zen berdiri kemudian mengangkat Nana ke gendonganya, diangkatnya gadis manis itu dan dia bawa terbang ke udara. Nana benar-benar bahagia saat ini, Jade hanya bisa mengukir senyumnya melihat kebahagiaan kakak angkatanya itu.


Zen menurunkan Nana dan mencium lembut kening gadis manis itu. Jade hanya bisa mengeleng melihat tingkah Zen, akan tetapi dia tidak peduli lagi dengan romansa mereka. Jade sudah memiliki cintanya sendiri, dia memilki Julietnya dan kini kisah cintanya tengah berada dalam perjuangannya.


" baiklah, kalau begitu hari ini kita pulang dan tidur lebih dulu!" rengek Jade yang menganggu momen romantis Zen dan Nana.

__ADS_1


Nana menganguk sedangkan Zen mendengus kesal, moment indahnya harus dihancurkan oleh Jade. Zen melangkahkan kakinya dan menyeret Nana juga Jade menuju ke parkiran bawah.


Jade segera membuka pintu mobilnya duduk dikursi penumpang dan memejamkan matanya. kenapa Jade duduk dikursi penumpang? ya karena dia tidak ingin mengganggu momen indah dari Zen dan Nana. jadi Jade lebih memilih untuk duduk dibelakang dan tidur.


Zen segera melajukan mobilnya menuju ke manison milik Jade. setibanya disana Zen tidak membangunkan Jade dan langsung mengangkat tubuh remaja itu dan membawanya menuju ke kamarnya.


" heh, kapan kamu akan tumbuh besar Jd?" gumam Zen yang mengangkat tubuh Jade. dan bukannya berat yang dia dapat akan tetepi ringan, tubuh Jade memang tidak terlalu berat, ditambah degan tidak makan seminggu membuat Jade menjadi semakin kurus.


" biar saja!" ketus Nana yang mengerti maksud kata-kata Zen.


Zen hanya memasang cengirannya dan menatap Nana degan wajah tanpa dosa. ingin sekali Nana melempar wajah itu dengan karung beras akan tetapi sayang, namanya juaga calon suami, masak ditimpuk pake karung kan sayang?


" hehe, maaf-maaf!"


Jade hanya diam dan sesekali terkekeh melihat canda tawa dan pertengkaran antara Zen dengan Nana. sungguh ini sangat menyenangkan. sekarang mereka berada dalam perjalanan menuju ke Villa milik Jade, semua sudah berakhir, Jade yang memenangkan pertempuran, dan dia juga yang sudah menyadarkan ayahnya.


Jade mendapat apa yang dia inginkan, walau begitu dia tidak bisa membenci ayahnya terlalu lama. Jade meminta maaf pada ayahnya akan tetapi sebagai bukti jika mereka sudah tidak memiliki hubungan, dia membuang marganya.


sekarang tidak ada lagi Jade  criss, yang ada hanya Jade. presdir JD dari JD Grup. hanya itu dan cukup itu, sudah cukup banyak masalah yang dia bawa dan kini sudah saatnya untuk mengakhiri semua ini.


" JADE!!!" teriak Sara, Robin dan Fay bersamaan. mereka berlari dan memeluk Jade yang masih ada digendongan Zen, jelas saja Zen tumbang dan jatuh mencium lantai yang keras itu.


" are you okay, Fay?" tanya Jade terbangun karena benturan, dan  sebuah jitakan medarat dengan mulus diatas kepalanya.


Robin yang menjitaknya dan Sara menatap garang pada Jade dan Fay yang sibuk bermesraan, tanpa mereka sadari kalau Zen dan Nana sudah melenggang pergi menjauh dari mereka berempat. Jade mengelus kepalanya berharap sakitnya akan menghilang dan Fay hanya bisa terkekeh melihat tingkah ketiga berasaudara itu.


" apa hanya Fay yang kamu pedulikan?" tanya Sara galak.


Jade berdiri dan mengerucutkan bibirnya tanda ia kesal, kuberitahu kalian jangan pernah percaya kalau Jade itu sudah dewasa! ya, seberapa bijak dan jeniusnya dia, Jade tidak akan pernah kehilangan sisi kekanakannya itu. dan itu yang membuat semua orang menyayanginya.


sosok yang terlihat imut nan manis itu ternyata bukan orang yang lemah. dia bagai lautan yag jernih nan indah akan tetapi gelombang yang ia hasilkan sangat dahsyat, kedalamannnya sangat dalam dan banyak ikan dan binatang buas yang hidup didalamnya.


" hahh, apa semua sudah selesai Jade?" kali ini Fay yang bertanya. dia sungguh sangat merindukan sosok kekasih tercintanya itu, akan tetapi ada sedikit perasaan khawatir dan cemas melihat sang kekasih kini berantakan dan kurus.


" hm, ini sudah berakhir. dan maaf aku tidak akan pernah bisa memberikan nama Stevens pada mu! aku sudah membuan nama itu sebagai bukti jika konflik ini sudah berakhir!" ucap Jade dengan sendu.

