School Lifes

School Lifes
Episode 17


__ADS_3

" hm, lezatt!" Robin sangat terkejut dengan rasa yang ia dapat, berbagai macam rempah menari dalam mulutnya.


" haha, makan pelan-pelan!" Zen terkekeh melihat tingkah Robin yang menggemaskan saat menyantap sarapannya.


" hm, terimakasih makanannya!" Robin sudah menghabiskan sepiring pasta yang telah dibuat oleh Zen.


" hehe.." Zen terkekeh melihat tingkah Robin, dia membersihkan sisa saus yang ada diwajah Robin dengan tisu, kemudian tersenyum.


" ah?" Robin terkejut melihat Zen memperlakukannya seperti anak kecil.


" urgh, kamu ini anak kecil atau apa sih?" Zen terkekeh melihat tingkah Robin.


" oh ya, um...?" Robin bingung mau memanggil pria itu dengan sebutan apa.


" ah, namaku Zen. Leonardo Zen! kamu bisa memanggilku Zen, kalau kamu mau kamu juga bisa memanggilku kakak!" Zen mengambil piring yang ada didepan Robin kemudian membawanya dan mencucinya.


" Robin, Michael Robin!" Robin menatap pria berumur 20 tahun itu kemudian tersenyum.


" haha, baiklah aku tahu banyak hal tentangmu!" Zen masih fokus dengan cucian yang ada didepannya.


" ah, kak dimana Jade?" Robin sedari tadi mencari keberadaan Jade namun, dia tidak menemukannya.


"  JD kecil tidur dikantor!" jawab Zen yang berjalan ke arah Robin sambil membawa segelas jus jeruk.


" eh, kenapa dia ada disana?" Robin bingung dengan maksud ucapan Zen.


" aku akan ke kantor setelah ini, apa kamu mau ikut?" Zen berjalan pergi menuju ke kamarnya.


" apa boleh?" Robin menatap Zen dengan tatapan penuh harap.


" hm" Zen hanya tersenyum pada Robin yang menatapnya dengan penuh Harap.


ya, setelah bersiap Zen dan Robin pergi menuju ke kantor. setibanya disana Robin tidak tahu dengan apa yang harus dia lakukan. dia hanya berjalan mengikuti kemanapun Zen pergi, dan kini mereka tiba dikantor.


" eh, Nana?" Zen terkejut mendapati Nana yang tengah panik sendiri


" ah, Zen! ada masalah, Jade..dia tidak mau bangun!" Nana panik karena dia tidak bisa membangunkan Jade yang terlelap.


" hah, aku kira ada apa?" Zen berjala menuju ke ruang istirahat Jade, dia mendapati anak itu masih tertidur dengan lelapnya.

__ADS_1


" anak ini benar-benar kuat tidur?" Zen menepuk jidatnya dan mencoba membangunkan Jade. ya walau dia sudah berusaha dengan sebisanya tapi, sekarang sepertinya usahanya sia-sia. Jade masih terlelap dalam mimpinya.


" bisakah aku membantumu?" Robin menawarkan dirinya untuk membantu membangunkan Zen.


" hm, cobalah!" Zen mempersilahkan Robin untuk membangunkan Jade, dan benar saja. tidak butuh waktu lama bagi Robin untuk membangunkan Jade. hanya dalam beberapa detik setelah Robin memanggilnya, Jade langsung terbangun.


" urgh.." Jade menggosok sebelah matanya kemudian mencoba membuka matanya yang kini terpejam erat.


" selamat pagi, Jade!" Robin mengusap surai cokelat yang ada didepannya dengan lembut.


" ka..kak.?" jade masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat, bagaimana bisa Robin ada dikantor. sementara itu Zen meminta Nana untuk membawakan segelas susu Vanilla kesukaan Jade.


" minumlah dulu, Jade!" Nana memberikan segelas susu kepada Jade


" hm, thanks kakak cantik!" Jade meminum susu itu kemudian berjalan menuju ke meja kerjanya.


sekarang Jade masih sangat fokus dengan seluruh pekerjaan yang ada didepannya. Zen masih menangani berbagai macam rapat sedangkan Nana masih sibuk mengurus jadwal Jade. kalau kalian tanya tentang Robin, hm sekarang dia memanjakan dirinya dengan setumpuk buku yang ada dikantor Jade.


" Robin!" Jade memanggil Robin yang tengah bermanja-manja dengan setumpuk buku yang ada didepannya.


" hm?" Robin hanya berdehem dan masih fokus dengan buku-buku itu.


