
" EHHH?????"
Semua orang sangat terkejut, Jade yang dikenal paling pemalas bahkan dia yang tidak pernah mau membuka mulutnya, kini tengah bicara pada mereka. semua orang ternga-nga hingga akhirnya Robin dan Zean yang baru kembali dari kamar mandi juga terkejut melihat Jade tengah membungkuk dan berterimakasih.
" Jade?" Robin memanggil Jade
" ah, kamu sudah mengganti Baju! Zean, terimakasih!" kata Jade
" EEEHHHHHH......"
untuk kedua kalinya mereka semua ternga-nga. bahkan Robin juga ikut terkejut dan memagdang Jade dengan tatapan terkejut. Suasana dikelas kemudian menjadi sangat hening, deru angin yang menerpa pepohonan terdengar sangar jelas. Sinar matahari yang masuk melalui Jendela dan menghangatkan kelas. Semuanya tetap diam dan tidak percaya, suasana canggung benar-benar memenuhi ruangan tersebut, hingga beberapa anak yang menyelinap ke kantin kembali.
SRATT...
" eh ?" Kedua gadis itu terkejut dengan keheningan yang terjadi dikelas
" ah, Jade ! Robin ! ini kalian minum dulu " kata William yang mengambil minuman yang dibawakan oleh kedua gadis itu
Suasana dikelas kemudian mulai hidup, hingga Jade mulai angkat bicara
" Semuanya tolong dengarkan aku! maaf, hari ini karena aku kalian harus mengalami hal-hal yang Akward dan kalian juga harus ketinggalan pelajaran karena aku, aku juga minta maaf karena kalian jadi harus dimarahi oleh Wali kelas, dan aku juga minta maaf, karena aku, semua dana tunjangan untuk kelas kita dicabut. Maaf..Maaf.."
suasana yang tadinya mulai tenang kini benar-benar sepi, semuanya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Jade. Selama ini karena prestasi Jade kelas mereka selalu bebas dari tagihan sekolah dan kelas mereka mendapat fasilitas terbaik dari semua kelas yang ada, walau mereka tahu apa yang akan terjadi jika tunjangan mereka ditarik, mereka tetap diam. Mereka tetap menatap pada Jade dengan tenang suasana kaku dan dingin mulai berubah, kehangatan mulai memasuki ruangan itu.
" BODOH ! " William memukul lengan Jade pelan
" kami tidak peduli dengan semua tunjangan yang diberikan sekolah, karena kamu kami mendapat tunjangan itu. karena kamu kami mendapat fasilitas ini, karena kamu kelas ini menjadi seperti sebuah keluaga. Apa kamu tahu itu? jangan salahkan dirimu sendiri dan tetaplah bangkit. bagaimanapun kami tahu niat kepala sekolah yang sebenarnya, kalau soal Ceramah dari Pak Lee kami mungkin harus marah akan itu tapi kalau soal yang lain kami tidak peduli, karena bagi kami, keberadaan dirimu jauh lebih penting, Jade!" kata William
" hm, itu benar! bagi kami keberadaanmu yang telah menyatukan kami. kalau soal semua fasilitas ini kami tidak keberatan. lebih baik kami kehilangan semua fasilitas ini dibanding kehilangan kamu!" Albert menambahkan
" ya itu benar! Jade adalah alasan kami tetap bertahan disini. keberadaanmu membuat kami tenang, walau kamu begitu pemalas tapi kamu memiliki hati yang baik." Steve menyela
" benar! karena kamu! semua yang ada disini menyayangimu Jade, bukan hanya aku! tapi, mereka semua juga ingin melindungimu dan tetap membiarkanmu tidur dengan penuh kedamaian dan ketenangan." Robin angkat bicara
" ah, kalian! " Jade tertunduk malu
__ADS_1
" terimakasih...terimakasih kalian tetap ingin bersamaku, karenanya aku tahu apa yang harus kulakukan sekarang. aku akan menuntut balas apa yang telah dilakukan kepala sekolah pada Robin. karenanya bisakah kalian tetap bersamaku dan mendukungku?" Jade menundukkan kepalanya
" hm, tentu kami mau!" jawab Robin
" bukan masalah" kata Peter
" hei, angkat kepalamu!" kata Pak Lee yang tiba-tiba masuk
" ah, kalian semua! aku mengerti, aku akan melakukan yang terbaik!" seru Jade
Jade memutuskan untuk menghabiskan hari-harinya seperti biasa, kepala sekolah tidak pernah datang lagi sejak Jade angkat bicara di ruang kepala sekolah waktu itu. Hari itu angin musim semi tengah bertiup kencang udara dingin memenuhi kelas, kelas mereka yang biasanya hangat karena penghangat ruangan kini menjadi dingin, beberapa temannya mengenakan jaket selama dikelas agar mereka tidak kedinginan. berminggu-minggu berlalu, waktu Festival musim semi tiba.
