
keesokan harinya semua orang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, hari ini Jade bangun lebih dulu jadi, dia yang membuat sarapan.
Zen sibuk dengan rapat paginya, Robin tengah sibuk bersiap menuju ke sekolah dan Sara, dia masih sibuk dengan bantal dan gulingnya ( masih tidur 😂)
" pagi, Jade!" Robin turun dan mendapati Jade ada didapur, dia tengah memasak sarapan untuk mereka berempat.
" pagi juga" Jade menghidangkan sebuah sandwich dan Susu Vanilla di depan Robin.
" hm, dimana Sara dan Zen ?" Robin mengamati setiap sudut dapur. dia hanya mendapati peralatan dapur, ruangan yang tenang dan sedikit asap yang mengarah ke cerobong.
" Zen masih rapat, sedangkan Sara...aku tidak tahu!" Jade mengendikkan bahunya dan tersenyum pada Robin. setelah selesai dengan acara masak memasaknya Jade langsung melepas apronnya kemudian bergegas menuju ke kamar Zen.
BUKK
__ADS_1
Sebuah bantal mendarat tepat diwajah Zen, dia benar-benar kesal dengan orang yang sudah membuang bantal kewajah tampannya itu.
" JADE!!" Teriak Zen memecah keheningan rapat yang dia adakan via Video Call itu.
" oh, jadi presdir Zen sudah mengambil alih jabatanku ya?" Jade mengambil laptop Zen kemudian mengantikannya melakukan rapat.
" ok jadi, posisi presdir akan kembali ke tanganku. sekarang kita tunda rapatnya dan biarkan wakil presdir Zen untuk menyantap sarapannya!" Jade hanya tersenyum kemudian menutup paksa laptop Zen, Zen hanya bisa terkekeh melihat tingkah Jade.
Kini Jade tengah berkacak pinggang didepan Zen, dia menatap Zen dengan tatapan membunuh. ya hal ini bukan tanpa alasan tapi, karena Zen tidak mempedulikan panggilannya.
Zen langsung melangkahkan kakinya menuju ke dapur sedangkan Jade masih harus membangunkan Sara. dia mengetuk pintu kamar tamu ( kamar sara) beberapa kali. sudah cukup lama Jade mengetuk pintu dan tidak mendapati jawaban dari sang pemilik kamar.
" hahh, dia pasti masih tidur?" Jade memutar pelan knop pintu dan melihat dari celah pintu, dia mendapati Sara yang masih terlelap dalam tidurnya. Jade akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Sara dan bergegas menyantap sarapannya.
__ADS_1
" oh Jade, dimana Sara?" Zen terkejut mendapati Jade sendirian, dia mencari keberadaan gadis manis itu.
" dia masih tidur!" Jade mendudukkan tubuhnya ke kursi yang ada kemudian menyantap sarapannya.
" oh" Zen hanya menangguk sedangkan Robin masih sibuk meminum susu Vanilla buatan Jade.
" ayo pergi kak!" Robin menarik Zen dari kursinya dan membawanya menuju ke garasi.
" hei, tunggu dulu. bagaimana dengan Jade?" Zen masih menggigit sandwich yang ada dimulutnya dan tidak berniat melepaskannya .
" setelah mengantar Robin segera kembali, kita akan belanja!" Jade melambai pada Robin dan Zen yang tengah menjauh menuju ke garasi rumah mereka.
tidak butuh waktu lama bagi Zen untuk mengantar Robin ke sekolah, setelah kembali dari Sekolah Zen langsung kembali dengan setumpuk berkas yang ia bawa pulang dan puluhan rapat yang menunggu dirinya hari ini.
__ADS_1
" kamu sudah kembali!" Jade terkejut mendapati Zen yang sudah kembali dengan wajah kusut dan siap membuka tumpukan berkas yang sudah menantinya diruang belajar.
" hm, aku akan kembali dengan rapat dan berkas yang sudah menunggu!" Jade hanya menghela nafas melihat Zen yang sudah tidak bersemangat dipagi hari yang cerah ini.