
sudah sebulan berlalu dan Jade masih saja belum kembali ke mansion. kini posisi JD Grup sudah berada di Posisi 5 dunia, semua keluarga besar sangat terkejut mengetahui hal ini. ya, mengingat selama 5 tahun ini posisi jD Grup selalu ada posisi 100 besar.
mereka mulai menyebar berita bahwa sosok anak jenius yang sudah lama menghilang kini kembali, dan ya. Jade kini hanya sibuk dengan pekerjaan kantornya, dia tidak mempedulikan hal lain selain pekerjaan dan pekerjaan. Nana sangat terkejut mengingat kalau sang presdir bisa membawa perubahan besar bagi perusahaannya, kalau Jade bisa melakukan hal ini, kenapa dia tidak melakukan hal ini sejak dulu?
ya, Jade hanya bisa mempercayakan perusahaannya pada Zen. dia berada dalam konflik dengan keluarga terutama dengan sang ayah, karenanya dia pergi dan melepaskan jabatan presdirnya untuk sementara.
kini Jade tengah duduk dengan santai didepan meja kerjanya. semua berkas yang harusnya dia selesaikan dalam 2 bulan sudah dia selesaikan dalam satu minggu, selain itu semua masalah yang terjadi pada anak perusahaannya juga sudah dia tangani jadi, apa yang harus dia lakukan?
__ADS_1
Nana sudah bosan melihat bosnya yang sejak tadi bermain dengan ponselnya, ya dia senang karena Jade sudah tidak berkutat dengan berkas-berkas akan tetapi Nana juga tidak suka jika Jade mengacuhkannya. Nana mulai berjalan mendekati meja Jade kemudian merampas ponsel milik sang atasan dengan santainya.
" ah, kakak apa sih?" ketus Jade kesal dengan tingkah Nana yang dengan seenaknya mengambil ponsel miliknya. Nana melipat kedua tangannya didepan dada dan menatap Jade dengan kesal.
" ayo kita pergi makan!!" ajak nana yang sudah lembur selama satu bulan terakhir ini, ya sebulan ini Jade semakin sibuk dengan masalah kantor dan tidak pernah berisitirahat. dia bahkan belum pulang ke mansionnya selama 2 bulan ini.
kalau kalian tanya dimana dia mandi? jawabannya tentu dikantornya, ruang istirahatnya sangat mewah, disana ada dapur lantas kenapa harus tidak ada kamar mandi? kalau soal makan, Jade biasanya memesan makanan atau pergi ke cafe dimana tempat sang gadis pujaan bekerja, jika tidak sesekali ia memasak sendiri jika memiliki waktu senggang.
__ADS_1
setelah cukup lama menunggu, Zen tiba dikator. akan tetapi betapa terkejutnya Jade ketika Zen tidak datang seorang diri, ya Leo bersama dengan Zen dan Jade tidak tahu kenapa kakaknya itu ada bersama Zen.
" JD!!" Leo berlari menghampiri Jade kemudian memeluk adik angkat kesayangannya ini, ya, selain dipercaya sebagai tangan kanannya didunia gelap, Leo juga merupakan ksatria penjaga Jade.
" kak Leo, kenapa kakak disini?" tanya Jade bingung, dia masih memandang wajah kakaknya itu dengan tatapan penuh kebingungan, sorot matanya menunjukkan beragam pertanyaan.
" huhu, apa kamu tidak merindukanku? aku menunggumu pulang selama 2 bulan ini" gerutunya pada Jade yang nampak penuh dengan kebingungan. Jade semakin bingung, Leo menunggu? dimana? kapan? kenapa Leo tidak menghubunginya saja?
__ADS_1
" hah, bocah ini tinggal di mansion selama 2 bulan dan menunggumu pulang!" jelas Zen yang melihat wajah Jade penuh dengan pertanyaan. Jade mengangguk kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" maaf ya kak, tapi kenapa kakak tidak menelfonku saja?" tanya Jade membuat Leo, Zen, dan Nana menatap dirinya dengan tajam. Jade tidak mengerti dimana letak kesalahannya, selama 2 bulan ini dia terlalu fokus dengan pekerjaanya hingga dia melupakan dimana ponselnya berada.