
" hahh, syukurlah!" Zen mengusap lembut surai cokelat milik Jade kemudian melangkahkan kakinya menuju ke luar.
" kak, ada apa?" tanya Sara khawatir, dia takut kalau Zen mendapat masalah. selain itu dia masih belum menemukan keberadaan Jade. Zen hanya tersenyum kemudian mengusap lembut surai panjang milik Sara, menandakan dirinya untuk tidak perlu khawatir.
" biarkan presdir tetap disini. jika dia bangun segera berikan beberapa makanan manis dan susu!" Zen menatap ke arah Nana yang terlihat begitu khawatir. Zen percaya kalau Nana baru saja melihat monster yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Nana hanya membalas perintah tuannya itu dengan anggukan. setelahnya Zen dan Sara pergi meninggalkan kantor. Nana kembali masuk ke ruangan Jade kemudian membereskan kekacauan itu, dia langsung memesan meja dan beberapa peralatan kantor yang baru. Jade kini masih terlelap dalam tidurnya, ya ini adalah salah Nana dan akibatnya harus dia tanggung sendiri. dengan pingsannya Jade, Nana harus mengerjakan semua pekerjaan milik Jade dan Zen.
5 jam telah berlalu, Jade kini terbangun dari tidurnya. bersyukurlah Nana mengerjakan tugasnya di ruangan milik Jade, jika Jade bangun dan tidak mendapati seorangpun, dia pasti akan mengamuk. hm, dan benar saja. Jade yang baru bangun hampir saja mengamuk, dia masih kesal dengan tingkah ayahnya tadi.
" Jade?" Nana terkejut mendapati Jade yang baru terbangun, dia langsung mengambil sekotak susu strowberry kemudian memberikannya pada Jade. Jade yang menerima susu itu langsung meminumnya dan melupakan amarahnya. setelah merasa Jade cukup tenang, Nana mengambil beberapa dessert yang sudah dia simpan di lemari kemudian memberikannya pada Jade.
__ADS_1
Jade menghabiskan semua makanannya hingga tidak sadar kalau ada setumpuk berkas yang ada disekitarnya. Nana kembali fokus dengan tumpukan berkas itu. setelah selesai makan Jade sangat terkejut mendapati ribuan berkas yang ada didepannya. Jade yang telah penuh dengan semangat kembali lesu.
" haha, Jade kamu harus menyelesaikan ini semua !" Nana menjauhkan dirinya dari tumpukan berkas itu kemudian meletakkan pena dan stempel didepan Jade. Jade sungguh tidak percaya dengan kelakuan sekertarisnya ini, dia baru bangun dan ribuan berkas sudah menunggunya? oh my, ini mimpi!
" no, this reality!!" pekik Nana membuat Jade tersadar dari lamunannya, Jade menghela nafas kemudian tangannya mulai mengambil satu per satu dari semua berkas menyebalkan itu.
__ADS_1
Jade kembali di sibukkan dengan pekerjaannya, selain itu karena Zen meninggalkannnya di kantor itu artinya dia akan menginap di kantor untuk beberapa hari atau beberapa bulan kedepan. ya, jika Jade sudah berada di kantor maka, dirinya akan menolak untuk pulang sebelum dirinya benar-benar malas mengerjakan semua pekerjaan itu.
tidak lama kemudian malam tiba, Jade masih sibuk dengan pekerjaannya dan Nana sudah menahan dirinya untuk tidak membalik meja sang presdir. ya mau bagaimana lagi, ini sudah pukul 11:30 malam, dan presdirnya masih belum mengizinkannya untuk pulang. Nana masih kesal sambil memainkan ponsel miliknya, dia sesekali melirik ke arah Jam yang bertengger dengan indahnya di dinding, bibirnya tidak berhenti bergerak, dia terus merapal berbagai macam sumpah serapah untuk presdirnya itu.