School Lifes

School Lifes
Episode 7


__ADS_3

beberapa minggu berlalu. festival musim semi tiba, selama 3 hari Jade tidal tidur. selain menyelesaikan pekerjaannya Jade harus mengurus festival. saat festival berlangsung Jade menghabiskan waktunya untuk tidur dan beristirahat. saat itu waktu makan siang dan Jade masih tidur.


biasanya Robin sudah membangunkannya akan tetapi Robin masih sibuk membantu yang lainnya, jadi dia membiarkan Jade tetap tidur. selama Jade tidur dia bermimpi, dia mengalami mimpi buruk. Jade bermimpi kalau terjadi sesuatu ayng buruk pada Camelia.


Jade akhirnya terbangun dari mimpinya, saat dia bangun dia merasakan perasaan buruk. Jade bergegas mencari Robin, saat dia menemukan Robin..


"ROBIN!!" Jade berteriak memanggil Robin


" ada apa, Jade?" tanya Robin


" apa kamu membawa sepeda motor?" tanya Jade panik


" hm, aku bawa. memangnya kenapa?" tanya Robin


" pinjamkan aku sepeda motormu!" kata Jade panik


" hm, tapi kenapa?" tanya Robin sambil memberikan kunci motor pada Jade


" aku akan memberitahumu nanti!" kata Jade yang langsung berlari ke parkiran.


Jade bergegas pergi menuju ke sekolah Camelia, setibanya disana Jade sangat terkejut, di sekolah Camelia sangat ramai. banyak orang yang berkerumun disana, bahkan polisi, petugas forensik, dan ambulan ada disana.

__ADS_1


Jade bertanya pada salah seorang siswa yang ada didelat sana, dia bertanya apa yang terjadi dan anak itu mengatakan kalau seorang siswi bernama Camelia dan seorang pria terjatuh dari rooftop. hal itu membuat Jade sangat terkejut, dia bergegas pergi ke sana dan melihat apa yang terjadi. dia belari di kerumunan sambil terus berdoa semoga adiknya baik-baik saja. dan sat dia menembus kerumunan..


" CAMELIA!!" Jade sangat terkejut melihat adiknya tergelepar dengan tubuh penuh luka diatas genangan darah. dia mendekati tubuh adikknya dan memelukknya


" ah,masih bernafas!" Jade terkejut adikknya masih belum meninggal


" hei nak, apa yang kamu lakukan disini?" tanya salah seorang petugas kepolisian


" APA KALIAN BODOH! APA KALIAN INGIN ADIKKU MATI DISINI?!?!!?" Jade berteriak, hal itu membuat semua orang kembali memusatkan perhartian pada gadis itu. tim medis segera membawanya ke rumah sakit. sementara polisi masih menyelidiki apa yang terjadi, dan Jade dia pergi ke rumah sakit


Jade duduk menunggu di depan ruang ICU dan termenung, dia hanya duduk dan mendoakan yang terbaik bagi adiknya. hari menjelang malam, Jade menjadi tidak sabaran, sementara itu para dokter dan suster terus bergantian masuk dan mengawasi kondisi Camelia.


sementara Jade hanya termenung, dia berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah. kekhawatiran terus menerus menghantui Jade. dia mencoba menghubungi ayahnya, dia menelfon ayahnya ratusan kali namun ayahnya tidak menjawab. ribuan Spam terus dikirim pada ayahnya, akan tetapi tidak dibaca. seharian Jade mencoba menghubungi ayahnya tapi tidak berhasil, dia menelfon kantornya, menelfon rumah, menelfon asistennya, dan menelfon nomer pribadinya, tetapi sia-sia. sementara itu disisi lain, Robin menghkawatirkan Jade yang tidak kunjung kembali, puluhan telfon dilanyangkan tetapi tidak dijawab, ratusan Spam dikirim dan hanya dibaca. Robin akhinya memutuskan untuk pergi ke apartemen Jade, tetapi dia tidak menemukannya.