Nathan sebagai ketua kelas mulai mengkoordinir teman-temannya untuk ikut menyukseskan festival tahun ini, di tahun-tahun sebelumnya kelas mereka biasa mendapat Cafe sebagai tema kelas mereka selama festival musim semi, jadi mereka sudah terbiasa. akan tetapi tahun ini entah takdir apa yang terjadi Nathan mendapat bola ruman hantu, sehingga tahun ini mereka tidak bisa menyelenggarakan Cat Cafe yang telah mereka rencanakan selama liburan musim dingin.
BRAKK
" eh, Nathan?" semua orang terkejut melihat Nathan membuka pintu dengan keras
" maaf semuanya! " Nathan membungkuk dan meminta maaf
" maaf tahun ini kita tidak bisa mewujudkan rencana kita membuat Cat Cafe selama Festival musim semi" kata Nathan sambil membungkukkan badannya
" eh, kenapa?" tanya salah seorang gadis yang sangat menanti event ini
"maaf ya, Talia. tapi, tahun ini aku mendapat rumah hantu!" kata Nathan
" EEEHHHHHHH!!!!!!!!!" Semua anak terkejut
" huahhh...! ada apa berisik sekali?" tanya Jade yang terbangun
" ah, maaf membangunkanmu Jade! kami sedang membahas masalah festival!" jawab robin
"eh, memangnya kenapa dengan festivalnya? kenapa kalian sangat berisik?" tanya Jade penuh kemalasan
" hm, tahun ini kita mendapat Rumah hantu!" jawab William
__ADS_1
" oh, rumah hantu?" Jade kembali tidur, kemudian dia terpikir akan apa yang baru dkatakan William
" EHH?? RUMAH HANTU???" Jade terkerjut
" reaksimu telat ! " kata beberapa temannya dengan kesal
Jade kemudian bangun dan menegakkan kepala Nathan, semua orang terkejut akan hal itu. mereka pikir Jade ingin menghibur nathan akan tetapi
" Nathan! " Jade memegang bahu nathan
" ada apa?" tanya Nathan gugup
" dimana keberuntunganmu?" tanya Jade dengan tatapan setajam elang
" AHH? " semuanya terkejut dan hampir terjatuh karena serangan kejutan dari Jade
" ah, maaf ya Jade!" kata Nathan
" hahh, berikan bolanya padaku! ayo bawa aku keruang osis!" kata Jade
"eh,?"
semuanya bingung dengan apa yang dikatakan Jade,akan tetapi Nathan mengerti dengan apa yang tengah direncanakan oleh Jade. dia kemudian memutuskan untuk mengantar Jade ke ruang Osis akan tetapi saat mereka tengah pergi, seperti biasa Jade dengan seenaknya menjatuhkan dirinya ke punggung Nathan. semua orang termasuk Robin sangat terkejut dengan hal ini,saat Robin ingin mengangkat tubuh Jade dan menggantikan Nathan menggendong Jade, Nathan menolak dan membiarkan Jade tidur dipunggungnya. Nathan kemudian menggendong Jade hingga ke ruang Osis setibanya disana dia mencoba membangunkan Jade tetapi tidak berhasil, hingga akhirnya Robin membangunkan Jade.
" ayo bangun Jade" kata Robin lembut
" urgh..." Jade menggosok matanya
" eh, kamu benar-benar tidak bisa meninggalkan Jade ya?" Nathan terekejut
" bukan masalah itu, Jade tidak mungkin bangun sendiri bukan?" sahut Robin
" hm, kamu benar!" kata Nathan menepuk Jidatnya
setelah Jade bangun, Nathan membawanya masuk dan menemui para anggota osis. Jade kemudian masuk dan meminta para angota osis untuk memenuhi permohonannya. sebelumnya anggota osis menolak melakukannya hingga akhirnya Jade memulai perdebatan dan sedikit menyelesaikan masalah anggaran yang akan digunakan untuk Festival, akhirnya dewan osis setuju memenuhi permintaan mereka dengan syarat jika kelas yang mendapat bagian tema Cafe mau bertukar dengan kelas mereka.
__ADS_1