" besok kamu akan masuk ke sekolah! aku sudah mendaftarkanmu ke salah satu sekolah terbaik di LA!" Jade menekankan kata-katanya.


" IHST ( international High School Transfer ) " 


" eh, STAR?" Robin terkejut dengan apa yang dia dengar. IHST biasa juga dikenal dengan nama STAR ( School Transfer of American InteRnatioanl) merupakan sekolah internasional terbaik di Amerika.


" hm, aku sudah mengurus semuanya! besok, kak Zen yang akan mengantarmu!" kata Jade yang masih fokus dengan laptopnya.


Jade kembali fokus dengan pekerjaannya dan Robin kembali dengan dunianya. haripun berlangsung malam, kini Zen membawa mereka kembali ke kediaman. setibanya di kediaman..


" kak aku mau makan KEPITING!!!" Jade berteriak dari kamarnya begitu melihat Zen berjalan menuju ke dapur. kini dia membersihkan dirinya di kamar mandi kemudian segera turun ke meja makan.


" hei, kenapa menatapku begitu?" Zen meletakkan segelas susu Vanilla kedepan Jade, sambil menunjukkan smirknya.


" hm, aku lapar!" Jade sudah kesal dengan tingkah Zen, kini dirinya sudah sangat kelaparan. mengingat kalau sejak pagi Jade belum sarapan hanya meminum segelas susu kemudian menyantap sepotong sandwich saat makan siang dan kini perutnya tengah melakukan demo gila-gilaan.


" haha, tunggu sebentar ya!" Zen mengusap surai cokelat milik Jade dengan lembut.

__ADS_1


selama Jade dan Zen sedang berdebat panjang, Robin memilih meluangkan waktunya untuk membaca buku diruang tengah. setelah beberapa lama Zen selesai memasak kepitingnya.


" hm, yummy!" Jade tergiur begitu mencium bau kepiting yang baru masak. dia bergegas mencuci kedua tangannya kemudian menyantapnya.


" hei, panggil Robin dulu!" Zen memukul pelan tangan Jade dengan sendok.


" hufth.." Jade berjalan menuju ke kamar Robin, namun dia berhenti di ruang tengah begitu melihat Robin tengah membaca disana.


" kakak!" Jade memeluk Robin dari belakang, ya pemilik tubuh itu hanya mendongakkan kepalanya dan menatap manik cokelat milik jade.


" ada apa?" tanya Robin dengan santainya.


" ayo makan!" ajak Jade, dia bosan melihat Robin bermanja-manja dengan buku seharian.


" kamu makan duluan saja!" Robin kembali menfokuskan dirinya dengan buku.


" ah, ayo makan!"


" ayo makan dulu!"


" ayooo!!!" Jade menarik paksa Robin yang sedari tadi masih fokus dengan bukunya.


" hm, sekarang kamu makanlah! kakak mau mencuci tangan lebih dulu!" begitu tiba diruang makan, Robin menutup bukunya kemudian mencuci tanganya dan bersiap menyantap kepiting yang telah dihidangkan.


keesokan harinya adalah hari yang telah dinanti oleh Robin, kini dia sudah bangun dan sudah siap dengan seragam khas STAR High School.


" Robin, ayo bangun!" Zen membuka paksa pintu kamar Robin dan berniat membangunkannya.


" eh, kamu sudah bangun?" Zen terkejut mendapati Robin sudah terbangun dan telah rapi dengan seragam sekolah barunya.


" ah, kak Zen?" Robin terkejut mendapati Zen berada diluar pintu.


" kalau sudah selesai kamu bisa makan duluan, aku akan membangunkan Jade!" Zen beralih menuju ke kamar Jade dan membangunkan tuan muda nya itu.


" JADE BANGUNN!!!!" Zen mencoba membangunkan Jade yang kini tengah terlelap di kamar gelap itu, Zen kini menyibak gorden jendela yang menghalangi sinar mentari yang masuk ke kamar itu.


" urgh.." Lenguhan kecil terdengar keluar dari mulut Jade, tapi dia tetap tidak bangun. Jade hanya merenggangkan tubuhnya kemudian kembali menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


" hahhh, anak ini benar-benar?" Zen tengah berkacak pinggang dan menatap Jade dengan kesal. kini dia mengambil segelas air di meja yang ada di dekat ranjang Jade.

__ADS_1


" jade, kamu bangun atau aku siram?" Zen mengangkat segelas air sambil menunjukkan smirknya. Jade mendengar nada bicara Zen yang penuh dengan makna, namun dia tidak mempedulikannya hingga..


" UARGH!!!" jade menarik dirinya mundur agar dia tidak terkena siraman air dari Zen.


__ADS_2