akhirnya Dokter memberitahu Jade bahwa adiknya tidak bisa tertolong lagi. saat itu Jade benar-benar kacau, rasanya dunia berhenti, dia tidak tahu apa yang orang lain katakan, dia tidak mengerti apa yang terjadi, dia hanya mendengar bahwa adiknya sudah tiada, suara jam dinding terus berdetak, dia hanya terdiam. kakinya lemas, tubuhnya jatuh seketika ke tanah, dia membuat para dokter dan suster khawatir dengan kondisinya


tidak lama setelah itu Ayah Jade datang. dia melihat Jade tidak berdaya di lantai, namun dia hanya melewatinya. Ayahnya bicara dengan dokter, dia bilang kalau jasad Camelia akan dibawa kembali ke Prancis. hal ini sontak membuat Jade semakin terkejut, seketika tangisnya pecah, bendungan yang telah dia buat dan dia pertahankan selama 3 hari ini pecah. aliran air mata membasahi wajahnya, ayahnya yang melihat putranya itu menangis hanya diam dan mengacuhkannya. saat ayahnya akan pergi, jade menahan lengan baju ayahnya.


" apa yang kamu inginkan?" tanya ayah jade


" kemana saja kamu selama 3 hari ini?" Jade bertanya pada ayahnya dengan nada suara yang tidak mengenakkan. terdengar jelas dia sedang menghakimi ayahnya, nada bicaranya sangat dingin, dia menatap ayahnya dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


" aku ada pekerjaan yang harus ku selesaikan!" Ayah Jade menghiraukan tatapan membunuh anak itu, dia hanya menjawab dengan santainya dan kemudian mengacuhkannya.


"cih\, kurang ajar! beraninya kamu mengacuhkan panggilanku selama 3 hari dan kamu sekarang datang begitu saja dan ingin membawa jasad Camelia? hah\, pengecut!" Jade menghakimi ayahnya di depan umum\, ( hm\, mau bagaimana lagi? dia sudah menunggu ayahnya selama 3 hari namun dia tidak kunjung datang\, dan saat dia datang seia bersikap semena-mena! **jika kamu jadi Jade apa yang akan kamu lakukan?) **


"hufth.." ayah Jade tidak menghiraukan amarah putranya itu dia hanya diam dan menampar putranya. Jade sama sekali tidak bisa memproses apa yang baru saja terjadi, rasanya setiap syarafnya berhenti bekerja. dia menjatuhkan dirinya ke kursi tunggu dan menangis keras, dia tidak peduli dengan tatapan orang-orang disekitarnya. dia hanya ingin menangis, saat tangisnya mulai mereda dia menelfon Robin.


saat Robin mengangkat panggilan telfon dari jade, terdengar dengan jelas. suara isak tangisnya sampai lebih dulu dibanding dengan apa yang ingin dia katakan.


" hu.hu...hiks..." Jade yang tengah mencoba menenangkan dirinya dan mengumpulkan keberanian


" AH? JADE? APA YANG TERJADI?" Robin lantas terkejut mendengar isak tangis Jade


" ro...bin..Lia!..Lia!.." Jade mencoba mengeluarkan suaranya


" Lia? ada apa dengan Camelia? Jade, kamu dimana?" Robin bertanya sangat banyak hal itu sontak membuat kata-kata yang tertahan di tenggorokan Jade keluar


" Lia..sudah meninggal! " tangis Jade kembali pecah, mendengar hal ini Robin sangat terkejut, dia kemudian pergi ke rumah sakit yang memiliki kemungkinan terbesar dimana Jae berada. Robin pergi dengan motornya. sebuah sepeda motor tipe Ninja Kawasaki 250 SE ABS MDP berwarna Hitam ( yang sudah dikembalikan oleh Bodyguard jade), Robin pergi dengan sangat terburu-buru. setibanya disana..


" JADE!" Robin langsung menghampiri Jade


"ROBIN..LIA...LIA...DIA...DIA...SUDAH...MEN..MENINGGAL.." tangis jade kembali pecah, dirinya menangis dalam pelukan Robin

__ADS_1


" te..tenanglah..semua akan baik...baik saja...!" Robin yang melihat Jade menangis tidak bisa percaya, tubuhnya kurus kering, matanya sembab, dia kelihatan sangat kacau. Robin pikir selama 3 hari ini Jade pergi kembali ke rumahnya karena ada masalah dikeluarganya, akan tetapi dia masih tidak percaya dengan kenyataan yang di dapatinya.


__ADS_2