
"hm" Nana tersenyum. Zen melangkahkan kakinya pergi dan mencari sosok Jade yang tengah menghilang.
Baru saja Zen keluar dari ruangannya, seorang anggota ahli IT datang menghampiri kantornya.
" ada masalah apa?" tanya Zen yang baru saja membuka pintu dan mendapati laki-laki berusia 35 tahun disana.
" ah, ini surat izin kami semua. presdir sudah memberi izin bagi kami untuk berlibur!" kata Pria itu dan membuat Zen tercengang. dia langsung mencengkram bahu laki-laki itu dan menatapnya.
" apa yang terjadi, dimana Jade?"tanya Zen yang langsung membuat pria itu terdiam.
" katakan dimana jade?" bentak Zen membuat sang bawahan terkejut bukan main, pria itu langsung menatap Zen dan membuka mulutnya.
" semalam ada yang mengusik perusahaan, Presdir bergegas kemari dan menanganinya. mungkin sekarang presdir masih berada diruang rapat" jawab pria itu dengan tenang. dia tidak mau atasannya yang sudah terlihat panik dan khawatir menjadi semakin panik.
__ADS_1
Zen langsung bergegas menuju ke ruangan yang dimaksud. Zen membuka pintu dengan kasar, matanya kini tengah dilayangkan. Zen mencari sosok Jade disana, setelah cukup lama dia mengamati dan mendapati sosok Jade yang terlelap dalam tidurnya diatas kursi.
" JADE!" Zen langsung menghampiri Jade dan memeriksa keadaannya. Jade masih terlelap dalam tidurnya, ya dia sudah tidak tidur sejak 2 hari yang lalu.
" ahhh, kamu benar-benar membuatku khawatir?" Zen menggendong Jade kemudian membawanya ke kantor. Nana terkejut mendapati Zen yang menggendong Jade. Nana segera menghampiri kedua laki-laki itu dan memeriksa kondisi Jade.
" tak apa, dia hanya tidur!" jawab Zen lembut. Nana menghela nafas lega kemudian menuju ke ruang istirahat Jade dan merapikan ranjangnya.
" hahh. apa kamu bisa menjaganya?, aku harus ke markas" Nana mengangguk kemudian melukiskan sebuah senyum manis diwajahnya. Zen tersipu kemudian merentangkan tangannya ingin dipeluk. Nana berjalan masuk ke pelukan Zen dan kembali mengisi tenaga Zen dengan aroma Strowberry dari tubuh Nana.
" aku pergi!"
Zen kini pergi menuju ke markas BLACK BLOOD. ya, itu adalah nama mafia yang didirikan oleh Jade. Jade memberikan nama itu karena beberapa bulan sebelumnya Jade diserang oleh beberapa agen pembunuh yang diminta membunuhnya.
__ADS_1
saat itu Jade bertahan dijurang dengan tubuh penuh luka dan darah yang sudah mengering dan berubah warna menjadi hitam dikemeja putihnya.
saat itu usia Jade baru 9 tahun dan dia sudah memimpin JD Grup, dan posisi JD Grup saat itu ada pada peringkat 1 dunia. Ayahnya yang menyewa pembunuh itu dan memberi mereka perintah untuk membunuh Jade.
hm, Steven sangat tamak akan harta. dia bahkan rela membunuh anaknya demi mengambil alih perusahaan sang anak.
Jade bertahan dijurang selama seminggu hingga tubuh dan lukanya sedikit membaik. Jade berjalan menelusuri Jurang berharap menemukan jalan keluar dan dia mendapatkannya.
ok, come back to story...
kini Nana tengah memeriksa semua berkas yang harusnya dia dan Jade kerjakan hari ini. namun Nana malah dikejutkan dengan berkas-berkas yang sudah selesai dikerjakan.
Nana menghela nafas dan tersenyum sembari menatap berkas yang sudah selesai dikerjakan oleh Jade. sebelumnya Zen sudah mengingatkan Nana supaya Jade tidak bekerja terlalu keras, karena sekali Jade menjadi rajin maka, dia tidak akan berhenti kecuali tubuhnya meminta makan.
__ADS_1