
" semua akan baik-baik saja!"
Author PoV
seminggu telah berlalu akan tetapi jade belum kunjung kembali ke mansion. Fay semakin cemas dengan keadaan Jade, sedangkan Jade masih sibuk dengan urusan perusahaan. Zen dan Nana masih sibuk dengan masalah perusahaan membantu Jade yang sudah kewalahan.
selama seminggu mereka bertiga tengah berjuang untuk menaikkan dan mempertahankan kondisi perusahaan mereka agar lebih stabil. selama seminggu ini ketiganya tidak mengenal makan ataupun tidur. Jade selalu pergi ke berbagai negara tiap harinya untuk menyelesaikan masalah perusahaan sedangkan Nana? dia mengatur kondisi perusahaan pusat bersama zen.
hari ini adalah hari selasa, sedangkan Jade? Jade masih sibuk dengan ribuan berkas yang menanti dirinya didepan meja kantor. Jade sejak tadi tengah menghela nafas kesal, sudah semingu dia tidak makan ataupun tidur dengan benar, jadi lingkaran hitam dan pipi tirus tengah menghiasi wajahnya.
" apa kamu sudah menyelesaikannya Jade?" tanya Nana yang baru saja masuk kedalam ruangan pribadi milik Jade.
Jade menoleh sebentar kemudian mengukir senyum dan menganguk, Nana mengukir senyum dan berjalan mendekat ke arah Jade. diusapnya lembut pucuk kepalanya dan diciumnya pipi kanan Jade, Jade tersenyum dan merasa senang. setidaknya rasa lelahnya menghilang.
__ADS_1
" apa semua sudah selesai, kak?" tanya Jade yang menatap Nana dengan penuh harap.
Nana hanya bisa mengukir senyumnya sembari mengacak lembut surai milik Jade. Nana mengangguk dan mengambil berkas-berkas yang sudah diselesaikan oleh Jade sejak tadi, Jade melonjak girang sembari memeluk Nana erat.
" kalau begitu dimana kak Zen?" tanya Jade yang mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. disana hanya ada dirinya dan Nana sedangkan Zen? entah dimana keberadaannya.
Nana hanya menggeleng sembari merapikan berkas-berkan yang ada didepann Jade, dijepitnya berkas itu kemudian dia urutkan sesuai dengan kepentingan. setelahnya Nana mengangkat berkas itu dan dibawanya ke luar. saat akan membuka pintu Jade membukakan pintu untuk Nana kemudian menutupnya, mengambil sebagian berkas dan membantu Nana membawanya menuju ke ruangannya.
Jade hanya mengangguk kemudian melangkahkan kakinya mengikuti langkah Nana. baru saja mereka akan membuka pintu ruangan Nana , dan sebuah suara mengalihkan atensi mereka.
" Nana! Jade?"
" kak Zen!!" pekik Jade girang.
__ADS_1
Ya orang itu adalah Zen, dia melangkahkan kakinya mendekati Nana dan Jade, membukakan pintu ruangan Nana dan kemudian berjala masuk. Jade dan Nana meletakkan berkas-berkas ke atas meja sedangkan Zen mendudukkan tubuhnya ke sofa.
" ayo kita pulang!!" pinta Jade pada Zen.
Jade memamerkan puppy eyesnya, kemudian Zen mengusap lembut rambut Jade dan mengukir senyum lembut. Jade hanya mengukir cengiran jahil dan memeluk Zen dengan erat.
" baiklah, akan tetapi kamu harus berjanji!"
pinta Zen dan membuat Jade mendengus kesal, hanya pulang apakan harus dengan syarat? Jade meruncingkan bibirnya dan mempoutkan pipinya. Nana hanya terkekeh geli melihat tingkah Jade yang kekanakan. Zen terkekeh dan mengusap lembut pucuk kepala Jade.
Jade masih mendengus kesal sedangkan Zen hanya bisa mengukir senyum 1000 Watt. Jade akhirnya menghela nafas dan mengangguk, dia terlalu malas dan lelah untuk berdebat dengan Zen. yang di inginkan Jade sekarang hanya kembali kerumah dan bercinta dengan bantal dan guling, rasanya matanya sudah tidak bisa dibuka. ingin segera kembali dan tidur. Jade membuka mulutnya dan mulai angkat bicara.
" apa?"
__ADS_1