__ADS_1


Fay hanya mengukir senyumnya sebelum dia menarik Jade masuk kedalam pelukannya dan dipeluknya Jade dengan sangat erat, diusapnya punggung lebar itu dan diciumnya kening Jade penuh cinta. Jade mengukir senyumnya lembut dan membalas pelukan Fay, dipeluknya sang kekasih dengan erat, seakan dirinya takut jika Fay akan menghilang.


" semua sudah berakhir sekarang, aku tidak keberatan jika aku tetap memakai maragaku, selama kamu berasamaku, itu sudah cukup!" ucap Fay dalam pelukan Jade.


Jade melepas pelukan itu dan menatap Fay amat dalam, dibawanya tangannya itu menyentuh wajah cantik Fay dan dibelainya dengan lembut. Jade memajukan wajahnya dan mendekatkan dirinya dengan Fay, tangannya sontak memegang tengkuk Fay dan mendorong Fay mendekat padanya. diambilnya bibir merah milik Fay dan dilumatnya dengan pelan, dan penuh sayang.


" will you marry me? Fanny Laura Maxxist?"


sudah 2 minggu berlalu dan sesuai dengan perjanjian. kini upara pernikahan tengah diadakan. sebuah pesta meriah yang digelar oleh Jade disebuah mansion miliknya, pesta yang memiliki tema dengan warna merah itu benar-benar menyihir para tamu undangan dan kolega yang hadir.


mansion megah dengan warna putih itu kini dihiasi dengan tirai-tirai berwarna merah dan bunga mawar merah yang menghiasi setiap inchi dari mansion itu, tidak hanya itu keindahan arsitektur bangunan yang dikombinasikan dengan konsep pesta kebun yang diadakan oleh Jade benar-benar membuat siapapun takjub dengan apa yang mereka lihat.


meja-meja dan kursi yang ditata sedemikian rupa, meja yang penuh dengan berbagai macam hidangan dari berbagai negara. para pelayan yang berkeliaran kesana kemari melayani para tamu undangan dan para koki yang tidak henti memasak membuat pesta ini semakin meriah.


" Robin apa mereka masih lama?" tanya Sarah pada Robin yang tegah duduk didekat altar sembari menikmati secangkir teh hitam miliknya.


hari ini Robin memakai kemeja merah yang dipadukan dengan tuxedo hitam dan dasi kupu-kupu berwarna hitam. rambutnya ditata sedemikian rupa membuat ketampanannya meningkat, dan jangan lupa dengan jam tangan berwarna hitam yang sudah melingar ditangannya dengan indah, dan juga mawar merah yang terselip disaku tuxedonya.


" hm, apa kamu juga ingin pernikahan mewah seperti ini sayang?" tanya Robin yang mencium pipi sarah sekejap.


" dasar Bodoh!!" ucap Sarah yang wajahnya sudah memerah karena malu.


jangan hanya takjub pada Robin, kalian juga harus memandang sarah. gaun berwarna merah dengan kombinasi hitam dan healls yang serasi melilit tubuhnya, rambutnya ditata sedemikian rupa dengan hiasan rambut yang bertatahkan batu berlian. dilehernya tergantung kalung rubi yang menawan dengan sentuhan desainer internasional. polesan make up tipis dan natural memberikan kecantikan yang alami untuk sosoknya


" hei lihat itu pengantinnya!" ucap beberapa tamu yang membuat Robin dan Sarah langsung memalngkan wajah mereka menuju ke arah yang dipandang oleh orang-orang.


ya, disana sudah ada Jade yang berdiri dengan kemeja merah dan Tuxedo hitam dengan kombinasi putih yang melekat indah ditubuhnya. rambutnya dibiarkan berantakan dan menambah kesan tampan dari dirinya. akan tetapi jangan lupakan Fay yang tengah berdiri disamping kanan Nana, dengan short dress berwarna merah dan rambut yang terurai begitu saja, healls yang menempel indah pada kakinya, dan kalung rubi berbentuk hati mengait pada lehernya.


" sepertinya kak Zen sudah menunggumu, kak !" ucap Jade yang langsung mengambil bunga mawar dari saku Robin dan menyelipkannya pada telinga Nana.


ah, Victo lupa dengan tokoh utama hari ini. ya, dia adalah Nana dan Zen yang sudah terlihat cantik dan Tampan dengan gaun pengantin yang membalut tubuh mereka. Nana yang memakai gaun pengantin berwarna hitam dengan kombinasi merah, dengan rambut yang ditata dan sedikit dibiarkan terurai memberikan kesan cantik untuknya, dan Zen yang sudah setia berdiri di altar dengan tuxedo merah dan kemeja hitam yang dia kenakan. rambutnya ditata rapi dan memberikan kesan dewasa untuknya.


" semoga kalian bahagia!" ucap Jade dan Fay bersamaan sebelum melepas Nana dan membiarkan dirinya berjalan sendiri menaiki altar dimana Zen sudah menanti keberadaan dirinya.


upacara suci diadakan dengan para tamu yang memberikan doa dan ucapan selamat pada keduanya mengharap keberkahan dan kebahagiaan untuk Zen dan Nana.

__ADS_1


__ADS_2